Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
KULIAH


__ADS_3

Tidak terasa sudah 4 tahun lamanya Avilian di tinggal oleh Firgian, sekarang Avilian juga sudah kuliah ia mengambil jurusan hukum. Ia mengambil jurusan hukum bersama dengan Pita, sedangkan Vian ia mengambil jurusan kedokteran, Fira mengambil jurusan perpajakan dan Fandi mengambil jurusan psikolog. Anak-anak itu sekarang sudah menjadi orang yang benar-benar orang walaupun terkadang mereka juga mengulur-ulur dalam mengerjakan tugas.


Saat Avilian sudah selesai di kelasnya Avilian langsung bergegas pulang tetapi belum sampai Avilian di parkiran tiba-tiba dirinya menabrak seorang pria.


"eh sori sori" ucap Avilian


"what? sori? lo nabrak gue kenceng bro" ucap lelaki itu


Avilian membulatkan matanya.


"alay banget sih lo" Avilian


Lelaki itu tersenyum simpul.


"lo cantik" ucap lelaki itu


Lagi-lagi Avilian membulatkan matanya.


'emang ga waras nih orang' batin Avilian


Dari pada urusan tambah panjang, Avilian segera pergi dari hadapan lelaki itu, tetapi lelaki itu sangat cekatan ia mencengkal tangan Avilian.


"ih apaan sih lo?! lepasin!!" ucap Avilian


"nama lo siapa? " tanya lelaki itu


"penting banget apa lo tau gue?! udah lepasin!" Avilian


"gue ngga bakal lepasin lo sebelum lo kasih tau nama lo" lelaki itu


Avilian memutar bola matanya malas.


"nama gue Avilian. udah lepasin" ucap Avilian sambil berusaha menepihkan tangan lelaki itu


Tetapi lelaki itu masih saja setia memegangi tangan Avilian.


"Apa lagi sih?! lepasin!!" Avilian


"minta nomer lo dong"


Avilian mengangkat tangan kirinya.


"lo ngga liat? gue udah punya tunangan!" Avilian


Lelaki itu mengerutkan keningnya dan tertawa simpul.


"baru tunangan kan belum nikah"


Avilian sungguh kaget dengan ucapan lelaki itu.


"udah minggir lepasin gue!!" kesal Avilian


Belum sempat lelaki itu menjawab tiba-tiba ponsel Avilian berdering, Avilian mengambil ponsel itu tetapi keburukan sedang menghampiri Avilian. Ponsel itu di rebut oleh lelaki yang ada di depannya ini, tubuh Avilian tak cukup tinggi untuk mengambil ponsel itu.


"KEMBALIIN" teriak Avilian


"uwuww my love" ledek lelaki itu


Memang jahil benar-benar jahil lelaki itu mengangkat VC dari Firgian, saat sudah tersambung raut Firgian menampakan wajah terkejut.


"lo siapa? " tanya Firgian yang masih berusaha untuk tenang


"gue? gue-"


Avilian langsung menendang kaki lelaki itu sampai lelaki itu sedikit berjongkok, Avilian tak lelet ia langsung mengambil alih ponsel itu dan kabur. Setelah Avilian merasa dirinya sudah agak jauh, Avilian langsung kembali mem video call kekasihnya itu. Tetapi lagi-lagi sial,kekasihnya itu tidak mengangkat telfon Avilian.


"Aaaarrrghhhh!! Gian pasti marah nih sama gue" ucap Avilian menggeruru "ini gara-gara kambing buntel itu!!" sambungnya

__ADS_1


Avilian langsung menghentikan sebuah taxi dan menaili taxi itu, sepanjang perjalanan Avilian mencoba untuk menghubungi Firgian tetapi hasilnya nihil Firgian sama sekali tidak membalas pesan atau mengangkat telfon dari Avilian.


Hingga akhirnya Avilian sudah sampai di rumahnya, ia segera mandi dan menerbahkan tubuhnya, hari ini begitu melelahkan. Ia masih kepikiran tentang lelaki itu, lelaki gila yang sangat menyebalkan.


Saat Avilian hendak menutup mata tiba-tiba ponselnya bergetar, ada video call masuk Avilian tidak melihat nama dari kontak itu ia langsung main mengangkat nya karena ia pikir itu adalah Firgian. Tetapi setelah mengangkatnya Avilian sangat terkejut, ini bukan Firgian tetapi setan yang tersesat dari neraka.


"Hai" sapa lelaki itu di sebrang sana


"ISHH LO NGAPAIN SI GANGGU GUE MULU?!!" teriak Avilian


"jangan teriak-teriak napa"


"GA USAH GANGGU GUE LAGI!! GARA-GARA LO PACAR GUE MARAH!!" Avilian


Nampak lelaki itu mengusap kupingnya berkali-kali.


