Gadis Cacat Milik Tuan Muda

Gadis Cacat Milik Tuan Muda
Bonus Chapter 12


__ADS_3

"Baik pak." jawab sang sekretaris meninggalkan ruangan dan menemui Nadine yang sedang menunggunya.


"Maaf nona,pak direktur sedang sibuk..Mohon lain waktu saja nona datang lagi kesini..dan saya sarankan untuk membuat janji terlebih dulu." ucap sang sekretaris dengan nada ramahnya.


Mendengar ucapan sang sekretaris,membuat raut wajah Nadine pun seketika kesal dan tatapan yang tajam.


Tanpa berkata apa-apa,Nadine pun memaksa untuk masuk ke ruang kerja Brian.Sang sekretaris yang melihat tindakan Nadine dengan cepat menghalanginya agar tidak sembarangan masuk.Tapi sayangnya Nadine sudah lebih dulu memaksa untuk masuk.


"Maaf pak,nona ini memaksa masuk." ujar sang sekretaris mencoba menjelaskan.


Brian pun menoleh dengan reaksi terkejut.Melihat kedatangan Nadine tanpa sepengetahuannya.


"Kau boleh pergi." sahut Brian menyuruh sang sekretaris meninggalkan mereka.

__ADS_1


Sang sekretaris mengangguk dan langsung meninggalkan mereka berdua.


"Mau apa lagi kau??beraninya kau datang ke kantor ku." tanya Brian dengan nada dingin dan cuek.


"Kau harus segera menikahi ku Brian,sebelum anak ini lahir..Dia butuh pengakuan dari mu." kata Nadine dengan tegas dan memaksa.


Brian hanya tersenyum sinis tanpa menoleh kearah Nadine.


"Kenapa sikap kalian sama saja..!" sentak Nadine mulai kesal.


Tapi Brian memilih mengabaikannya.


"Apa yang salah dengan ku??aku hanya meminta mu untuk bertanggung jawab Brian..Supaya anak ini tahu siapa ayahnya,kenapa kau tidak mau mengalah?" tanya Nadine yang begitu bersikeras memaksa Brian.

__ADS_1


"Apa kau pikir kemunculan mu bisa diterima oleh setiap pasangan yang sudah berumah tangga??apa kau bisa menerima kalau kau di posisi istri ku??Dan kau kira pengakuan hamil mu itu masuk akal tanpa bukti sama sekali??jangan coba membodohi ku..!!" tanya Brian yang menyerang balik perkataan Nadine.


Sesaat Nadine terdiam dan menatap tajam kearah Brian.


"Kau hanya melakukan taktik sampah Nadine..jangan kira aku akan diam dan membiarkan mu terus mengusik pernikahan ku..Kau tunggu saja,akan ada waktunya dimana kau akan menyesal karena sudah mencoba menipu ku..apa kau sudah lupa siapa diri ku sebenarnya??" ujar Brian yang kini menatap tajam dan memberi peringatan pada Nadine.


"Aku melakukan ini hanya demi anak mu..Bagaimana bisa kau tega tidak mau mengakuinya Brian..Hiks..aku berani sumpah,jika anak ini adalah anak mu..huhu." isak Nadine yang tiba-tiba menangis.


"Hapus air mata palsu mu itu..!! kau kira aku akan merasa iba dengan tangisan kebohongan mu itu??kau harus ingat,dalam waktu dekat aku pasti akan membongkar semua kebusukan mu Nadine..Karena aku juga tahu bagaimana latar belakang kehidupan mu setelah kita berpisah..kau terlalu bodoh jika bisa menipu ku.." ucap Brian panjang lebar dan memberi peringatan lagi pada Nadine.


"Baik,kalau memang kau masih tidak mau mengakui anak ini..aku juga bisa membuat hidup mu hancur,karir dan bahkan pernikahan mu juga bisa ku hancurkan..!! demi anak ku,aku rela bertaruh nyawa untuk menghadapi mu Brian.!!" ucap Nadine membalas Brian dengan memberi peringatan juga dan ia pun langsung pergi meninggalkan ruangan Brian.


Brian pun hanya memandang tajam kepergian Nadine.

__ADS_1


__ADS_2