
Avilian sedang menunggu Firgian keluar dari kelasnya, seperti biasa Avilian menunggu Firgian di parkiran. Avilian sendirian karena Fira sudah terlebih dahulu di jemput oleh Ayahnya. Saat Avilian sedang memainkan hpnya tiba-tiba ada tangan kekar yang mengambil hp Avilian. Avilian yang di perlakuan seperti itu ia langsung marah dan berusaha merebut hpnya,tetapi Fandi lebih tinggi dari nya Avilian tidak bisa menggapai tangan Fandi.
"BALIKIN HP GUE!!" teriak Avilian
"husstttt" ucap Fandi dengan menempelkan jari telunjuk nya di mulut Avilian
Dengan kasar Avilian menepihkan tangan Fandi dari mulutnya.
"BALIKIN HP GUE ****!!" ucap Avilian
"bentar-bentar" ucap Fandi
Fandi mengetik sesuatu di hp Avilian lalu ia bergerak seperti menelfon seseorang.
"HEH! NELFON SIAPA LO?!" Avilian
Ponsel Fandi berdering, ia langsung mengembalikan hp Avilian pada pemiliknya.
"jangan di hapus nomernya ya" ucap Fandi
"LO TUH NYEBELIN BANGET SIH!!! SONO PINDAH SEKOLAH LAGI AJA! NGGA USAH DI SINI!" omel Avilian
"ngga mau ah udah nyaman apa lagi udah kenal lo" ucap Fandi sambil menaik turunkan alisnya
Avilian yang melihat tingkah Fandi ia bergelidik ngeri, Avilian segera pergi dari tempat parkiran itu. Tetapi belum sempurna langkahnya untuk maju tiba-tiba Fandi mencengkal tangan Avilian.
"LEPASIN GUE!!" Avilian
"hisss! lo bisa ngga sih jangan teriak-teriak ngga malu apa di liatin tuh" Fandi
Avilian menatap sekitar dan benar ia sedang di lihat oleh murid lainnya.
"GUE NGGA PERDULI! LEPASIN GUE!!" ucap Avilian lalu berusaha melepaskan tangan Fandi dari tangan nya
Tenaga Avilian kalah tangan Fandi benar-benar tidak bisa di lepas tenaganya begitu kuat.
"pulang sama gue ya" ucap Fandi
"DASAR GILA!! LEPASIN!! GUE NGGA MAU!! " Avilian
"ga ada penolakan ayo!" ucap Fandi sambil menggeret Avilian
"LEPASIN!! TOLONG!!TOLONG GUE DI PAKSA!!" Avilian
"WOI" teriak seseorang
Fandi dan Avilian menghentikan langkahnya mereka langsung menatap ke arah belakang. Firgian melangkahkan kakinya dengan cepat dan sesampainya di depan Avilian dan Fandi Firgian langsung menghajar Fandi.
Bughhhhh!!
Satu pukulan mendarat di pipi kanan Fandi. Fandi tak mau kalah ia membalas pukulan Firgian. Alhasil terjadilah aksi pukul memukul. Avilian marah ia memisahkan Firgian dan Fandi.
"STOPPPP!!!" teriak Avilian
Firgian dan Fandi menghentikan aksi pukul-pukulannya itu.
"GIAN, AYO PULANG!" ajak Avilian sambil menggandeng tangan Firgian
"awas lo!" ucap Firgian pada Fandi
Sedangkan Fandi hanya membalas ucapan Firgian dengan senyum miring. Avilian dan Firgian segera meninggal sekolahan, sepanjang perjalanan Firgian hanya diam biasanya dia akan mengoceh hal-hal yang tidak penting ketika sudah bersama Avilian. Avilian yang merasa dirinya di diami oleh Firgian ia merasa kesal, tetapi Avilian juga tetap diam tidak berbicara apapun.
'*berasa lagi di kuburan' batin Avilian
__ADS_1
'ini Lian diem aja ngga mau apa ngejelasin sama yang tadi?' batin Firgian*
Sepanjang jalan pasangan itu hanya sibuk dengan pilihannya masing-masing, sampai akhirnya mereka sampai di rumah Avilian. Biasanya jika Firgian sudah mengantar Avilian ia akan mampir tetapi ini malah tidak.