"bagus dong"


"BAGUS MATA LO PEA!!" Avilian


"ya bagus lah buat gue, jadinya kan nanti kalian ga jadi nikah, lo nikah deh sama gue"


Avilian menghirup nafas sedalam-dalamnya.


"DASAR GILA!!!"


Tut.


Avilian memutuskan sambungan itu. Avilian menggeram ia langsung membanting hpnya di kasurnya.


Klunting...


Lagi-lagi HP Avilian berbunyi menandakan ada pesan masuk, Avilian mengambil hpnya lagi dan membaca pesan itu.


+6285896401234


Save nomer gue woi


Read.


+6285896401234


Kalo lo ngga nge save gue bakal ganggu lo terus


Read.


"mau gue save ataupun enggak lo bakal tetep nganggu bodoh!" ucap Avilian pada benda pipihnya itu


+6285896401234


Oh ya udah besok gue ke kelas lo


Read.


Mata Avilian membulat sempurna, ia langsung memblokir orang itu.


"kayaknya gue harus bawa dia ke Fandi deh, otaknya bener-bener gesrek" ucap Avilian


Avilian bingung ia tak tau harus bagaimana.


"arrghhh tamat udah lah gue di ganggu sama dia! dasar kampret" Avilian


Avilian membanting tubuhnya di kasur.


"aaaa Giannnn cepet pulangggg" rengek Avilian


Lelah menguasai segalanya, tidak terasa Avilian tertidur dengan pulas. Tiba-tiba pada pukul 02.00 Avilian terbangun ia mengecek hpnya dan sama sekali belum ada notif dari Firgian.

__ADS_1


"ishh Gian beneran marah sama gue? " tanya Avilian pada diri nya sendiri


"seharusnya kan dia tanya dulu sama gue dia siapa, bukannya malah ngambek ga jelas! " Avilian


Avilian memencet aplikasi kontak, ia mencari nomor Fandi tetapi nomornya tidak aktif, lalu beralih mencari nomor Vian dan akhirnya Vian mengangkat telfonnya.


"apa Lii? " tanya Vian dengan suara tidur nya


"Gian ada ngabarin lo ngga? " tanya Avilian


"hooh, ada apa? " tanya Vian


"ngomong apa? " tanya Avilian


"nanya kabar gue sama yang lain, terus nanyain keadaan lo" Vian "ada apa sih? ganggu orang tidur aja" sambung Vian


"ya gapapa sih, Gian ngga ngabarin gue aja. Lo jawab apa pas di tanya sama Gian tentang keadaan gue?" Avilian


"ya gue jawab seadanya aja lah, udah ah gue ngantuk banget" Vian


Avilian menghela nafasnya.


"ya udah, sori ganggu" Avilian


"hmmm" Vian


Tut.


Sambungan telfon terputus, Avilian benar-benar tidak bisa tidur lagi. Ia mencoba menelfon Fira namun ia tidak bisa di hubungi lantas ia langsung menelfon Pita. Betapa senangnya Avilian akhirnya Pita mengangkat telfonnya.


"APAAAN SIH TELFON GUE MALEM-MALEM? " teriak Pita


Avilian menjauhkan ponselnya sebentar.


"udah lagi kali Ta" Avilian


"gue masih ngantuk, lo ngapain telfon gue" Pita


"gue mu cerita" Avilian


Terdengar sekali Pita menghela nafasnya dengan kasar.


"ya umpan Lian, gue masih ngantuk dan lo telfon gue cuman mau cerita? ga banget deh" Pita


"masalahnya ini penting" ucap Avilian


"ya udah cepet gue dengerin deh" Pita


"jadi tuh tadi waktu gue mau pulang ga sengaja nabrak sama orang, nah terus orang itutuh bener-bener gila, dia kaya setan tau Ta.. gentayangin gue mulu" ucap Avilian sambil merengek


"hmm, terus? " Pita


"nah pas gue ngasih tau ke dia kalo gue udah tunangan dia malah ngejawab gini 'baru tunangan kan belum nikah' gitu Ta, lebih parahnya lagi pas Gian telfon malah dia yang ngangkat, otomatis Gian langsung matiin telfonnya dong dan sampe sekarang Gian ngga hubungin gueeee" Avilian "Gian ada hubungin lo ngga? " sambung Avilian


Tidak ada jawaban.


"Pita? " Avilian


"Ta? " sekali lagi


"PITA LO TIDUR YA?!! " Avilian


Sama sekali tidak ada jawaban.


Tut.


Avilian mematikan telfonnya.

__ADS_1


"ishh nyebelin semua!!" Avilian


Avilian meletakan hpnya dan kembali tidur.


__ADS_2