
"Yang terlihat berbohong sebenarnya adalah dirimu sendiri.Kau mengaku hamil anak Brian,sementara kau sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengannya..Dan aku??aku adalah istri sah nya yang sudah jelas hamil anaknya." ucap Lidya mempertegas perkataannya.
Nadine semakin menatap tajam kearah Lidya.
"Lalu kau pikir kau bisa bersikap sombong dan yakin Brian tidak akan berpaling??" tanya Nadine dengan nada sinis.
"Maaf,aku tidak ingin bersikap sombong dan bukan merasa yakin jika Brian tidak akan berpaling.Tapi aku hanya ingin menegaskan padamu jika seorang istri akan mempertahankan apa yang di milikinya dari wanita yang berusaha merebut dengan cara apa pun." ucap Lidya dengan tegas dan langsung meninggalkan Nadine yang sudah dipermalukan nya.
Merasa tidak terima dengan ucapan Lidya yang baginya sangat sombong.Nadine langsung mengejar Lidya dan mendorongnya hingga jatuh tersungkur.
Bruk..
Tidak hanya sampai disitu,Nadine langsung menduduki tubuh Lidya yang masih terjatuh dan dalam posisi telungkup.Nadine menarik rambut Lidya dan membenturkan kepalanya dijalan beberapa kali.
"Jangan kira kau sudah menang hanya karena kau sudah hamil wanita sialan !! kita lihat apakah kau masih bisa hamil jika aku membuatmu kehilangan anak sialan mu itu..!!" sentak Nadine yang meluapkan emosinya dan masih membenturkan kepala Nadine.
__ADS_1
"Tolong..!!tolong..Lepaskan aku ..!!kau wanita gila..!!" teriak Lidya meminta tolong pada orang-orang disekitar.
Nadine bukannya sadar dan bangkit dari atas tubuh Lidya,tapi justru tetap membenturkan kepala Lidya berulang kali.Tanpa peduli dengan keadaannya yang juga hamil.
Sampai beberapa warga yang melihat dengan cepat menolong Lidya dan menarik paksa Nadine dari atas tubuh Lidya.
...****************...
Kantor Brian..
"Kau siapa??kenapa kau ingin bertemu dengan ku??apa kita pernah saling kenal " tanya Brian penasaran.
"Sebelumnya aku akan memberitahu dulu nama ku..Nama ku adalah Nathan,aku adalah kakak tiri dari Nadine.Wanita yang dulu pernah menjalin hubungan dengan mu ." ungkap Nathan yang ternyata sengaja ingin bertemu dengan Brian dan memperkenalkan dirinya.
"Kakak tiri??" tanya Brian memastikan sambil mengernyitkan alisnya keatas.Karena merasa ia tidak tahu jika Nadine memiliki seorang kakak tiri laki-laki.
__ADS_1
"Ya aku adalah kakak tiri nya,mungkin kau tidak tahu karena Nadine memang selalu menutupi keluarganya." tutur Nathan menjelaskan lagi.
"Lalu apa tujuan mu datang kesini??" tanya Brian mengalihkan.
"Tujuan ku kesini,hanya ingin meluruskan semua masalah yang sudah disebabkan oleh Nadine dengan mengusik kehidupan mu." ujar Nathan.
"Dari mana kau tahu soal itu??" tanya Brian penasaran.
"Karena selama ini aku mencari keberadaan Nadine yang sempat kabur dari rumah dan menghilang.Setelah menemukannya,aku mencoba untuk mengawasinya dan mencari tahu apa yang dia lakukan selama ini."
"Lalu??"
"Aku tidak menyangka jika Nadine akan melakukan hal senekat ini padamu,karena aku tahu dia memaksa mu untuk bertanggung jawab atas kehamilannya."
"Tapi itu bukan anak ku,dia terlalu yakin jika dia hamil anak ku." ucap Brian menegaskan pada Nathan.
__ADS_1
"Yah..soal itu aku juga tahu dan kau memang seharusnya tidak mempercayai semua kebohongan yang dia katakan selama ini." ujar Nathan.
Sesaat Brian menatap bingung pada Nathan,seakan Nathan seperti sedang berada dipihak nya dan ikut tidak mempercayai semua pernyataannya yang dikatakan Nadine.