
Seminggu kemudian..
Kondisi Lidya pun semakin membaik dan sang dokter juga sudah memperbolehkan Lidya pulang.
Brian begitu senang dan bersyukur,rumah tangganya kembali seperti semula.Terlihat harmonis dan baik-baik saja.
"Sayang,mulai sekarang aku akan memakai seorang pengawal." ujar Brian memberitahu Lidya.
"Pengawal??untuk apa??" tanya Lidya penasaran.
"Untuk bisa menjaga dan melindungi disaat aku berada di kantor." jawab Brian.
"Kenapa harus pakai pengawal??kurasa itu terlalu berlebihan." tanya Lidya lagi yang heran.
"Tidak sayang..Tapi demi kau dan bayi kita aman.Sejak kejadian itu,aku sangat merasa bersalah karena gagal melindungi mu.Dan kali ini biar aku menebus kesalahan ku dengan memakai pengawal.Supaya tidak akan ada satu pun orang yang berani menganggu mu." jelas Brian panjang lebar.
"Begitu..Ya sudah,aku mengerti." jawab Lidya menuruti keinginan Brian.
Sesaat Brian menggenggam tangan Lidya.
"Aku sangat mencintai mu,aku akan merasa sangat bersalah jika aku tidak bisa membahagiakan mu dan malah membuat mu terluka." ungkap Brian dengan tulus.
Lidya pun langsung tersenyum tipis sambil mengangguk.
__ADS_1
"Iya,aku juga mencintai mu..Terima kasih kau juga sudah banyak mengorbankan segalanya untuk ku sayang." jawab Lidya membalasnya.
Brian langsung terlihat senang dan bahagia.
...****************...
Kantor Gala..
"Hai bos..ini proposal yang kau minta,sudah ku bereskan." sahut Alif yang nyelonong masuk ke ruangan Gala.Gala yang sedang fokus dengan pekerjaannya hanya melirik datar kearah Alif.
"Tumben,biasa seharian kau baru menyelesaikannya ." sindir Gala.
"Haha..Hari ini aku sangat senang bos." ujar Alif sambil tertawa.
"Senang kenapa?" tanya Gala penasaran.
Gala hanya menatap datar sambil menggelengkan kepalanya.
"Onta gila,apa bahasa mu tidak bisa lebih sopan lagi?" ujar Gala yang protes.
"Memangnya kenapa bos??kan bahasa ane sudah sopan?" tanya Alif yang bingung.
"Kurasa istri mu sudah salah memilih suami saraf sepertu mu..Tapi selamat lah untuk istrimu." sindir Gala sekaligus memberi ucapan pada Alif.
__ADS_1
"Ane seneng banget bos,masih seperti mimpi kalau istri ane bunting.." ujar Alif mengungkapkan rasa bahagianya pada Gala.
"Ya setelah ini kau akan merasakan pusing dan seperti orang gila,saat istri mu mengidam sesuatu." ujar Gala memberi peringatan.
"Gampang itu bos,apa pun aku pasti turutin.yang penting istri ku senang dan tidak boleh stres.Katanya orang bunting tidak boleh stres.Dan aku akan siap siaga 24jam menemani istri kesayangan ane..Hehehe.." kata Alif begitu yakin.
"Kita lihat saja,apa kau sanggup menghadapi orang hamil tanpa stres..Mereka sebagai istri tidak akan stres jika keinginan mereka dituruti,tapi kita lah yang sebagai suami justru akan lebih stres menghadapi mereka yang suka menginginkan sesuatu diluar nalar." ucap Gala kembali mengingatkan Alif.Karena sudah menjadi pengalaman Gala saat menghadapi Nayra waktu hamil.
Yang sempat membuatnya hampir stres dan gila,karena harus menuruti keinginan ngidam Nayra.Yang terkadang membuatnya tidak habis pikir dan aneh.
Alif pun langsung diam dan berpikir.
...****************...
Lidya kini bersiap-siap akan pegi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya yang sudah mulai membesar.
Setelah memeriksakan kandungan,Lidya berniat ingin ke supermarket untuk berbelanja bahan makanan.
Lidya pun juga ditemani seorang pengawal yang sudah diperintahkan Brian.Agar Lidya bisa dijaga dan dilindungi jika dia sedang berada dikantor.
Saat Lidya tengah berbelanja sendiri dan sang pengawal menunggunya diluar kasir.Lidya pun menikmati berbelanjanya dengan memilih beberapa macam sayuran.
Tapi,saat akan memilih salah satu sayuran dan ingin mengambilnya.Tiba-tiba secara bersamaan,seseorang juga akan mengambil yang akan dipilih Lidya.
__ADS_1
Seketika membuat Lidya langsung menoleh dam terkejut.
"Lidya." sahut seseorang tersebut.