
Sudah dia minggu Avilian keluar dari rumah sakit, kondisi tubuhnya sudah mulai membaik tetapi belum dengan kondisi matanya, sering kali Avilian tiba-tiba marah-marah akibat kondisinya.
"Lian?" ucap Pita
"Pita? " tanya Avilian
"iya ini gue, gue dateng sama Fira" ucap Pita
"kalian ngga sekolah? " Avilian
"pulang gasik Li" Fira
"ada apa? " Avilian
"guru-guru ada rapat" Fira
"Firgian ngga ke sini? " tanya Pita
Avilian hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
"oh atau mungkin nanti?" tanya Pita
Avilian hanya menjawab dengan hembusan nafas. Pita dan Fira mendekat pada Avilian ia mengelus pundak Avilian.
"apa yang lo pikirin Li? " tanya Fira
Avilian kembali menangis.
"gue.. gue udah cacat Fir gue malu" Avilian
Pita memeluk Avilian.
"lo ngga boleh ngomong kaya gitu, kebutaan lo itu bukan buta permanen lo bakal sembuh" Pita
"ENGGA! KALO GUE SEMBUH UDAH DARI KEMAREN-KEMAREN TAPI INI APA?!! GUE MASIH BUTA!!!" teriak Avilian
Pita dan Fira memeluk Avilian.
"kita di sini Lian, lo jangan kaya gini" Fira
Avilian masih menangis tersendu-sendu. Tiba-tiba pintu kamar Avilian terketuk, Fira membuka pintu kamar Avilian saat sudah di buka nampak lah sosok lelaki yang sangat mencintai Avilian.
"Gian?" Fira
"Lian di dalem? " Firgian
"iya, masuk aja" ucap Fira mempersilahkan Firgian untuk masuk
Firgian mengangguk dan masuk ke dalam.
"sayang" panggil Firgian
"Gian? " Avilian
Firgian mendekat pada Avilian, ia mengelus puncak kepala Avilian.
"maaf aku telat ke sini nya ya, tadi pulang dulu ganti baju" jelas Firgian
"iya" Avilian
"ekhmmm nyamuk" ucap Pita sambil berdehem
Firgian dan Avilian terkekeh.
"udah sono keluar" ucap Firgian dengan terkekeh
"yee si Gian ya udah ah gue sama Fira turun ya Li mau buat makanan buat lo sama kita juga" Pita
"iya, sori ya jadi ngrepotin" Avilian
"ye sante aja kali Li, ya udah yu Fir" ucap Pita sambil berjalan keluar tetapi saat sudah sampai di ambang pintu Pita menghentikan langkahnya "Eh awas jangan macem-macem kalian" sambung Pita
"gue bekep nih si Lian" ucap Firgian sambil terkekeh
"bogem siap meluncur kalo lo berani" ancam Pita
"dih ngeri udah sono ah" Firgian
__ADS_1
Pita dan Fira terkekeh mereka langsung turun ke bawah.
"kamu udah makan? " tanya Firgian
Avilian menggeleng.
"Oh ya tadi waktu aku pulang Mamah nitip makanan buat kamu, tadinya Mamah mau ikut tapi tiba-tiba ada tamu di rumah" ucap Firgian
Lagi-lagi Avilian menjawab dengan senyuman. Firgian merasa kekasihnya itu sedikit berbeda, Firgian memegang tangan Avilian dan mengelus nya.
"kamu kenapa?" tanya Firgian
"aku... aku mau ngomong sama kamu" ucap Avilian
"apa?" Firgian
"aku mau.. aku.. " ucap Avilian terbata-bata
Rasanya sangat berat mengatakan hal yang seharusnya tidak di katakan dan hal yang seharusnya tidak terjadi.
"kamu kenapa?" tanya Firgian bingung
Avilian menghela nafasnya panjang ia memejamkan matanya sebentar dan mulai memberanikan dirinya untuk berbicara.
"aku mau kita putus" ucap Avilian
Hati Firgian begitu sakit, tiba-tiba tubuhnya melemas.
"kamu ngomong apa si sayang hm? " ucap Firgian sambil mengelus kepala Avilian
Avilian menepihkan tangan Firgian dan ia menangis.
"Lian, jangan nangis" ucap Firgian sambil menghapus air mata Avilian
"cukup Gi,gue minta kita putus. Gue udah ngga kaya dulu gue ngga mau lo malu punya pacar yang buta" ucap Avilian
"LIAN STOP! AKU NGGA MAU KAMU NGOMONG KAYA GITU" Firgian
Avilian klicutan, ini pertama kalinya Firgian berbicara dengan nada yang tinggi. Avilian menangis dan tertunduk. Firgian merasa bersalah atas ucapannya, ia langsung memeluk Avilian dengan erat.
