
Keesokan harinya..
Tiara bergegas bersiap-siap untuk berangkat bekerja,begitu juga dengan Alfian.Sebelum berangkat Alfian lebih bersiap untuk sarapan.Tapi saat melihat meja makan yang kosong,Alfian menghela nafasnya.
Dan secara bersamaan ia melihat Tiara yang akan berangkat.
"Kau tidak buat sarapan??" tanya Alfian.
"Kau masih punya muka menyuruhku membuatkan sarapan untukmu??" tanya Tiara dengan nada ketus.
"Tiara,aku minta maaf..aku benar-benar khilaf..tolong lupakan yang terjadi semalam." ungkap Alfian merasa bersalah.
"Khilaf kata mu??asal kau tahu,seorang suami jika sudah main tangan sekali saja,akan jadi kebiasaan untuk mereka main tangan..Dan aku tidak terima dengan perlakuan mu..paham..!!" jawab Tiara dengan tegas dan langsung berjalan melalui Alfian untuk berangkat.
Alfian pun langsung menarik tangan Tiara agar tidak pergi.
"Tolong Tiara,aku memang salah..Aku menyesal,aku janji tidak akan melakukannya lagi." ungkap Alfian berusaha membujuk Tiara.
Tiara langsung menghempaskan tangan Alfian dengan kasar.
"Aku tidak terima maaf mu..Secepatnya urus surat perceraian kita.Karna aku sudah muak hidup dengan lelaki miskin seperti mu..!!!" bentak Tiara yang kembali meluapkan emosinya pada Alfian.
Tiara pun langsung berjalan menuju pintu untuk pergi.
Mendengar penghinaan dari Tiara,seketika Alfian pun tersulut emosi dan langsung mengambil sebilah pisau.Dan menghujamkan pisau tersebut kearah Tiara yang akan membuka pintu.
__ADS_1
"Wanita brengsek,ja*ang sialan..!!berani kau menghina ku lelaki miskin..!!" teriak Alfian yang terus menghujamkan pisau tersebut kearah punggung Tiara.
Seketika Tiara pun jatuh tersungkur dan membuat Alfian dengan mudah menusukkan pisau tersebut saat ia berada di atas tubuh Tiara.
Jleb..Jleb..
Suara tikaman tersebut terdengar jelas saat Alfian berulang kali menghujam pisau di tangannya ke tubuh Tiara.
Tiara pun langsung tewas terkapar dan tak bisa bertahan lagi,karena kehilangan banyak darah.
Beberapa saat Alfian pun tersadar atas apa yang sudah ia lakukan.Ia begitu terkejut dan syok,saat melihat Tiara sang istri sudah tewas bersimbah darah akibat ulah nya sendiri.
"Tiara..Tiara..hiks,apa yang sudah ku lakukan pada mu??maafkan aku Tiara..Arrgghh..!!" isak Alfian membangunkan Tiara dan langsung berteriak histeris saat mengetahui jika nyawa Tiara berakhir ditangannya sendiri.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Brian tampak merasa heran karena tidak melihat soosk Tiara lagi dikantornya.
Merasa penasaran ia pun bertanya pada staff HRD nya.
"Dimana OG baru itu??" tanya Brian penasaran.
"Oh,saya dengar dari keluarganya OG bernama Tiara sudah meninggal pak.Jadi mereka memberitahu saya kemarin." jawab sang staff HRD.
__ADS_1
"Meninggal??" tanya Brian samb mengernyitkan pandangannya.
"Benar pak,dengar-dengar Tiara meninggal karena dibunuh suaminya sendiri." jelas sang staff nya lagi.
"Oh.." ujar Brian singkat dan langsung pergi.
*
*
Malamnya,Terlihat Brian dan Lidya tengah bersantai sambil menonton tv.
"Apa kau sudah dengar tentang mereka yang saat membuat keributan dengan kita??" tanya Brian pada Lidya.
"Tidak,kenapa??" tanya Lidya.
"Istrinya tewas ditangan suaminya.Dan aku sempat membaca berita nya di media sosial." ungkap Brian menceritakannya pada Lidya.
Sesaat Lidya pun sempat kaget mendengar cerita Brian.
"Oya,bagaimana bisa??ku pikir mereka hidup bahagia.." ujar Lidya kembali bersikap biasa saja.
"Entah lah,sebuah rumah tangga tidak akan ada yang tahu bagaimana menjalaninya..Ini seperti pelajaran berharga untuk mereka,karena sudah menyakiti mu di masa lalu." jawab Brian
Lidya hanya mengangguk paham dengan ucapan Brian.
__ADS_1