
Melihat Nayra sedang sibuk di dapur,Gala sesekali memperhatikan Nayra.Merasa bosan ia pun menghampiri Nayra
"Ada yang bisa ku bantu?"Tanya Gala basa basi
"Memang tuan bisa membantu?"Tanya balik Nayra
"Hei..Kau meremehkan ku??Walaupun aku tidak pernah di dapur,tapi setidaknya aku bisa melakukan apa pun di dapur ku."Jawab Gala dengan sombong
Nayra hanya menatap datar
Dasar tuan sombong..Gerutu Nayra dalam hati
"Kalau begitu tuan cuci piring saja,Bagaimana?"Ujar Nayra sambil menunjuk kearah beberapa piring kotor di wastafel
Gala pun melirik kearah wastafel
"Sepertinya aku lebih baik mengerjakan yang lain saja.."Jawab Gala yang menolak secara tidak langsung
"Ck..Katanya mau bantu..Bilang saja tuan tidak bisa mencuci piring."Sindir Nayra
"Aku tidak mau membasahi tangan ku ..Yang lain saja."Jawab Gala dengan alasan
__ADS_1
"Ya sudah,diiris bawang merah saja..Bisa tidak?"Ujar Nayra sekaligus bertanya dan sengaja menantang Gala
"Ohhh..Ini sangat mudah..Bawang sekecil ini gampang sekali kalau hanya di iris.."Ujar Gala dengan nada sombongnya
Nayra hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
Dan Gala mulai mencoba mengiris bawang merahnya satu hingga dua siung
"Sudah..Hanya ini??"Jawab Gala dan bertanya sembari menyerahkan bawang yang telah ia iris
"Bukan segitu tuan..Masih ada lagi..10 bawang merah lagi..Apa tuan masih bisa mengirisnya??"Jawab Nayra dan kembali menantang Gala
"Ohhh..Gampang sekali..Mau satu kilo pun aku pasti bisa..Sini.."Jawab Gala kembali menyombongkan dirinya
"Kau meragukan ku lagi??Baik,kau lihat saja..Kalau aku bisa menyelesaikan ini semua,kau harus menuruti semua permintaanku..Bagaimana??"Jawab Gala menantang balik
"Iya baik lah..Saya akan turuti apa mau tuan."Jawab Nayra menerima tantangan Gala
"Deal.."Ujar Gala langsung memulai mengiris bawang merah itu lagi
Saat diawal ia dengan mudahnya mengiris bawang tersebut.Namun,disaat mengiris bawang yang ke lima,ia mulai merasakan hawa yang tidak enak.Bau bawang yang begitu menyengat dan mata tang mulai pedih.Berusaha ia menahannya sampai ia menyelesaikannya
__ADS_1
Sial..Kenapa bawang ini semakin lama semakin membuat mata ku pedih..Baunya sungguh menusuk hidungku..Bahkan hampir membuat hidung dan mataku berair..Bawang sialan..Umpat Gala kesal
Nara yang menyadari akan raut wajah Gala yang mulai tak karuan,hanya bisa tersenyum
"Sudah berhenti saja tuan..Tuan tidak terbiasa mengiris bawang itu..Tuan nanti bisa menangis loh.."Ucap Nayra sengaja mengejek
"Menangis??Hanya karna mengiris bawang saja aku menangis??Kau pikir aku selemah itu??Kau lihat saja,aku pasti bisa menyelesaikan bawang ini.."Ujar Gala yang tak menyerah dan tetap terus mengiris
Sampai akhirnya ia pun selesai menyelesaikan bawang tersebut
"YESSSS...!!! Aku berhasil..Kau lihat,aku bisa kan mengiris bawang ini sampai selesai??"Seru Gala merasa senang dan bangga dengan tantangan yang bisa ia selesaikan.Walau harus menahan pedih dan air matanya yang menetes
"Wah..Tuan hebat..Saya saja tidak akan sanggup mengiris bawang sebanyak itu.."Puji Nayra pada Gala
"Kan sudah kubilang,ini hal yang mudah..Semua pasti bisa ku lakukan..Dan kau harus menepati janji.."Jawab Gala dan menatap Nayra dengan tatap menggoda
"Eh.. Itu..I..Iya..Saya akan menurutinya,tapi lain kali saja."Jawab Nayra dengan gugup
"Tidak ada lain kali..Jika aku memintanya sekarang artinya kau harus menurutinya sekarang..Mengerti?"Ucap Gala dengan nada dingin
Nayra pun hanya bisa tersenyum terpaksa
__ADS_1
...****************...