
Lidya pun hanya menatap aneh dengan sikap Brian.Ia merasa Brian masih tidak sungguh sungguh mengatakannya
"Akan ku buktikan jika aku serius dengan mu Lidya..Sekarang aku akan melakukan sesuai perintah mu."Ujar Brian yang mulai berjalan ketengah jalan yang masih sepi.
Lidya pun mengikutinya dan memastikan Brian tidak akan melakukannya
Aku yakin dia cuma pura pura..Batin Lidya
Namun tebakan Lidya salah,Brian justru membuktikan dirinya tiduran ditengah jalan sambil membentangkan kedua tangannya
Lidya pun sangat terkejut melihat aksi Brian yang tergolong nekat.Ia pikir Brian tidak akan melakukan sesuai perintahnya.Namun tebakan nya justru salah.Brian benar benar melakukannya.Dan membuat Lidya tercengang melihat aksi Brian
"Hei..Bangun..Apa yang kau lakukan tuan..Cepat bangun..Kau ingin mempermalukan dirimu..??"Ujar Lidya menyuruh Brian untuk bangkit
"Jawab dulu kau mau memaafkan ku atau tidak..Baru aku akan bangun.."Tanya Brian
"Ih..Orang tidak waras..Ayo cepat bangun..!!"Ujar Lidya memaksa Brian untuk bangkit
__ADS_1
Karna beberapa mobil harus berhenti mendadak dan terus mengklason akibat ulah Brian
"Woi..Lu orang mau cari mati ya??kalau mau berantem jangan ditengah jalan..Dasar bocah..!!!"Teriak seseorang dari dalam mobilnya
Membuat Lidya merasa tidak enak dan malu dengan teriakan si pengemudi tersebut
"Oke..Oke..Aku akan berdamai denganmu..Ayo cepat bangun..Menyusahkan selalu.."Sahut Lidya pada Brian yang akhirnya memilih mengalah demi tidak dipermalukan.Padahal sudah dipermalukan
Brian pun tersenyum dan langsung bangun.Lidya pun menarik paksa tangan Brian menuju rumahnya lagi
"Lain kali kau berani melakukannya lagi,lakukan saja didepan rumahmu..Dasar tidak tahu malu.."Sentak Lidya kesal
.
"Ya..Berdamai tapi tidak dengan marah ku..Heuh.."Jawab Lidya ketus
Brian hanya tersenyum dengan raut wajah Lidya yang kesal
__ADS_1
"Ternyata kau sangat cantik jika sedang marah..Bagaimana jika kau tersenyum..Mungkin akan lebih manis.."Puji Brian pada Lidya
"Dasar playboy..Memang mudah sekali mengatakan modus seperti ini..Kau pikir aku akan terkesima dengan modus mu itu.."Sindir Lidya
"Aku tidak modus..Aku serius mengatakannya..Kau memang cantik..Bahkan sangat cantik..Bisa kau tunjukan senyuman mu.??Biarkan aku melihatnya.."Tanya Brian
"Kau pikir kau siapa??Menyuruhku untuk tersenyum..Sudah bagus aku mau berdamai denganmu.. Kau malah ngelunjak..Banyak permintaan..Ck.."Ucap Lidya kembali ketus
"Ayo lah..Hanya sekali saja..Aku ingin lihat..Kau tahu?Aku belum pernah memohon seperti inu pada wanita..Hanya kau wanita pertama yang membuat ku harus memohon.."Ujar Brian membicarakan dirinya
"Kau kira aku peduli??Dasar sombong..Karena kau bisa membeli mereka dengan uangkan ,makanya kau tidak pernah memohon..Dan justru mereka lah yang memohon karna uangmu.."Sindir Lidya lagi
"Kau benar..Itu sebabnya aku mengatakan,kau berbeda dari wanita mana pun..Kau ternyata wanita yang tangguh..Sulit ditaklukan.."Jawab Brian dengan santai nya
"Dan apa pikir aku akan terkesan dengan pujianmu??Tidak pengaruh untukku..Sudahlah sebaiknya kau pergi saja..Urusan kita sudah selesai..Jangan datang lagi kesini.."Ucap Lidya mulai mengusir Brian pergi
"Lidya..Kenapa kau mengusir nak Brian??Dia kan datang baik baik..Jangan bersikap sepertu itu nak.."Sahut sang ibu tiba tiba muncul sembari membawakan teh untuk Brian
__ADS_1
Lidya hanya mendengus kesal,dan Brian tersenyum menyeringai.Karna merasa ibu Lidya berpihak padanya
🐞🐞🐞🐞