
"Maaf sebelumnya kalau aku harus mengusik kebahagiaan pernikahan mu..tapi,saat ini aku hamil..hamil anak Brian." ungkap Nadine.
Seketika membuat Lidya terkejut dan syok,saat mendengar ucapan Nadine yang tidak pernah ia bayangkan.
"A..Apa??hamil anak Brian??" tanya Lidya memastikan lagi dengan membulatkan kedua matanya.
Nadine hanya mengangguk pelan.
"Tidak mungkin,bagaimana kau bisa mengatakan bahwa kau hamil anak Brian??apa hubungan mu dengannya??dan apa buktinya jika kau memang hamil anak darinya??" tanya Lidya yang tidak begitu langsung percaya dengan pernyataan Nadine.
Nadine pun mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan memberikannya pada Lidya,yaitu sebuah beberapa lembar foto.
Lidya langsung menerima dan melihat foto tersebut.Ia semakin syok dan menutup mulutnya.Kala ia harus melihat isi foto yang menunjukkan foto sepasang pria dan wanita yang ternyata adalah Brian dan Nadine.Foto yang begitu mesra yang diabadikan di berbagai tempat dalam foto tersebut.
__ADS_1
"Mungkin dari foto ini akan membuatmu percaya,jika aku dan Brian memiliki hubungan..Kami sempat menjalin hubungan selama setahun,tapi harus kandas karena aku tidak bisa menerima pengkhianatan yang dilakukan Brian padaku..Tapi,aku tidak mengira kandasnya hubungan kami,justru membuat ku hamil anaknya..dan aku semakin tidak menyangka kalau ternyata dia sudah menikah.." jawab Nadine menceritakan tentang hubungannya bersama Brian.
"Ku pikir Brian tidak akan pernah serius dengan wanita mana pun,karena dia sudah terkenal dengan sisi playboy nya..Tapi ternyata dia sudah menikah dengan mu,aku hanya bisa turut bahagia." sambung Nadine.
"Kau mengatakan turut bahagia atas pernikahan kami,tapi kau muncul seolah menjadi korban masa lalu mu..apa menurut mu itu turut bahagia??"sindir Lidya.
Nadine hanya menatap Lidya dengan tenang.
"Maaf,kalau kemunculan ku mengusik kebahagiaan mu..tapi kau pasti mengerti dengan kondisi ku saat ini..aku bukan ingin menjual nama anak yang ada didalam kandungan ku,tapi anak ini berhak mendapatkan pengakuan dan pertanggung jawaban dari ayah kandungnya..Kita sesama wanita,kau pasti paham jika berada di posisi ku." ungkap Nadine beranjak bangkit.
"Sampaikan pada Brian,bagaimana ia akan menyelesaikan masalah ini..karna kehamilan ku tidak bisa ditutupi lagi dan terus bersembunyi dari orang-orang sekitar ku,termasuk keluarga ku sendiri.permisi.." kata Nadine langsung meninggalkan Lidya yang masih diam menunduk.
Setelah Nadine pergi,Lidya pun langsung berteriak dan membuang semua barang-barang yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Arghhh..!!" teriak Lidya yang histeris.
Bagaimana tidak,jika diawal pernikahan mereka yang baru saja mereka jalani dengan harmonis dan baik-baik saja.Harus menerima ujian yang sulit untuk ia terima.Terlebih mengetahui kehamilan pada wanita yang pernah berlabuh di hati Brian.Hatinya pun begitu hancur berkeping-keping.Seakan masih tidak percaya,jika lelaki yang sudah dianggapnya pria terakhir dalam hidupnya,justru telah tega mengkhianati dirinya dan menghancurkan kebahagiaan yang baru saja ia bangun.
Lidya hanya bisa menangis histeris dan tidak terima dengan kenyataan pahit yang harus ia terima.Baru saja akan membaik hatinya karna orang yang dulu pernah menyakiti perasaannya,kini kembali tersakiti lagi dan justru lebih sakit dari sebelumnya.
*
*
Malam harinya..
Saat Brian baru pulang dari kantornya,ia merasa heran dengan kondisi rumah yang gelap dan pintu yang tidak terkunci.Saat memasuki rumahnya,ia sangat terkejutsaat menyalakan lampu dan melihat keadaan rumah yang begitu berantakan,dengan barang-barang yang berserakan dan juga pecahan gelas kaca di lantai.Membuat Brian pun langsung panik mencari keberadaan Lidya.
__ADS_1
"Sayang..sayang..kau dimana??" sahut Brian memanggil Lidya.