
"Kenapa kau makan sendirian??tidak menunggu ku dulu." tanya Brian langsung mengambil sendok yang ada di tangan Lidya.
"Suster bilang aku harus minum obat,jadi aku disuruh untuk makan dulu." jawab Lidya menjelaskan.
"Oh,begitu.Maaf sayang aku baru datang." ujar Brian meminta maaf sambil menyuapkan makanan tersebut ke mulut Lidya.
"Tidak apa-apa..memangnya kau pergi kemana??" tanya Lidya penasaran.
"Membereskan masalah yang sudah mengusik pernikahan kita selama ini." jawab Brian sambil tersenyum.
"Maksud mu??" tanya Lidya bingung.
"Aku sudah memberi pelajaran yang berharga pada wanita itu.Dan mulai sekarang dia tidak akan bisa lagi menganggu mu kita lagi." jelas Brian memberitahu.
"Pelajaran yang bagaimana?apa yang sudah kau lakukan padanya?." tanya Lidya yang penasaran.
"Sekarang dia sudah mendekam di penjara.Memang bukan waktu yang lama,tapi setidaknya bisa membuat dirinya sadar dan berharap bisa bertobat." jawab Brian menceritakan keadaan Nadine sekarang.
"Lalu bagaimana dengan dia??apa posisinya sekarang langsung membuatnya menyesal??" tanya Lidya lagi.
"Tidak..Dia pasti tidak terima dan histeris saat tahu sekarang dia sudah di penjara.Biar hukum saja yang membereskan dia.Jangan pikirkan dia lagi." jawab Brian.
__ADS_1
"Begitu..Ku harap dia benar-benar menyesal." ujar Lidya.
"Untungnya bayi kita baik-baik saja.Aku bersyukur kalian masih dilindungi Tuhan." ucap Brian sambil mengusap perut Lidya dengan lembut.
"Yah,Tuhan masih melindungi bayi kita.Kuharap kelak dia akan menjadi anak yang kuat dan bijaksana." sahut Lidya yang ikut mengusap perutnya.
"Maaf aku,aku sudah gagal melindungi dan menjaga mu..Aku janji,mulai sekarang akan berusaha menjaga mu sayang.Tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh kalian berdua." ucap Brian mengatakan janji pada Lidya.
Lidya pun langsung tersenyum mengangguk.
*
*
Tiba di sana,mereka langsung disambut oleh Brian dan Lidya.
"Halo Bro,kami datang mendadak..Karena ingin menjenguk istri mu." sahut Gala sembari memberi pelukan pertemanan mereka.
"Thanks..Aku justru senang kalian dengan senang hati menjenguk istri ku." jawab Brian.
"Iya lah..biar bagaimana pun kau tetap teman kami bro,istri mu teman istri kita..kan sudah selayaknya kami datang menjenguk,karena kita sudah seperti keluarga..Benar kan??hehe.." sahut Alif menyela.
__ADS_1
Brian langsung tersenyum,begitu juga dengan Lidya.
"Gimana kita ngopi-ngopi diluar..Biarkan para bini kita menggibah disini??" sahut Alif lagi mengajak Brian dan Gala.
"Gibah itu apa??" tanya Brian yang tidak mengerti dengan bahasa Alif.
"Aku juga tidak tahu." sahut Gala sambil mengangkat kedua bahunya.
"Bahasanya para emak-emak..haha..Ayo.." jawab Alif tertawa dan merangkul kedua bahu Brian dan Gala untuk meninggalkan para istri mereka.
Nayra,Yuka dan Lidya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Alif yang lucu.
"Suami sangat humoris." sahut Lidya pada Yuka.
"Ah..Iya kak,dia memang selalu begitu..Sesuatu yang datar bisa dibawa seru sama dia." ujar Yuka membicarakan Alif suaminya.
"Berbeda dengan suamiku,bawaanmya selalu tengsi..Selalu cemburu jika sudah berurusan dengan kedua anaknya."sahut Nayra membicarakan sifat Gala.
"Yang penting kak Gala cinta sama kak Nay." ujar Yuka menggoda Nayra.
Nayra hanya bisa tersenyum malu.
__ADS_1
"Bagaimana dengan keadaan mu Lidya??apakah sudah lebih baik??" tanya Nayra langsung mengalihkan pembicaraan.
...****************...