
Suasana kelas begitu ramai apa lagi mulut cewe-cewe kelas 12 ips 4 yang begitu keras membuat segerombol lelaki sering kali menutup kuping nya.
"WOI PITA! LO KALO SARAPAN MAKAN TOA YA?! KENCENG BANGET SUARA LO! PENGING NIH KUPING GUE!" Teriak Vian
Cewe yang bernama Pita itu mendekat pada Vian. Dia menggebrak meja dan memasang wajah kecut.
"EH KODOK! ENAK AJA LO YA NGATAIN GUE MAKAN TOA!" Teriak Pita
Vian menutup kupingnya yang terasa sakit. Bayangkan saja dari kejauhan saja suara Pita sudah menggelegar seperti petir apa lagi ini yang terdengar di depan mata. Hadeh...
"woi bisa diem ga sih!" omel Firgian
"temen lo duluan yang mulai! " kesal Pita lalu pergi dari hadapan Vian dan Firgian
"gila si itu anak sumpah" Vian
"udah tau gila di luruhin lo" Firgian
"ya abisnya gue kesel. suaranya bikin gedang telinga gue berasa di tabuh" Vian
Firgian hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas kasar. Vian yang menyadari temannya sedikit berbeda ia bertanya pada Firgian.
"lo kenapa? ada masalah lagi sama si Lian? " tanya Vian
"hari ini gue Anniv sama Lian" ucap Firgian
"terus? " Vian
"gue bingung harus ngasih apaan" Firgian
"emang lo emaknya ngasih-ngasihin? " Vian
Plakkk!
satu pukulan mendarat di kening Vian.
"sakit ******! " Vian
"lo ngeselin si! " Firgian
"dih sensi banget kek cewe" Vian
"Vi bantuin gue dong lo kan baik" ucap Firgian sambil cengengesan
"ga ada donor ga jalan" Vian
Plakkk!
kedua kalinya kening Vian menerima pukulan.
"LO MINTA TOLONG TAPI NYEBELIN BANGET" Kesal Vian
"dih lo ngapa kaya si Pita si? sensi amat kek cewe" ucap Firgian meniru Vian
"sialan lo! " Vian
"pokoknya lo harus bantu gue ya!" Firgian
"cerewet lo kek emak-emak" Vian
"bagus! ayo lah kantin ngapain di kelas bunek" ajak Firgian yang di jawab anggukan oleh Vian
Mereka berdua berjalan keluar kelas untuk menuju ke kantin. Saat keduanya sudah berada di kantin dan hendak memesan makanan tiba-tiba ada seorang gadis yang tak sengaja menumpahkan kuah bakso hingga mengenai baju Firgian. Firgian kaget, ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah baju yang terkena kuah bakso.
"ya ampun, maafin gue ka. gue ngga sengaja" ucap cewe itu pada Firgian sambil ikut membersihi baju Firgian dengan tisu
Saat Firgian hendak menepihkan tangan si cewe itu tiba-tiba Avilian datang dan mendorong tubuh cewe itu hingga jatuh tersungkur ke bawah.
"Lian?! " kaget Firgian
"HEH! LO JALAN NGGA PAKE MATA?!" Omel Avilian pada gadis itu
Suara Avilian berhasil membuat seisi kantin menengok pada Avilian dan yang lainnya.
"Lian udahhh" ucap Firgian sambil memegang pundak Avilian
"KENAPA LO JADI BELAIN DIA? LO SUKA SAMA DIA? " tanya Avilian pada Firgian
"tadikan gue udah minta maaf sama dia kak, lagian gue juga ngga sengaja" ucap gadis itu setelah berhasil berdiri
Avilian menarik kerah baju gadis itu membuat suasana tambah riuh.
"DENGERIN GUE YA! JANGAN PERNAH LO SENTUH PACAR GUE KAYA TADI! DAN PAKE MATA LO BUAT NGELIAT! " setelah berucap seperti itu Avilian mendorong lagi tubuh gadis itu sampai terjatuh lagi
Firgian merasa malu, ia menarik kekasihnya untuk pergi dari kantin. Sedangkan Vian ia menolong gadis yang terjatuh itu terlebih dahulu.
"maafin temen gue ya" ucap Vian pada gadis itu
"gapapa ka santai aja! tapi galak banget kaya singa belum di kasih makan" ucap gadis itu
Vian sempat terkekeh dengan ucapan gadis itu.
"dia emang gitu sifatnya, kalo si cowonya kenapa-napa dia pasti bakalan ngamuk" Vian
Gadis itu hanya menjawab dengan membulatkan mulutnya menjadi huruf O.
"gue duluan ya" pamit Vian
"oke Ka Vian" jawabnya
__ADS_1
"lo tau nama gue? " tanya Vian
"itu" ucap gadis itu sambil menunjukan name tag di baju Vian
Vian tersenyum.
