
Setelah kejadian beberapa hari lalu tentang amarah Lian, Firgian benar-benar menjadi orang yang dingin terhadap wanita kecuali keluarganya, Kekasihnya, dan teman dekatnya. Tujuan Firgian hanya untuk membuat Avilian senang, ia tak ada maksud apapun selain itu karena ia tau Avilian begitu membenci seorang lelaki tetapi anehnya ia tidak bisa membenci Firgian dan Vian. Bukannya benci Avilian malah mencintai Firgian dan menjadikan Vian sebagai teman.
Saat bel istirahat berbunyi Firgian langsung keluar dan menghampiri Avilian yang masih di kelasnya. Seperti biasa Firgian menunggu Avilian di depan pintu kelas Avilian. 2 menit Firgian menunggu akhirnya Avilian keluar dari kelasnya.
"sendirian aja" Firgian
"Fira masih ngerjain tugas yang di kasih Bu Rina" ucap Avilian
"jadi kita ke kantin cuma berdua? " tanya Firgian
"Vian? Pita? " tanya Avilian balik
"Vian katanya males ke kantin kalo Pita bukannya dia ngga berangkat ya emang ngga ngabarin kamu? " jelas Firgian yang di akhiri dengan bertanya pada Avilian
"oo, engga Pita ngga ngomong apa-apa sama aku. Ya udah ayo lah" ajak Avilian lalu menggandeng tangan Frigian menuju ke kantin
Saat keduanya sedang menuju ke kantin tiba-tiba Meilia datang.
"KAKA" teriak Meilia di ujung sana
Firgian dan Avilian menghentikan langkahnya dan menghadap ke belakang. Meilia berlari dan langsung memeluk Firgian membuat Avilian jengkel. Firgian yang di peluk ia membulatkan matanya.
"makasih ka makasih banget" ucap Meilia
Avilian langsung mendorong tubuh Meilia agar melepaskan pelukannya dari kekasihnya. Saat Avilian sudah berhasil membuat Meilia jauh dari tubuh Firgian, Avilian langsung berdiri di depan Meilia.
Plakkk!
Satu tamparan mendarat pada pipi kanan milik Meilia.
"selama ini gue diem ya sama lo ya! Lo selalu nimbrung di manapun dan kapanpun ada Gian dan kalo lo nyapa lo cuman nyapa Gian bahkan gue kaya di anggep ngga ada sama lo! awalnya si gue fine aja lagian lo ngga penting juga bagi gue, tapi tadi tiba-tiba lo manggil Gian terus lo peluk dia, lo tau ngga sih kalo Gian itu pacar gue?! " ucap Avilian panjang lebar
Meilia hanya menunduk dan diam.
"LO KALO PUNYA MULUT DI PAKE BUAT NGOMONG!! " bentak Avilian
Semua orang yang mendengar teriakan Avilian langsung menoleh ke arah Avilian.
"sayang udah ya kita pergi dari sini udah ngga usah di ladenin" ucap Firgian
"ngga! gue mau bikin perhitungan sama dia!" ucap Avilian lalu menarik Meilia
"LIAN! LIANNN!" teriak Firgian lalu mengikuti langkah Avilian
Avilian terus menarik Meilia dengan kasar membuat Meilia berulang kali meringis kesakitan dan meminta Avilian untuk melepaskan genggamannya.
__ADS_1
"Ka lepasin gue ini sakit" keluh Meilia
Avilian menghentikan jalannya dan menarik tangan Meilia kasar.
"DENGER YA! LEBIH SAKIT GUE SELAMA INI KARENA TINGKAH LO!" teriak Avilian
Meilia sungguh takut dengan Avilian. Avilian kembali menarik Meilia sampai lalu akhirnya mereka berhenti di Ruftof sekolahan. Avilian menarik Meilia sampai ke pinggir Ruftof dan mengarahkan kepala Meilia ke bawah sana. Meilia sangat takut ia memohon pada Avilian supaya tidak melakukan tindakan apapun.
"Ka.. maksud lo apa ka, ini tinggi banget gue takut" ucap Meilia
"DENGERIN GUE YA! GUE ORANGNYA NEKATAN KALO SAMPE LO BERANI NGEDEKETIN GIAN LAGI, GUE BAKAL DORONG LO SAMPE MATI KE BAWAH!!" ucap Avilian begitu mengerikan
"LIAN" teriak Firgian
Avilian yang merasa dirinya terpanggil ia menengok ke arah Firgian yang ada di ambang pintu sana.
