
Brian pun berjalan kearah kamarnya,dan saat memasukinya ia melihat Lidya tengah duduk didepan meja nakas nya.
"Sayang..kenapa keadaan di ruangan sangat berantakan??apa yang sudah terjadi??kau baik-baik saja??" tanya Brian yang penasaran dan juga mengkhawatirkan keadaan Lidya.
Lidya pun menoleh dan menatap tajam kearah Brian.
Plak..
Sebuah tamparan keras mendarat tepat d kearah pipi Brian.
Membuat Brian sontak terkejut dan menatap Lidya.
"Sayang,apa yang sudah kau lakukan??kenapa kau menamparku??" tanya Brian yang bingung.
"Lelaki penipu..pembohong..pengkhianat..!!" sahut Lidya yang langsung memaki Brian dengan kata tajamnya.
__ADS_1
"Kau kenapa sayang??kenapa kau menyebut ku seperti itu??" tanya Brian lagi mencoba untuk menyentuh Lidya.
Tapi Lidya dengan cepat langsung menepis tangan Brian dari nya.
"Jangan menyentuh ku..!!aku merasa jijik dengan mu..kau sudah menipu,kau bilang kau sangat mencintaiku..tapi apa??kau justru mengkhianati ku..!!!" sentak Lidya dengan nada suara yang begitu histeris.
"Apa yang kau katakan??aku tidak mengerti maksud mu??kenapa kau bilang aku mengkhianati mu??" tanya Brian semakin bingung dan tidak mengerti apa yang sudah dimaksud Lidya padanya.
Lidya pun langsung mengambil beberapa lembar foto Brian bersama Nadine dan melemparkannya langsung ke wajah Brian.
Lidya pun memukuli dada Brian,melampiaskan semua amarahnya karena merasa dirinya sudah ditipu dan dikhianati oleh pria yang kini sudah menjadi suami sahnya.
Brian pun begitu terkejut saat memandangi foto yang ternyata memang dirinya.Tidak tahu kenapa foto tersebut bisa ada ditangan Lidya,hingga membuat Lidya langsung melampiaskan seluruh kemarahannya.
Lidya pun menangis dengan tersedu-sedu dan terduduk lemas.Hatinya yang begitu sakit dan hancur,mengetahui lelaki yang percaya akan menemani seluruh hidupnya.Tapi justru mengkhianati ketulusan hatinya.
__ADS_1
"Hiks..apa salah ku..kenapa kau tega melakukan ini padaku..huaa..aku hanya ingin dicintai dengan tulus,aku tidak meminta apa pun dari mu,hanya kesetiaan dan ketulusan hatimu..Hiks.."
"Tapi kenapa??hiks..kenapa kau menghancurkan perasaan ku..kau menghancurkan kepercayaan ku..huaa..Apa aku terlihat bodoh di mata mu??sampai kau harus menyembunyikan hal ini dari ku.. kenapa???!!" ungkap Lidya masih dengan nada histerisnya dan tetap menangis.
Brian pun langsung bersimpuh dihadapan Lidya.
"Sayang,aku bisa jelaskan..ini pasti ada kesalah pahaman..Ini tidak seperti yang kau pikirkan..tolong,sebaiknya kau tenangkan diri dulu.." ujar Brian mencoba menenangkan Lidya dengan kembali menyentuh kedua lengan Lidya.
Namun,lagi-lagi Lidya langsung menepis tangan Brian dan menolak untuk disentuh oleh Brian.
"Sudah kubilang jangan menyentuh ku..!! bagaimana bisa kau bilang ini ke salah pahaman??sedangkan wanita yang ada didalam foto itu sedang mengandung anak mu??bagaimana kau menjelaskan ini semua??kenapa kau harus menipuku dengan cara seperti ini..!!" teriak Lidya lagi yang terus merasa emosi saat melihat Brian.
"Hamil??maksud mu dia hamil??" tanya Brian yang kembali terkejut,karna tidak mengetahui jika Nadine telah hamil anaknya.
Dan beberapa saat Lidya pun jatuh pingsan,karna merasa kelelahan.
__ADS_1
"Sayang..sayang,kau kenapa??ayo bangun sayang.." panggil Brian pada Lidya yang jatuh pingsan di atas pangkuannya sambil menepuk pelan pipinya.