
Akhirnya Lidya memberikan kesempatan Brian untuk menjelaskan semuanya padanya.
"Wanita itu adalah masa lalu ku,kami memang sempat menjalin hubungan..Tapi itu cuma setahun,dan jujur kami memang pernah melakukan hubungan badan..karena saat itu aku memang pria yang suka bermain-main dengan semua wanita..jadi bagiku wanita itu cuma sebatas mainan ku yang tidak memiliki perasaan apa pun padanya." jawab Brian menjelaskan.
"Lalu kenapa kalian bisa berpisah?" tanya Lidya.
"Karena dia melihat ku dengan wanita lain..dia seakan tidak bisa menerima pengkhianatan yang kulakukan..akhirnya kami putus dan tidak pernah bertemu dengan dia sekali pun." jawab Brian menjelaskan lagi.
"Tapi bagaimana dengan kehamilan wanita itu??kenapa kau bilang kalau dia bukan hamil anak mu??sedangkan kau sudah pernah melakukannya." tanya Lidya lagi.
"Karena aku tidak pernah menanamkan benih ku pada wanita mana pun,termasuk dia juga." jadi aku bisa jamin kalau anak yang ada didalam kandungannya bukan anakku"jawab Brian dengan tegas.
Sesaat Lidya pun diam dan mengalihkan tatapannya dari Brian.
Brian menggenggam tangan Lidya dengan erat.
__ADS_1
"Aku akan buktikan jika masalah ini adalah jebakan dari wanita itu..aku berani sumpah,yang ku miliki hanya ku berikan pada mu..satu-satunya wanita yang sangat berarti untuk ku.." ungkap Brian dengan tatapan yang tulus.
Yang sesaat membuat Lidya merasa luluh dan sedikit percaya dengan kejujuran Brian.
"Jadi bagaimana kau akan membereskan masalah ini??aku tidak mau semua orang tahu jika masalah ini semakin melebar kemana-mana.." ucap Lidya
"Kau tenang saja sayang..aku akan membereskan semua ini..Yang ku minta kau percaya padaku..tidak akan ada satu pun orang yang bisa mengusik rumah tangga kita,bahkan wanita itu..aku pasti akan membongkar semua kebusukan yang dilakukan wanita itu." ucap Brian berusaha meyakinkan Lidya.
Lidya pun menghela nafasnya sambil mengangguk.
"Iya sayang,aku akan membuktikan semuanya..terima kasih sayang." jawab Brian langsung memeluk tubuh Lidya dengan erat.Ia bersyukur jika Lidya masih mempercayainya dan memberikan dirinya kesempatan untuk membuktikan kebohongan yang dilakukan Nadine pada rumah tangganya.
...****************...
Keesokan harinya..
__ADS_1
Lidya yang akan bersiap-siap pergi ke suatu tempat,tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Nadine kembali.
"Kau lagi?" seru Lidya langsung terheran.
"Maaf aku menganggu waktu mu." ujar Nadine.
"Mau apa lagi kau datang ke sini??" tanya Lidya dengan nada datar.
"Aku akan langsung ke intinya saja..ku minta tolong biarkan Brian bertanggung jawab atas anak ini..Karena kemarin dia datang dan menolak untuk bertanggung jawab.." ucap Nadine pada Lidya.
"Maaf,apa kau mengerti kenapa dia bisa menolak dan menentang atas kehamilan mu??" tanya Lidya sengaja menguji Nadine.
"Ya itu karena dia tidak mengakui anak yang ada didalam kandungan ku.." jawab Nadine.
"Lalu apa kau akan tetap memaksa dia untuk mengakui kehamilan mu??" tanya Lidya lagi.
__ADS_1
"Tentu saja,dia harus bertanggung jawab..bagaimana aku bisa tinggal diam melihat anak ku lahir tanpa seorang ayah..kau pasti mengerti dengan posisiku." jawab Nadine dengan tegas.