"Lian kamu ngga boleh kaya gitu, itu bahaya sayang udah ya lepasin dia" ucap Firgian
"KENAPA? KENAPA LO BELAIN INI ORANG? LO SUKA SAMA SI TENGIL INI? IYA?!" Avilian
"engga! aku ngga suka sama dia! udah ya aku takut nanti malah kamu yang jatuh" ucap Firgian
Meilia yang sendari tadi diam dia berusaha melepaskan cengkraman Avilian dan mendorong Avilian ke bawah.
"LIANNNNN!!!" teriak Firgian yang mendapati Avilian jatuh di dorong oleh Meilia
"MAKSUD LO APA HA?! MAKSUD LO APA DORONG PACAR GUE?!! LO MAU MASUK PENJARA?!!!" bentak Firgian pada Meilia
Meilia memegang tangan Firgian.
"ka.. maafin gue, gue suka sama lo, gue sayang sama lo" ucap Meilia
Firgian menepihkan tangan Meilia dengan kasar.
"BUANG JAUH-JAUH PERASAAN LO! JANGAN PERNAH LO GANGGU GUE LAGI!! KALO ADA APA-APA SAMA PACAR GUE, GUE NGGA BAKAL BIARIN LO SEHAT!!!" teriak Firgian di depan muka Meilia
"ka-"
"GUE.BENCI.SAMA.LO!!" ucap Firgian penuh penekanan dan pergi dari hadapan Meilia
"KAAA" panggil Meilia
"KA GIANNN" ulangnya
Tak ada jawaban apapun dari Firgian ia terus melangkahkan kakinya untuk menemui kekasihnya. Meilia menatap punggung Firgian yang lama-lama menghilang.
__ADS_1
"engga ka, gue ngga bakal biarin lo sama ka Lian terus, gue bakal buat hubungan kalian hancur. Lian ngga pantes dapet cowo baik kaya lo" ucap Meilia pada dirinya sendiri
Suasana sekolah masih ramai,masih banyak siswa yang membicarakan tentang kejadian tadi. Meilia sedang berjalan menuju kelasnya, sepanjang perjalanan ia selalu di tatap tajam oleh orang-orang di sekitarnya.
"*dasar pembunuh, adik kelas ngga tau diri!"
"selain pembunuh dia juga pelakor! ati-ati takutnya nanti lo korban selanjutnya"
"dih amit-amit jangan sampe! semoga sekolahan cepet ambil tindakan buat spesies kaya dia"
"kecil-kecil udah jadi pembunuh gimana gedenya"
"dia dari keluarganya pembunuh kali*"
Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang membuat kuping Meilia panas. Saat sudah sampai di kelas Meilia di panggil lewat speaker yang menempel pada dinding kelas. Meilia di suruh untuk menuju ke ruang kepala sekolah. Lagi-lagi saat Meilia sedang menuju ke ruangan kepala sekolah ia mendapati bisikan-bisikan para siswa.
"*mampus ni orang, udah lah keluarin aja bahaya juga di sini"
"kemaren gue denger ada hewan di ragunan yang lepas, ternyata lepasnya ke sini"
"najis! tampang biasa aja tapin blagu!"
"gue ngga suka sih sama si Lian karena sifatnya tapi ternyata ada yang lebih ga baik dari Lian, najis*!"
Dan seterusnya sampai akhirnya Meilia sudah berada di depan ruangan kepala sekolah. Meilia mengetuk pintu ruangan itu dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"duduk" ucap Pak Kuat datar
Meilia menuruti apa kata gurunya itu.
"apa betul kamu yang mendorong siswa bernama Avilian itu?" tanya Pak Kuat
"betul Pak" ucap Meilia lirih
"kenapa kamu melakukan itu? " tanya Pak Kuat
"awalnya dia yang mau mendorong saya Pak karena dia cemburu pacarnya saya peluk" jelas Meilia
Pak Kuat memijat pelipisnya, dalam hatinya berbicara 'mengapa anak zaman sekarang selalu ceroboh dalam masalah percintaan?' .
"tetapi dia tidak mendorong kamu kan? " Pak Kuat
Meilia menggeleng sebagai jawaban tidak. Pak Kuat tak mau panjang lebar ia langsung memberikan sebuah amplop berisi surat panggilan orang tua.
"ini, kasihkan pada orang tua kamu saya tunggu orang tua kamu besok jam 9 di sini. Kamu boleh keluar dari ruangan saya dan kamu di tunggu oleh Pak Tekad di ruang BK" jelas Pak Kuat
__ADS_1
"baik Pak saya minta maaf, saya pergi permisi" ucap Meilia lalu keluar dari ruangan itu lalu menuju ke ruang BK