Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
MASALALU


__ADS_3

Hari-hari selanjutnya Firgian benar-benar menjaga jarak dengan Avilian, teman-temannya pun di buat heran dengan kelakuan sepasang kekasih itu. Sering kali Avilian mengeluh pada Fira, Pita, dan Vian. Tetapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa Firgian juga menjadi orang yang sangat pendiam, bebicara dengan Vian pun sekarang jarang ia hanya berbicara se pentingnya saja selebihnya ia memilih untuk diam.


Avilian juga ketika di rumah ia sering menangis, ia menggerutu dirinya sendiri. Tetapi sifat tetaplah sifat mau gimanapun mengubah kalau sudah watak tetap saja tidak akan hilang. Pernah saat itu ketika Firgian sedang ber main game di kantin Avilian langsung menghampiri Firgian dan merebut hpnya, Avilian memarahi Firgian di kantin sekolahan, bayangkan ada berapa banyak murid yang melihat kejadian itu.


Saat itu Firgian marah ia langsung merampas hpnya dan pergi dari hadapan Avilian, Avilian mengejar Firgian tetapi Firgian menyuruh Avilian untuk tidak dekat-dekat dengannya. Dan saat ini Avilian sedang menangis di kelasnya ia terus-terusan mengeluh karena Firgian sudah berubah.


"ya udah kalo lo emang sayang sama Gian lo ubah sifat lo" Pita


"ubah sifat gue? astaga ini bahkan bukan karena sifat gue, Gian aja yang ngga bersyukur punya doi kaya gue, gue kurang perhatian apa si sama dia?" ucap Avilian


"iya lo emang sebenernya baik banget sama Gian, tapi Gian ngga suka lo kengkang Li" Pita


"gue ngengkang karena gue sayang sama Gian, gue ngga mau Gian jadi kenapa-napa" Avilian


"iya menurut lo baik bagi lo tapi ngga bagi Gian" Pita


"lo kenapa malah jadi belain Gian si Ta? " Avilian


"gue penengah, gue ngga lagi belain siapapun. Sekarang terserah lo berdua aja deh gue juga punya urusan gue sendiri" Pita


"lo udah ngga mau bantuin gue? " Avilian


"gue bukannya ngga mau bantuin lo sama Gian tapi gue juga cape kalian sama-sama egois. Sekarang buat apa gue usul ide ini itu kalo sama kalian aja ngga di pake? udah ah gue ke kelas bye" ucap Pita langsung beranjak pergi dari kelas Avilian


Avilian kembali menangis ia langsung di peluk oleh Fira.


"udah sabar Li, gue juga agak setuju sama ucapan Pita. Mending lo ubah sifat lo dulu aja" Fira


Avilian langsung melepas pelukannya dan pergi dari kelasnya.


"LIAN? LIAN LO MAU KEMANA? " teriak Fira


"pergi" ketus Avilian


Fira hanya menggelengkan kepalanya, Avilian memang sangat menjengkelkan dan keras kepala.


Avilian berjalan menuju ke UKS tetapi sebelum ia sampai ke UKS ia melihat Firgian sedang berjalan beriringan dengan wanita lain sambil membawa buku yang cukup banyak. Sesekali Firgian berjalan dengan tertawa lepas, hari Avilian sakit Avilian langsung menghampiri kedua remaja itu.


Saat Avilian sudah berada di depan keduanya Avilian langsung mendorong gadis tersebut hingga tersungkur ke bawah beserta buku-buku yang ia bawa. Gadis itu mengaduh kesakitan, Firgian yang melihat gadis itu terjatuh ia langsung meletakan buku yang ia bawa dan menolong gadis tersebut.


"Ra? lo nggapapa? " tanya Firgian sambil membantu gadis yang bernama Zahra itu untuk bangun


"gue nggapapa" jawab Zahra


Firgian memegang tangan Zahra dan membantu Zahra untuk bangun. Avilian yang melihat Firgian memegang tangan Zahra ia langsung melepaskan tangan Firgian dan Zahra.


"lo apapaan sih Li? " tanya Firgian

__ADS_1


"gue? Seharusnya gue yang tanya sama lo! lo apapan jalan sama dia?! " Avilian


"itu hak gue dong, lagian gue juga cuman bantu Zahra" Firgian


"lo tuh masih punya gue! seharusnya lo mikirin perasaan gue! " ucap Avilian


Saat Firgian hendak menjawab tiba-tiba Fandi datang dan langsung menggandeng tangan Avilian.


"kita udah di tunggu sama Bu Rina di perpus" ucap Fandi


"ishh lo apapaan sih?! lepas ga! " Avilian


Firgian yang melihat itu ia tersenyum kecut.