"aku langsung pulang" ketus Firgian
"biasanya juga mampir dulu" Avilian
"aku ada acara" ucap Firgian sambil berusaha menyalakan motornya
"acara apa? " tanya Avilian
Firgian sama sekali tidak menjawab ucapan Avilian. Avilian jengkel ia melepas kunci motor milik Firgian.
"Lian, apapaan sih? sini balikin" ucap Firgian
"jawab aku kamu ada acara apa? " Avilian
Firgian menghela nafasnya panjang, pikirannya akhir-akhir ini sedang tidak karuan.
"aku mau nongkrong sama anak-anak lama, jadi sini balikin kuncinya" ucap Firgian sambil meminta kunci motornya
Avilian yang mendengar ucapan Firgian barusan ia tambah marah.
"kamu ikut-ikutan lagi? kan aku udah larang kamu supaya kamu ngga ikut-ikutan! kamu kan tau ikutan geng motor itu bahaya, apa kejadian dulu ngga buat kamu kapok?!" Avilian
"udah deh Li, itu dulu lagian bukan salah aku juga. sini balikin kuncinya" Firgian
"lo kenapa sih?!" Avilian
Firgian membuang mukanya kasar.
"udah lah sini, aku mau pulang mau mandi terus siap-siap" Firgian
Firgian memejamkan matanya.
"terus kamu maunya gimana? " Firgian
"lo tu **** atau gimana sih? gue udah bilang gue mau lo jangan ikut nongkrong sama geng lama lo!" Avilian
"udah siniin kuncinya" Firgian
"ngga!" Avilian
"Lian" Firgian
"dengerin kata gue!" Avilian
"siniin kuncinya" Firgian
"engg-"
Tiba-tiba ucapan Avilian terhenti karena poselnya berdering. Avilian membulatkan matanya ternyata yang menelponnya adalah Fandi. Firgian tau bahwa telfon itu dari Fandi ia langsung merebut kunci motornya dari tangan Avilian dan menyalakan motornya. Avilian sama sekali belum mengangkat telfon dari Fandi, tetapi Fandi selalu saja menelfon Avilian.
"urus tuh monyet ragunan, aku pulang" ucap Firgian lalu melesat pergi dari hadapan Avilian
"GIAN!! GIANNNN" teriak Avilian
Firgian tetap melajukan motornya tidak menghiraukan suara Avilian yang terus memanggil namanya.
'gue cemburu Li, tapi gue susah buat ngungkapinnya. Kita udah satu tahun tapi kita ngga pernah bisa rasain satu sama lain. Gue cape' batin Firgian
Avilian terus memandangi benda pipihnya itu, sudah 5 kalo Fandi menelfon nya dan me whatsapp nya berulang kali. Di telfon yang ke enam akhirnya Avilian mengangkat telfon dari Fandi.
__ADS_1
"DENGER YA! NGGA USAH TELFON GUE! GARA-GARA LO GUE SAMA PACAR GUE JADI BERATEM! DASAR MONYET RAGUNAN!!" omel Avilian
"aduh lo jangan-"
Tut.
Belum sempurna kalimat Fandi terucao Avilian langsung mematikan sambungan telfonnya dan masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam rumah Avilian langsung mandi dan memainkan benda pipihnya itu.
Banyak sekali pesan masuk dari Fandi tetapi Avilian sama sekali tidak membuka pesan itu, ia melihat kontak Gian, kekasihnya itu sama sekali tidak menghubungi nya.
Gian:*
Gian?
Gue tau lo marah sama gue
Maafin gue yaaa
Gue bisa jelasin sama lo
Gian plissss
Maafin gue:(((
Read.
Avilian sangat senang akhirnya Firgian melihat pesannya, Avilian menunggu balasan pesan dari Firgian, sudah 5 menit Firgian tak membalas. Apakah dia marah?
Gian:*
Gi?
Gue tau lo marah
Tapi jangan kaya gini dong
Gi plisss
Ga usah nongkrong² ga jelas
Gue ga mau Gi
Giannn???
Dengerin gue!
Gue ngelarang lo nongkrong
Gian bales!!
Read.
Lagi-lagi Firgian hanya membaca pesan dari Avilian.
"ARGHHHHH!!!"
Prakkk!
Avilian jengkel,ia membanting hpnya.
"GIANNNN!!!" teriak Avilian
"Arghhhh!! ini gara-gara si monyet ragunan!! ah kesel gue!!" ucap Avilian pada dirinya sendiri
__ADS_1