
"Hai..Maaf aku datang terlambat." ujar Brian sambil menyapa Nadine dengan tersenyum.
Nadine sesaat menatap heran dan sedikit curiga.Melihat Brian tersenyum padanya dan tidak menatap dingin seperti sebelumnya.
"Tidak apa-apa..Lalu kenapa kau ingin bertemu dengan ku??" tanya Nadine yang sengaja merubah sikapnya terlebih dulu.
"Memangnya kenapa??kau tidak mau bertemu dengan ku??" tanya balik Brian dengan santainya.
Nadine masih menatap ragu pada Brian.
"Tidak juga,sebenarnya aku juga senang bisa bertemu denganmu.Tapi ini sedikit aneh kalau kau tiba-tiba ingin bertemu dengan ku." ucap Nadine menatap serius pada Brian.
"Tidak ada yang aneh.Anggap saja ini pertemuan kita yang baik.Seperti awal pertama kali kita kesini.Apa kau ingat??" ujar Brian mengingatkan Nadine.
"Yah,aku tidak pernah lupa dengan momen itu.Aku merasa menjadi wanita paling beruntung saat itu." jawab Nadine mulai tersenyum.
"Dan apakah kau ingin kita seperti dulu lagi??" tanya Brian.
"Maksud mu?" tanya Nadine penasaran.
...****************...
Setelah meminta nomor ponsel Yuka dari karyawannya,Anggara langsung menghubungi Yuka.
__ADS_1
Ia seakan langsung bersemangat saat sudah mendapatkan nomor ponsel Yuka.
Beberapa saat Anggara menghubungi nomor ponsel Yuka,tapi sayangnya tidak ada jawaban sama sekali.
Sampai akhirnya ia menghentikan niatnya untuk menghubungi Yuka.
Perasaannya seketika kecewa,saat berharap bisa mengobrol dengannya melalui telepon,tapi justru ia merasa tidak beruntung.
Anggara langsung menarik nafas panjangnya.Dan tiba-tiba saja ia teringat akan sesuatu.Anggara langsung bangkit dan bergegas menemui karyawannya di bagian kasir.
...****************...
Alif seperti biasa mendatangi Gala diruang kerjanya.Dengan santaimya ia masuk tanpa permisi.Gala yang terbiasa dengan tingkah laku Alif,lebih memilih mengabaikannya.
"Apa kau lihat aku sedang berguling-guling??" tanya balik Gala dengan nada datar.
"Hehe..masih sibuk saja sama tuh laptop..Lebih baik kita makan siang saja yuk."ujar Alif mengajak Gala untuk makan siang.
Sesaat Gala melirik datar.
"Staff muka tembok,tidak tahu diri.Seenaknya jidat mu saja mengatur makan siang sekarang.Apa kau tidak bisa lihat kerjaan ku banyak??" sindir Gala dengan sinis.
"Lah,kan sudah waktunya makan siang bos..perut sudah keroncongan nih..cacing Alaska ku sudah berdendang dia di dalam perut..Hehe..Ayo lah.." ujar Alif dengan candaannya.
__ADS_1
"Oke..tapi kali ini kau yang traktir aku..karena aku merasa dimanfaatkan setiap kau yang memulai mengajak ku makan siang." jawab Gala memilih menuruti ajakan Alif.
"Ayo..Alif sedang berbaik hati padamu..Staff mana yang bisa traktir bosnya..hehe.."kata Alif yang juga menuruti permintaan Gala.
Mereka pun akhirnya meninggalkan kantor menuju tempat untuk makan siang.
Namun,bukan restoran atau cafe yang dibayangkan Gala untuk makan siang.Melainkan sebuah warteg pinggir jalan dengan sesaknya pelanggan yang juga akan makan siang di sana.
Sebelum menghampiri warteg tersebut,sesaat Gala menatap aneh.
"Kau yakin mau makan disini??" tanya Gala memastikan.
"Yoii.." jawab Alif sambil tersenyum lebar.
"Kenapa tidak ke restoran saja atau cafe tempat biasa??" tanya Gala.
"Bosan bos..harus cari yang beda..Lagi pula warteg juga enak..tidak kalah dengan makanan di restoran sultan..Dan disini kan aku yang traktir,suka-suka aku lah mau dimana traktir kau makan..Haha..Ayooo.." ujar Alif dengan santai nya.
Seketika membuat Gala menatap datar pada Alif.
"Bocah tengik sialan.." umpatnya dengan kesal.
Gala pun tidak bisa menolak dan memilih mengikuti ajakan Alif.
__ADS_1