
Saat Brian mengusap rambut Lidya dengan lembut,tiba-tiba seseorang menarik bahu Brian dari belakang dan menampar wajah Brian dengan cukup kuat.
Plak..
Seketika membuat Brian terkejut saat harus menerima tampan keras di pipinya.Terlebih melihat seseorang yang menampar dirinya adalah ayah Lidya,mertuanya sendiri.
"Pa,jangan seperti itu." sahut ibu Lidya mencoba menahan suaminya.
Sementara ayah Lidya justru menatap tajam kearah Brian.
"Suami macam apa kau ini??bisa-bisa membuat anak ku jadi seperti ini..!! apa kau sudah tidak bisa menjaganya lagi??" tegur ayah Lidya penuh emosi.
Bagaimana tidak,ayah mana yang tega melihat putri kesayangan yang sedang hamil,harus dengan keadaan yang terluka sekujur tubuh.Dan ayahnya juga tidak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya pada Lidya.
Brian sesaat terdiam menunduk.
__ADS_1
"Seharusnya kau menjaga Lidya dan melindunginya.Tapi kau lihat sekarang keadaannya??orang macam apa yang sudah membuat anak ku seperti ini,disaat kau tidak ada bersamanya.!!" tegur ayah Lidya lagi yang masih emosinya.
"Sudah pa..Kendalikan emosi papa dulu,jangan selesaikan masalah dengan suasana panas.ini tidak akan menyelesaikan masalah.Tenangkan diri papa,supaya Brian bisa menjelaskannya pada kita.Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Lidya." ucap ibu Lidya masih berusaha menenangkan ayah Lidya.
ayah Lidya pun mencoba mengatur nafas dan mengendalikan emosinya.Dan beberapa saat ia pun mulai tenang,tapi tatapannya tetap saja tajam saat menatap Brian.
"Brian,coba jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi pada Lidya??kenapa Lidya bisa seperti ini??" tanya ibu Lidya dengan nada pelan dan tenang.
Brian menghela nafas panjangnya.
"Tidak mungkin kau tidak tahu apa-apa..Selama ini Lidya tidak pernah punya musuh,selain mantannya dulu.Tapi itu sudah sangat lama.Aku yakin ini pasti ada kaitannya dengan mu." ucap ayah Lidya yang tidak mempercayai penjelasan Brian.Karena menurutnya penjelasan Brian hanya lah sebuah alasan untuk melindungi dirinya.
"Maaf pa,mungkin sekarang aku tidak bisa membuktikannya dan membuat kalian percaya.Tapi aku akan membereskan ini semua.Aku juga tidak mau hal ini terjadi pada istri ku.Apa pun akan ku lakukan untuk jika terjadi sesuatu pada istriku." ujar Brian meyakinkan kedua orang tua Lidya.
"Brian benar pa.mungkin apa yang terjadi pada anak kita,dia memang tidak tahu.Biarkan Brian menyelesaikan masalahnya.Kita percayakan saja semuanya pada Brian." sahut ibu Lidya membantu meyakinkan suaminya.
__ADS_1
Sang ayah pun menghela nafas panjangnya.
"Baik,untuk saat ini aku akan percaya.Tapi jangan coba kau melibatkan Lidya lagi jika memang ini dari masalah mu.Aku sebagai ayahnya tidak akan tinggal diam kalau melihat kondisi Lidya seperti ini lagi..Paham.!!" ucap ayah Lidya dengan tegas dan lantang.
Brian pun mengangguk mengerti.
"Baik pa." jawab Brian.
"Ayo kita pulang ma." kata ayah Lidya mengajak istrinya pergi.
"Iya pa..Mama titip Lidya ya..Jika terjadi sesuatu lagi cepat kabari kami." ucap ibu Lidya pada Brian dengan nada lembut dan mengikuti ayah Lidya dari belakang.
Brian pun kembali mengangguk.
Setelah kedua orang tua Lidya pergi,Brian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Cari tahu apa yang sudah terjadi pada istri ku." kata Brian memberi perintah pada seseorang disana.