"denger ya Li, lo aja ngga bisa jaga perasaan gue terus buat apa gue cape-cape jaga perasaan buat lo? udah ah yu Ra kita beresin buku-buku nya dan pergi" ucap Firgian sambil memberesi buku-buku yang berserakan


"Gian?! lo apapan sih? gue sama monyet ragunan ga ada hubungan apa-apa" ucap Avilian


Firgian masih diam dan setelah buku-buku itu selesai di beresi ia dan Zahra langsung pergi dari hadapan Avilian dan Fandi.


"GIAN?!! GIANNNNN?!" teriak Avilian


"ARGHHB LEPASIN!!!" ucap Avilian sambil menepis tangan Fandi kasar


"MAKSUD LO APA TADI HA?!! LO TU UDAH BIKIN HUBUNGAN GUE HANCUR!!!" ucap Avilian sambil memukul dada bidang milik Fandi


"lo itu ngga pantes kaya tadi, kesannya lo yang ngejar-ngejar laki-laki brengsek itu" ucap Fandi


Avilian langsung melepas pelukannya dan mendorong tubuh Fandi.


"LO YANG BRENGSEK!!" kasar Avilian sambil menunjuk Fandi


Avilian langsung pergi dari hadapan Fandi dan ia melanjutkan langkahnya untuk menuju ke UKS. Sesampainya di UKS Avilian langsung membaringkan tubuhnya, ia memejamkan matanya dan tiba-tiba memorinya berputar kepada peristiwa beberapa tahun yang lalu.


*Flashback on.


"kamu udah pulang sayang? dari mana aja? " tanya Mamah Avilian


"Lian.. Lian tadi dari ah udah ah Mamah pisah aja sama Ayah" ucap Avilian


"kamu ngomong apa sih sayang? " tanya Mamah Avilian


"yang tetangga bilang itu bener Ayah itu selingkuh! " Avilian


Mamah Avilian langsung memegang jantungnya. Dengan cepat Avilian langsung menopang tubuh Mamahnya.


"Mah.. Mamah maafin Lian" ucap Avilian

__ADS_1


Mamah Avilian langsung menetralkan kondisinya ia menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan nampak lah sosok Ayah yang bejad bagi Avilian.


"Ayah pulang" ucap Ayah Avilian dengan seulas senyuman


"ngapain lo pulang? pergi sono sama ****** lo!" ucap Avilian yang tak ada sopan santun nya


Plakkk!


Ayah Avilian menampar Avilian.


"apa maksud ucapan kamu?! tidak ada sopan santunnya jadi anak!!" amarah Ayah Avilian


"seharusnya Ayah yang di sebut tidak punya sopan santun!! sudah punya istri dan anak malah melakukan perselingkuhan!! dimana pikiran Ayah?!!" Avilian


Plakkk!


Lagi-lagi Ayah Avilian menampar Avilian.


"tampar Lian yah tampar!!! ini ngga sebanding dengan rasa sakitnya Mamah!!" Avilian


Mamah Avilian yang melihat perkelahian itu hanya bisa menangis dan menangis.


"JAGA UCAPAN KAMU YA LIAN!! MANA BUKTINYA KALAU AYAH MEMANG SELINGKUH?!" Ayah Avilian


"tadi gue liat lo di Caffe bersma ****** lo!!" ucap Avilian


"sudah Lian sudahh" ucap Mamah Lian dengan menangis


"DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI!! KAMU PIKIR AYAH SEDANG SELINGKUH DI SANA? AYAH SEDANG MEETING BERSAMA KELAYEN LAINNYA!!! " Ayah Avilian


"MAS ALVIN!!! KELUAR MASSSS!!" teriak seorang perempuan di luar sana


Ayah Avilian, Avilian, dan Mamah Avilian langsung keluar dari rumah, saat sudah di luar ia melihat ada seorang cewe yang lebih agak muda di banding Mamah Avilian beserta kedua orang tuanya.


"KAMU YANG BERNAMA ALVIN? " tanya Ayah dari cewe itu


"iya saya? ada apa pak? " tanya Ayah Avilian


BRUKKK!


Bapak itu memukul Ayah Avilian.


"KAMU SUDAH MEMBUAT ANAK SAYA HAMIL!! DAN KAMU MAU PERGI BEGITU SAJA IYA?!!! " amarah Bapak itu


Mamah Avilian langsung pingsan, semua orang melihat ke arah Mamah Avilian. Mamah Avilian di bawa ke rumah sakit dan masalah itu Ayah Avilian akhirnya menikahi perempuan itu lalu pergi meninggalkan Avilian dan Mamahnya,sampai akhirnya Mamah Avilian mengalami kejiwaan kini hiduplah Avilian sebatang kara di rumah besarnya*.


Flashback off.

__ADS_1


"gue benci semuanya" ucap Avilian yang masih senantiasa menutup matanya.


__ADS_2