"maafin aku" ucap Firgian
"pergi Gi, gue udah ngga suka sama lo" ucap Avilian
Firgian sangat merasa bingung dengan Avilian.
"apa kamu yakin kalo kamu udah ngga suka sama aku? " tanya Firgian
Avilian tidak menjawab. Firgian memegang pipi Avilian.
"jawab aku, apa bener kamu udah ngga suka sama aku?" Firgian
"iya! gue udah ngga suka sama lo!" Avilian
"aku butuh kepastian kalo emang kamu udah ngga suka sama aku" ucap Firgian
"mak.. maksud lo?" tanya Avilian bingung
Firgian memajukan wajahnya dan ia mencium bibir Avilian. Awalnya Avilian tidak membalas ciuman itu tetapi Firgian tambah membalas ciumannya semakin dalam, Avilian tak bisa menolak ia juga membalas ciuman Firgian.
Firgian tersenyum miring, ia tau bahwa Avilian tidak mungkin akan mengakhiri hubungannya karena ia tau Avilian sangat menyayanginya begitupun sebaliknya. Firgian mengakhiri ciuman itu, ia menatap Avilian dengan seulas senyuman.
"katanya udah ngga suka" ledek Firgian
Avilian hanya tertunduk malu.
"denger Li, aku ngga akan pernah ninggalin kamu. aku sayang sama kamu" ucap Firgian
Avilian tersenyum dan memeluk Firgian.
"makasih banyak Gi, aku juga sayang kamu" ucap Avilian
Tok.... Tok.. Tok...
Pintu kamar Avilian berbunyi.
"iya? " Firgian
__ADS_1
Pintu kamar Avilian terbuka nampak lah Fira.
"ayo ke bawah masakan udah siap" ucap Fira
"iya" Firgian
"ya udah gue duluan" ucap Fira lalu kembali ke bawah
"kita makan ya" ucap Firgian yang di jawab anggukan oleh Avilian
Firgian memapah Avilian untuk berjalan ke bawah dan makan. Sesampainya di ruang makan Firgian pun mengambilkan makanan untuk Avilian.
"aku suapin ya" ucap Firgian
"iya" Avilian
"ah sebel gue lo berdua bikin gue iri" ucap Pita
Firgian, Avilian, dan Fira hanya terkekeh.
Tok.. tok.. tok..
Pintu rumah Avilian berbunyi.
"ishh siapa lagi si udah tau lagi makan" kesal Pita
"ya udah biar gue aja yang buka" Fira
"ngga usah lo udah mondar mandir biar gue aja" ucap Pita lalu berdiri dan berjalan membuka pintu
Saat sudah membuka pintu Pita menghirup nafas sebanyak-banyaknya.
"JADI LO?! GUE KIRA SIAPA! LO TAU NGGA SIH GUE LAGI MAKAN TERUS LO GANGGU JADINYA KAN- pppfffftttt"
"nih mulut bisa kaya petasan gitu!" omel Vians ambil membekap mulut Pita
Pita menepihkan tangan Vian dengan kasar.
"TANGAN LO BAU BEGE!" omel Pita
"bodo! udah ah ayo masuk" ucap Vians sambil menggandeng Pita
Mata Pita mebulat sempurna karena Vian tiba-tiba menggandeng nya sampai ke ruang makan. Semua yang ada di ruang makan melotot melihat tangan Vian dan Pita yang menyatu.
"ekhmmm" dehem Firgian
"kenapa? " tanya Avilian
"nggapapa, kayaknya nanti ada yang nyusul deh" ucap Firgian
"hah? maksudnya? " tanya Avilian bingung
"lanjutkan bro" ucap Firgian pada Vian
Vian yang menyadari dirinya masih menggandeng Pita ia langsung melepaskan genggamannya itu. Semuanya terkekeh dengan kelakuan keduanya itu.
"DASAR MODUS!!" Pita
"bacot" Vian
Pita kembali ke kursinya untuk melanjutkan makannya.
"widih banyak banget makanannya, gue ikut ya" ucap Vian lalu duduk di pinggir Pita
"ISHH AWAS NGGA USAH DUDUK DI SEBELAH GUE!!" usir Pita
Vian sama sekali tidak menggubris ucapan Pita.
"VIAN LON BUDEK YA?!" Pita
Fira, Firgian, dan Avilian sangat jengah dengan suara cempreng Pita. Mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Pita dan Vian sudah bertemu.
"bisa ngga sih ngga usah berantem kalo ketemu" ucap Fira
"iya nih Fir, temen lo tu ngga bisa diem apa" ucap Vian
"ah tau ah sebel!" ucap Pita
__ADS_1
Tak ada pembicaraan lagi mereka semua fokus dengan makannya.