
Brian yang baru saja meninggalkan kantornya dan menuju pulang ke rumah.Dalam perjalanan,tiba-tiba terdengar suara ponselnya berdering.
Brian langsung menerima panggilannya melalui earphone.
"Halo.." sahut Brian sambil tetap mengemudi kan mobilnya.
"Segera datang ke rumah papa." sahut ayah Brian di sana dan langsung menutup panggilannya.
Brian pun hanya memandang bingung dengan perintah ayahnya yang menyuruh dirinya datang ke rumah sang ayah.
Brian pun mengubah arah mobil nya menuju kediaman sang ayah.
Tiba di kediaman sang ayah,Brian langsung terkejut saat melihat sosok Nadine sedang duduk bersama kedua orang tuanya.Terlihat Nadine duduk dengan kepala menunduk,sementara sang ayah menatap tajam kearah Brian.
"Kenapa kau bisa disini??" tanya Brian dengan nada sewot pada Nadine.
__ADS_1
Ayah Brian pun bangkit dan langsung menghampiri Brian.
Plak..
Sebuah tamparan keras tiba-tiba mendarat ke pipi Brian.Yang seketika membuat Brian terkejut dan menoleh kearah sang ayah.Begitu juga dengan ibunya dan Nadine yang melihat.
"Entah apa kesalahan ku di masa lalu,sampai harus memiliki anak yang selalu membuat masalah seperti mu.!!" sentak ayah Brian yang langsung emosi saat melihat Brian.
Brian pun langsung menatap tajam ke arah Nadine.Sebab ia tahu,kemarahan sang ayah pasti di dasari oleh kedatangan Nadine dan menceritakan tentang kehamilannya.
"Papa pikir setelah kau menikah,hidup mu bisa berubah dan berhenti bermain-main dengan semua wanita..Tapi kau lihat perempuan yang ada didepan mata mu sekarang??bagaimana kau akan menjelaskan nya Brian??" tanya ayah Brian yang masih dalam keadaan emosinya.
Brian tanpa menjawab pertanyaan sang ayah,lebih memilih langsung menarik tangan Nadine untuk meninggalkan kedua orang tuannya dan membawanya pergi.
Kedua orang tua Brian hanya memandang kepergian mereka dengan bingung dan tidak menahan Brian saat Membawa Nadine pergi.
__ADS_1
Brian membawa Nadine ke suatu tempat yang jauh dari kediaman Brian.Nadine yang merasakan cengkraman tangan Brian yang begitu kuat berusaha meronta untuk lepas.
"Lepas aku Brian..!!" sentak Nadine yang masih berusaha meronta.
Brian pun menghempaskan tangan Nadine secara kasar.
"Apa kau sudah gila sekarang?Berani sekali kau muncul dihadapan kedua orang tua ku..Apa kau pikir kau bisa membuat mereka percaya dengan semua kebusukan mu itu wanita ja*ang." sahut Brian dengan nada dingin dan tatapan yang sangat tajam.
"Kenapa tidak??kalau dari mu tidak mau bertanggung jawab untuk anak ini,aku bisa meyakinkan mereka dan memaksa mu untuk bertanggung jawab.. karena aku yakin kau tidak akan bisa mengelak jika kedua orang tua mu sudah turun tangan bukan??" jawab Nadine yang kini ingin melawan Brian sampai berharap Brian akan menyerah.
"Sudah ku bilang jangan coba mengusik kehidupan ku lagi wanita gila..!! kau tidak akan bisa membuat ku untuk mengakui anak haram mu itu.jangan coba untuk muncul lagi dihadapan mereka..Dan berhenti untuk semua omong kosong mu itu,kalau kau masih ingin hidup tenang di kota ini..paham..!!" ucap Brian dengan tegas dengan memberi peringatan pada Nadine dan langsung meninggalkan Nadine begitu saja.
Tapi Nadine justru mengejar Brian dan menahan tangan Brian.
"Please Brian..Ku mohon jangan seperti ini.Hiks.tolong aku untuk mengakui anak ini..tidak ada pria lain yang melakukan ini selain diri mu..Aku hanya ingin mendapatkan pengakuan dari mu untuk anak ku..Hiks.." lirih Nadine yang kimi menangis dan memohon pada Brian.
__ADS_1