Gadis Cacat Milik Tuan Muda

Gadis Cacat Milik Tuan Muda
Bonus Chapter 9


__ADS_3

"Aku mengerti posisi mu saat ini tapi apakah kau bisa membuktikan jika anak yang ada didalam kandungan mu adalah anak dari Brian??jika hanya dari foto saja,itu tidak bisa membuktikan bahwa kau hamil anak dari Brian..Karena menurut ku kau hanya masa lalu Brian,yang sebenarnya sudah lama tidak ada kaitannya dengan kehidupan Brian..Jadi maaf,sepertinya aku lebih mempercayai Brian karena dia adalah suami ku..dan bagi ku adalah orang asing,yang mencoba ingin mengusik pernikahan kami.." ucap Lidya panjang lebar pada Nadine.


Sontak membuat Nadine langsung menatap tajam pada Lidya.


"Itu sama saja kau dengan Brian..Tidak peduli dengan posisi ku..!!" sentak Nadine mulai emosi.


"Maaf,jika kau berada di posisi ku apakah kau akan langsung mempercayai wanita asing itu yang tiba-tiba muncul dan mengaku hamil anak suami mu??Apakah kau akan merelakan suami mu begitu saja,tanpa mencari tahu dulu kebenarannya??" tanya Lidya sengaja menjebak Nadine dengan pertanyaannya.


"Kurasa kau juga akan melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan sekarang.. tidak akan percaya begitu saja dengan wanita yang mengaku hamil anak suaminya,tanpa cari tahu kebenarannya dulu..Dan aku yakin kau tidak hamil anak Brian.." timpal Lidya langsung pergi meninggalkan Nadine begitu saja.


Nadine seketika menatap tajam kearah Lidya yang pergi meninggalkannya begitu saja.


"Lihat saja,aku akan membuat mu menyesal wanita sialan..kau pikir kau bisa memiliki Brian tanpa dia bertanggung jawab untuk ku..akan ku buat hidup mu hancur." ucap Nadine bicara sendiri dengan perasaan yang sangat marah.Setelah melihat sikap Lidya yang ternyata juga tidak mempercayainya dan mengabaikan keadaannya yang sedang hamil.


...****************...

__ADS_1


Alif seperti biasa ke ruangan Gala,dengan sengaja ingin mengusik Gala yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"Halo bos..apa kau sibuk??" tanya Alif sembari duduk santai di sofa ruangan kerja Gala.


"Memangnya kau lihat aku sedang tidur??" tanya balik Gala datar tanpa menoleh ke arah Alif.


"Hehe..Ngopi yuuk.. aku kurang tenaga jika tidak ngopi bos." ujar Alif mengajak Gala pergi minum kopi.


Gala pun melirik sinis kearah Alif.


"Haha..tidak tahu diri tapi menguntungkan perusahaan mu bukan.." jawab Alif membanggakan dirinya dengan sombong.


Gala pun langsung terdiam,karena tidak bisa mengelak jika kegeniusan Alif di perusahaannya memang sangat menguntungkan untuk perusahaannya.Hanya saja,Gala harus extra sabar menghadapi tingkah laku Alif yang terkadang selalu sesuka hatinya berbuat.


"Kau pergi lah sendiri,aku masih sibuk.." ujar Gala langsung mengalihkan perkataan Alif.

__ADS_1


"Tidak seru tidak ada diri mu bos..Ayo lah." kata Alif yang ingin memaksa mengajak Gala.


"Tidak seru karena tidak ada yang membayari mu kan??" sindir Gala lagi.


Alif pun hanya tersenyum nyengir.


"Ya..sekalian,masa ada bos sultan tidak dimanfaatkan..haha." gurau Alif dengan jujurnya.


Gala pun melirik datar kearab Alif.


"Bocah tengik,sialan..!! " umpatnya sesaat.


"Sudah lah,jangan terlalu serius dengan pekerjaan bos..hibur diri mu sebentar dengan ngopi-ngopi..ayo..hehe." ujar Alif masih dengan canda nya sambil menutup laptop yang ada didepan Gala,saat ia sedang memakainya.


"Kau..-" seru Gala yang tidak bisa berkata apa pun dengan ulah Alif.

__ADS_1


__ADS_2