Gadis Cacat Milik Tuan Muda

Gadis Cacat Milik Tuan Muda
Bonus Chapter 26


__ADS_3

Sesaat Brian langsung tersenyum miring.


"Ku pikir kau wanita licik dan pintar,tapi ternyata tidak seperti yang ku bayangkan.Kau memang licik bisa menyembunyikan kebusukan mu.Tapi sayangnya kau tidak pintar membaca situasi seseorang yang ingin menjebak mu." ungkap Brian.


"Apa maksud mu Brian??" tanya Nadine dengan nada kesal.


"Kau berada disini karena memang harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu." ucap Brian.


"Tanggung jawab apa??aku tidak melakukan apa pun??kenapa kau membuat ku berada disini Brian?cepat keluarkan aku dari sini..!" tanya Nadine yang masih bersikeras tidak mengakui semua perbuatannya.


"Kau sudah melukai istri ku,kau menyakiti dan memukuli fisiknya tanpa ampun.Dan sekarang kau seolah merasa tidak melakukan apa pun.Apa kau pikir kau bisa membodohi ku??sudah ku bilang,aku akan membuat mu menyesal kalau kau berani menyentuh istri ku." jelas Brian mengungkapkan yang terjadi pada Lidya.


"Kau menuduh ku tanpa bukti,bagaimana bisa kau membuat ku berada disini." ujar Nadine menentang tuduhan Brian.


"Bukti??jika tidak ada bukti,tidak mungkin kau bisa berada disini.Jadi mulai sekarang nikmati saja hari-hari mu didalam penjara,dan kuharap anakmu lahir dengan selamat."kata Brian sebelum pergi.

__ADS_1


"Tidak bisa Brian,kau sudah berjanji akan bertanggung jawab atas anak ini.Aku bisa balik melaporkanmu karena kau tidak mau bertanggung jawab untuk anak ku..!! kau bahkan juga sudah bercerai,seharusnya kau bertanggung jawab penuh Brian..!!" sentak Nadine lagi.


"Apa kau pikir aku benar-benar bercerai dengan istri ku??kau pikir surat perceraian itu asli??heuh..Bodoh sekali.." ujar Brian meremehkan perkataan Nadine.


Nadine langsung menatap bingung.


"Jadi kau sudah menipu ku??brengsek kau Brian..Bajingan..!! aku pasti akan membuat mu juga berada disini,kau pikir kau bisa hidup bahagia dengan wanita sialan itu.!!" teriak Nadine langsung emosi karena baru menyadari jika dirinya sudah ditipu oleh Brian.


"Sudah ku bilang,kau terlalu bodoh Nadine.Dan silakan saja kalau kau mau melaporkan aku,karena mereka tidak akan ada satu pun yang mempercayai mu.Karena aku sudah tahu siapa orang yang sebenarnya sudah menghamili mu." ungkap Brian tanpa takut dengan ancaman Nadine.


Ia pun langsung pergi meninggalkan Nadine yang berada didalam sel tahanan.


"Brian..!! jangan pergi..!! keluarkan aku dari sini..!!brengsek kau Brian..!!" teriak Nadine histeris.


"Argghh..Huaaa..Keluarkan aku dari sini..Hiks." teriak Nadine lagi yang akhirnya menangis dengan sedihnya.

__ADS_1


Brian pun tidak perduli dengan teriakan Nadine yang begitu histeris memanggilnya.Sebab dengan cara itu,membuatnya merasa puas dan memberi pelajaran berharga untuk Nadine.Agar berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu yang akan menanggung resikonya.


...****************...


Setelah mengobrol lama dengan Yuka,Anggara pun berpamitan pulang dengan perasaan yang begitu kecewa dan sedih.Seakan cintanya yang bertepuk sebelah tangan,membuatnya tidak bisa lagi berharap apa pun lagi untuk bisa mendekati Yuka.


"Sepertinya dia memang bukan jodoh ku." ucap Anggara sambil menghela nafas panjang dan pergi.


*


*


Setelah menemui Nadine di sel tahanan,Brian langsung bergegas ke rumah sakit untuk bertemu dengan Lidya sang istri.


Tiba di rumah sakit,Brian langsung masuk ke kamar perawatan dan melihat Lidya sedang makan.

__ADS_1


"Sayang." sapa Brian menghampiri Lidya.


Lidya pun langsung menoleh kearahnya.


__ADS_2