
"Lakukan saja apa mau,jangan berharap aku akan bertanggung jawab apa lagi mengakui anak itu adalah anak ku..!!" ujar Brian dengan nada dingin dan langsung pergi meninggalkan Nadine.
"Kau akan menyesalinya Brian..!! Aku pastikan pernikahan kalian akan secepatnya hancur kalau kau tidak mau bertanggung jawab..!!!" teriak Nadine pada Brian yang akan pergi.
Langkah Brian pun berhenti dan menoleh.
"Jika kau berani melakukan itu,aku lah yang akan menghancurkan hidup mu dan juga anak haram yang ada didalam kandungan mu." ucap Brian dengan nada dingin dan langsung pergi.
"Arrghh..!! brengsek kau Brian..!!" teriak Nadine penuh emosi,karena melihat sikap Brian yang sama sekali tidak memperdulikannya.
Brian pun mengemudikan mobilnya dengan kencang.Dan beberapa saat ia mengeluarkan ponselnya,menghubungi seseorang yang ingin ia temui.
"Halo,apa kau sibuk??temui aku ditempat biasa..sekarang.." ujar Brian pada seseorang yang baru saja ia hubungi.
...****************...
Cafe xxx..
__ADS_1
Brian tengah duduk sambil menikmati life musik yang sedang berlangsung dicafe tersebut.
Tak berapa lama seseorang yang ditunggu pun datang.
"Ada apa kau minta ku bertemu ??" tanya seseorang yang tidak lain adalah Gala sendiri.
"Maaf aku ganggu waktu mu.. aku butuh teman bicara." ujar Brian.
Sesaat Gala mengernyitkan alisnya keatas.
"Ada apa??kau ada masalah??" tanya Gala dengan serius.
Beberapa saat Gala pun terkejut saat mendengar semua cerita Brian.
"Kau serius wanita itu muncul lagi dengan keadaan hamil?" tanya Gala memastikan.
"Yah..Dan ini membuat rumah tangga ku kacau..dia sengaja datang menemui Lidya,hingga membuat Lidya syok dan sekarang terbaring lemah di rumah sakit..Aku harus bagaimana membereskan wanita itu??" jawab Brian dan bertanya meminta saran pada Gala.
__ADS_1
"Situasi ini cukup sulit,apa lagi dia dalam keadaan hamil..aku belum pernah lihat kasus seperti ini." ujar Gala yang bingung.
"Aku juga bingung,bagaimana bisa wanita itu muncul dan mengaku hamil anak ku.." kata Brian yang juga bingung.
"Tapi apa kau pernah merasa meniduri dia??" tanya Gala memastikan dulu.
"Pernah,dan itu juga kemauannya..aku tidak memaksanya melakukannya untuk ku..dan aku juga tidak pernah menanamkan benih ku pada wanita yang bukan pilihan terakhir ku..jadi aku yakin bahwa dia bukan hamil anak ku." jelas Brian.
"Ini cukup membingungkan,dia berani muncul karena dia yakin dia hamil anak mu..tapi kau merasa itu bukan anak mu..lalu apa yang akan kau lakukan??dia pasti tidak akan tinggal diam.." ujar Gala.
"Ya,itu juga yang menjadi membuatku bingung..dia pasti akan terus mengusik kehidupan ku,terutama Lidya..aku harus membereskan ini semua..tapi Lidya sudah terlanjur kecewa tanpa memberi ku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."
"Semua wanita pasti akan berbuat yang sama,jika wanita asing muncul dan mengusik kehidupan pernikahan mereka.. artinya kau harus mencari tahu tentang kehamilan wanita itu..Kalau kau merasa itu bukan anak mu,kau harus membuktikannya..jangan menunda sebelum masalah ini semakin rumit dan berdampak pada rumah tangga kalian." kata Gala memberi saran.
"Memang sepertinya aku akan mencari tahu tentang wanita itu..Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengusik apa lagi menghancurkan pernikahan kami."jawab Brian.
"Kau ingin aku membantu mu??" tanya Gala menawarkan bantuan pada Brian.
__ADS_1
"Tidak usah,aku akan membereskannya sendiri..thanks,kau sudah mendengarkan semua masalah ku.." jawab Brian menolak tawaran bantuan dari Gala.
"Oke.. kuharap masalah yang kau hadapi bisa diselesaikan dan pernikahan kalian kembali baik-baik saja.." ujar Gala mendukung Brian.