"gue duluan" ucap Vian lalu pergi melesat
Di sisi lain ada sepasang kekasih yang sedang beradu mulut di sebuah Ruftof sekolah.
"dia ngga sengaja Lian" ucap Firgian penuh kesabaran
"halah cuman modus!" jawab Avilian
"kamu bisa ngga sih jangan apa-apa langsung ngambil keputusan gitu aja" Firgian
"kenapa lo jadi marah? seharusnya gue yang marah! " Avilian
"aku ngga marah, aku cuman kesel kamu selalu kaya gini" Firgian
"halah udah lah" jawab Avilian lalu pergi dari hadapan Firgian
Baru sampai di ambang pintu Avilian menghentikan langkahnya dan berbalkk badan.
"denger ya gue ngga suka lo deket-deket sama cewe lain!" ucap Avilian lalu pergi melesat dari ruangan itu
Firgian duduk dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Itu lah Avilian terlalu emosian dan posesif tetapi walaupun begitu Firgian sangat sayang padanya.
Tidak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi semua siswa berhamburan untuk keluar dan bergegas untuk pulang. Firgian dengan cepat keluar dari kelas sambil menggeret Vian.
"lo ngapain si mindik-mindik kaya mau perang? " tanya Vian
"husttt! ga usah keras-keras ngomongnya bege!" ucap Firgian sambil berbisik "jangan sampe Lian tau kalo kita pulang bareng, kan gue mau ajak lo ke toko buat beli hadiah" sambungnya
Vian membulatkan mulutnya. Akhrinya mereka berhasil keluar dari sekolahan dan berjalan menuju ke suatu tempat. Disisi lain ada sepasang mata yang sendari tadi mengamati gerak-gerik dua bocah itu.
"awas aja lo!" gumam Avilian
Avilian berjalan menuju ke depan sekolahan, ia menghentikan taxi dan memasuki mobil taxi itu. Avilian pulang dengan perasaan jengkel bisa-bisanya lelakinya itu pulang dengan gerak gerik mencurigakan. Pikiran Avilian langsung menuju pada hal 'perselingkuhan'.
"awas aja kalo si Gian berani macem-macem di belakang gue! gue tonjok!" grutu Avilian
Disisi lain, Firgian dan Vian sudah sampai di sebuah toko. Firgian sedang memilih kue sedangkan Vian sedang memilih peralatan lain seperti balon dan yang lain. 10 menit Vian selesai dan segera menuju ke arah Firgian yang masih sibuk memilih kue.
"udah nemu kuenya? " tanya Vian
Firgian menggeleng.
"ribet banget si lo! mau kue yang kaya apa emangnya? " tanya Vian lagi
"gue bingung" Firgian
"matamu pembalut!" ketus Firgian
Saat Firgian sudah menemukan yang pas tiba-tiba ada seseorang yang juga sama memesan kue itu.
"Mba yang itu ya" ucap Firgian dengan seseorang itu secara bersamaan
Firgian dan seseorang itu saling menatap.
"lo? " Firgian
"kaka? "
"lo mau kue nya? ya udah ambil aja" Firgian
"ah ga usah buat kaka aja gue bisa yang lain ka"
"ga masalah juga si kalo lo mau ambil aja" Firgian
"tapi-"
"terus aja sampe gue jadi jamur" ucap Vian
"eh Ka Vian"
"jadi gimana mba mas? " tanya pelayan
"buat dia aja mba saya yang di sebalahnya aja"
"oke" pelayan
"nama lo siapa si? " tanya Firgian
"nama gue Meilia ka" ucapnya sambil mengulurkan tangan
"oh, gue Firgian" jawabnya sambil menerima uluran tangannya
"lagi mau ngrayain anniv ya ka? " tanya Meilia
"lo tau? " Firgian
"udah kliatan" jawabnya sambil menyengir
"yaa gitu si hehe" jawab Firgian sambil menyengir
"mau gue bantuin? " tawar Meilia
"ah ga usah udah ada Vian kok" tolak Firgian halus
__ADS_1
"ooh oke deh" jawab Meilia
"ini mba mas kuenya sudah di bungkus, kasirnya sebelah sana" ucap Pelayan
"makasih mba" Firgian
"makasih mba" Meilia
Pelayan itu hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban iya. Firgian, Vian, dan Meilia berjalan menuju ke arah kasir sesampainya di sana mereka membayar barang yang mereka beli. Saat Firgian hendak menaiki motornya tiba-tiba Meilia mendekat.
"saran aja kak, cewe lebih suka di beliin kaya make up gitu" ucap Meilia
"Oh ya? " tanya Firgian sambil mengancing helmnya
Meilia mengangguk sebagai jawaban iya.
