
Melihat Gala mulai tenang,pak Satyo pun mendekati Gala
"Maaf tuan..Bisakah saya bicara dengan tuan berdua saja??"Tanya pak Satyo
Gala pun melirik tajam
Di suatu tempat..
"Katakan..Apa yang ingin kau katakan??"Tanya Gala dengan nada dingin
"Sebenarnya yang terjadi dengan nona Nayra adalah.."
Pak Satyo menceritakan semuanya pada Gala
Flashback...
"Tuan awas."Teriak Nayra ketika lelaki misterius tersebut akan menyerang ayah Gala dengan sebilah pisau yang sudah ia pegang dari sebelumnya
Nayra dengan cepat menghalangi,sebelum pisau tersebut mengenai ayah Gala.Namun Nayra sendiri lah yang menjadi korban si lelaki misterius
Pisau tersebut pun menancap tepat dibagian perut Nayra
Sontak membuat mereka terkejut,terlebih keadaan Nayra yang langsung tumbang dan jatuh kelantai
Lelaki misterius tersebut melepaskan pisau tersebut dan berusaha kabur.Namun si pengawal ayah Gala dengan cepat menangkap lelaki misterius tersebut
__ADS_1
Sedangkan ayah Gala pun mendekati Nayra
"Ka..Kau baik baik saja..??Cepat panggilkan ambulans.."Tanya ayah Gala pada Nayra dan memerintahkan pengawal lainnya untuk memanggil ambulans
Darah segar pun terus mengalir dari perut Nayra,dan wajah Nayra mulai memucat akibat banyaknya mengeluarkan darah
"Tenang..Ambulans sebentar lagi akan datang."Ujar ayah Gala yang sangat panik dengan keadaan Nayra
"Ma..Maafkan ..Saya..Tuan.."Lirih Nayra dengan nada pelan dan akhirnya jatuh pingsan akibat kehilangan kesadaran
Ayah Gala pun merasakan syok dan tak mengira jika ia akan diserang oleh lelaki misterius yang rupanya memiliki dendam pribadi dengannya.Karna merasa sakit hati,akibat dipecat dari perusahaannya secara tidak hormat
Dan tak menyangka jika Nayra berani mengorbankan dirinya dengan mempertaruhkan nyawanya demi melindungi dirinya.Yang sangat membenci Nayra
πΈπΈπΈπΈ
Gala pun mengepalkan tangannya dan langsung memukul dinding dengan meluapkan semua amarahnya yang tak tertahankan
"Brengsek..Brengsek.Bajingan..!!!Sudah kuduga ini semua karna papa..!!!"Ucap Gala dengan penuh emosi
"Tuan..Bersabar lah..Sepertinya tuan besar juga saat ini sedang mengalami syok akibat insiden yang terjadi pada nona Nayra."Ucap pak Satyo memberitahukan pada Gala
"Kau pikir aku akan peduli??"Ujar Gala menatap tajam kearah pak Satyo dan langsung pergi
Pak Satyo hanya memandang kepergian Gala
__ADS_1
Gala pun kembali kerumah sakit dan melihat keadaan ibu Nayra yang masih tertunduk lemas sambil menangisi Nayra
Alif yang masih berada disana langsung menghampiri Gala
"Kau sudah lebih baik?"Tanya Alif dengan serius
"Dimana dia??"Tanya Gala mengarah pada ayahnya
Alif yang seakan mengerti maksud pertanyaan Gala hanya menghela nafas panjang
"Ayah mu pulang,asistennya menyarankan papa mu untuk beristirahat..Khawatir dengan keadaanya yang akan mempengaruhi kesehatannya..Karna ayah mu sepertinya sangat syok dengan kejadian yang menimpa Nayra."Jelas Alif
"Lalu bagaimana dengan Nayra??Apa operasinya sudah selesai??"Tanya Gala lagi
"Belum..Mereka masih berjuang disana..Kita harus sabar menunggu."Jawab Alif
Sesaat Gala terdiam dan perhatiannya pun tertuju pada ibu Nayra
Gala pun mendekati ibu Nayra dan berlutut dihadapan ibunya
Membuat ibu Nayra terkejut dengan tindakan Gala yang tiba tiba
"Ke..Kenapa kamu seperti ini nak?"Tanya ibu Nayra pada Gala dengan bingung
Gala pun tetap berlutut sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Maafkan aku..Aku..Aku sudah gagal melindungi Nayra..Seharusnya ini tidak terjadi pada Nayra..Maafkan aku.."Ucap Gala dengan pelan sepertinya mengakui kesalahan