"makasih sarannya gue duluan, ayo Vi" ucap Firgian
Vian menaiki motor Firgian setelah berpamitan Firgian segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Firgian menghentikan motornya di tempat kosmetik ia sempat bingung saat memilih bedak dan yang lain ia sama sekali tidak tau, tetapi Vian menyarankan agar Firgian membeli bedak dan lipstik saja akhirnya Firgian menurut. Saat Firgian sedang belanja ada seseorang yang mengatai Firgian banci karena laki-laki masuk ke toko kosmetik, awalnya Firgian hendak memukul orang itu tetapi ia tau ia masih memakai seragam dan tak ada gunanya juga meladeni orang itu.
Setelah semuanya terbeli Firgian dan Vian segera menuju rumah Avilian, motor Firgian di parkirkan jauh dari rumah Avilian supaya Avilian tak mendengar ada tamu yang datang. Tak lupa pula Firgian menyuruh Vian untuk meniup balonnya, Vian sampai kewalahan saat meniup balon itu.
Finish semua sudah selesai, Firgian langsung berjalan menuju rumah Avilian. Tetapi saat sudah di depan gerbang Firgian menghentikan langkahnya dengan mendadak membuat Vian yang ada di belakangnya menubruk tubuh Firgian.
"bege lo! ngapain pake berhenti sih?! " kesal Vian
"ini pegang" ucap Firgian sambil menyerahkan kuenya
Vian menjatuhkan balon yang sudah di tiup nya.
"gila lo! " Vian
"nanti gue masuk duluan nah terus nanti gue bilang sama Lian kalo gue punya kejutan, nah saat gue udah ngitung sampe 3 lo keluar dah tu bawa kuenya sama balonnya" jelas Firgian
"eh onta! gimana caranya gue bisa bawa barang sebanyak itu?! " Vian
"ya nanti lo balik lagi aja ngambil balonnya" Firgian
"dasar temen ga tau diri! udah sono! " Vian
"thankyou brother" ucap Firgian
"brother brother pala lo! " Vian
Firgian hanya terkekeh lalu masuk ke dalam rumah Avilian. Firgian sempat deg degan tetapi ia menghirup nafas sebanyak-banyaknya dan ia mengetuk pintu rumah Avilian.
Tok.. tok.. tok...
Suara pintu terdengar begitu jelas, saat Firgian hendak mengetuk lagi tiba-tiba Avilian sudah keluar membuka pintunya.
"eh Lian, itu aku-"
Plakkk!
Belum sempurna kalimat Firgian terucap, tiba-tiba Avilian menampar kekasihnya itu. Firgian kaget dengan apa yang di lakukan kekasihnya itu.
"kenapa kamu nampar aku? " tanya Firgian
"lo masih nanya kenapa? bodoh banget si lo! oh atau gue yang bodoh ya" Avilian
"maksud kamu apa si? bodoh apa maksud nya?" tanya Firgian bingung
"udah lah ga usah banyak omong! ga usah pura-pura sok ga tau juga! kalo emang lo suka sama yang lain bilang Gian! bilang sama gue! siapa orang yang lo suka? siapa?" marah-marah Avilian
"Lian kamu ngomong apa si? aku benar-benar gatau kamu ngomong apa. Maksud aku kesini itu-"
"mksud kamu ke sini mau kenalin selingkuhan kamu? iya? ya udah bawa aja ke sini? mana? mana orangnya? " potong Avilian
"Lian! "
"APA?! " awab Avilian dengan nada keras
"Arghhhh! "
Firgian meninju tembok rumah Avilian membuat Avilian sedikit terlonjat kaget.
"bisa ngga sih dengerin dulu?! aku udah bilang sama kamu jangan pernah ngambil dan nyimpulin hal-hal yang belum tentu seenaknya gitu" ucap Firgian
Avilian hanya acuh mendengar kan ucapan Firgian.
"udah lah sana pulang udah malem juga" usir Avilian
"kamu ngusir aku? " Firgian
"hmm" jawab Avilian
Firgian menjambak rambutnya kasar lalu pergi dari rumah Avilian.
"BAHKAN LO NGGA INGET ANNIV KITA! " Teriak Avilian saat mendapati Firgian benar-benar pergi dari rumahnya
Tidak ada sahutan apapun dari Firgian, ia terus melangkah kan kakinya untuk keluar dari rumah Avilian.
"lah lah lo ngapa keluar pirgi? " tanya Vian kaget
"dah males lah gue" Firgian
"lah ngapa? " Vian
"udah lah ayo pulang buang aja hadiahnya" ucap Firgian lalu berjalan menuju ke arah motornya
__ADS_1
Vian hanya menuruti ucapan Firgian ia benar-benar meletakan hadiah itu di depan rumah Avilian dan menyusul Firgian.