
Bel istirahat berbunyi begitu kencang, guru mapel pun mengakhiri pelajarannya dan membiarkan para siswa untuk beristirahat. Saat Avilian sedang berjalan menuju ke luar kelas bersama Fira sahabatnya Avilian di buat kaget dengan keberadaan Firgian.
"dorrrr"
Avilian memegangi dadanya.
"bisa ngga jangan ngangetin! nanti kalo aku jantungan gimana? mau tanggung jawab?" omel Avilian
"iye iye maap" Firgian
"LIANNNNNN!!" teriak Pita yang baru saja keluar dari kelas Firgian
Avilian, Pita, dan Fira mereka mempunyai hubungan sahabat sejak kelas 10. Dulu waktu kelas 11 Avilian sekelas dengan Pita dan terpisah dengan Fira dan sekarang mereka kelas 12 Avilian bersama Fira dan terpisah dengan Pita.
"HEH! GA USAH TERIAK-TERIAK BISA NGGA SIH!" omel Vian yang berada di sebelah Firgian
"lah itu lo ngapa ikut teriak-teriak? dasar singung!" grutu Pita
"ya gue kesel sama lo!" Vian
"bodoamat!" Pita
"kapan si kalian akur" Fira
"gue? sama si Pita? akur? hadehh.. kalo gue akur sama dia yang ada bumi kegoncang" ucap Vian
Pita melangkahkan kakinya untuk mendekat pada Vian.
Plakkk!
Satu pukulan lolos mendarat pada kening Vian.
"siapa juga yang mau akur sama lo? dihh ogah amit-amit" Pita
"sakit pea! gue juga ogah!" jawab Vian sambil mengelus-elus keningnya yang terasa panas
"ah udah lah ayo ke kantin, kalo di sini terus ga ada abisnya denger si dia couple ini berantem" ucap Avilian yang langsung berjalan dan di susuli oleh Fira juga Firgian
Kini tersisa lah Pita dan Vian, keduanya saling menatap.
"apa lo liat-liat" ketua Pita
"lo tu yang liat-liat gue" Vian
"ah bodo lah, lo nyebelin!" ucap Pita lalu pergi dari hadapan Vian menyusul teman-temannya yang sudah di depan sana
"LO LEBIH LEBIH LEBIH LEBIH NYEBELIN!!!" teriak Vian
Pita yang merasa dirinya di teriaki ia membalikan badannya dan menjulurkan lidahnya pada Vian.
"DASAR NYEBELIN LO!" teriak Vian lagi
"Vian? ada apa? " tanya Bu Rina yang baru saja keluar dari kelas Avilian
Vian kaget dengan kehadiran Bu Rina.
"lah Ibu? ah itu nggapapa kok Bu, saya duluan. Permisi Bu" ucap Vian lalu pergi dari tempat itu
Bu Rina hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya untuk menuju ke ruang guru.
Suasana kantin sangat ramai, sebenarnya Avilian sangat malas jika ke kantin tetapi kalau tidak ke kantin nanti ia lapar.
"besok-besok lo ikut jualan lah Fir males gue kalo ke kantin tapi sempit gini" ucap Avilian
"enak aja lo" jawab Fira
"udah ayo duduk di sana masih ada yang kosong tu" ucap Firgian sambil menunjuk bangku kosong sebelah pojok kanan kantin
Semuanya setuju lalu mereka berjalan menuju bangku itu dan duduk di sana.
"aku pesenin dulu ya" ucap Firgian pada Avilian
"iya" jawab Avilian
"lo mau juga gue pesenin Fir? " tanya Firgian pada Fira
"boleh" Fira
"kok gue ngga di tawarin? " tanya Pita
"lo minta tolong aja sama Vian" Firgian
Pita menatap Vian dengan menyengir.
"OGAHH! PESEN SONO SENDIRI" ketus Vian
__ADS_1
"NYEBELIN LO!" teriak Pita
Vian hanya menjulurkan lidahnya sama seperti apa yang Pita lakukan tadi. Firgian, Vian dan Pita berdiri lalu membeli makanan.Sedangkan Fira dan Avilian sedang setia menunggu makannya datang.
"lo beruntung banget dapet cowo kaya Gian Li" ucap Fira
"ho'oh gue juga ngerasa gitu, gue sayang banget sama Gian" ucap Avilian
"coba aja Tuhan nyiptain orang kaya Firgian itu ada banyak gue mau juga lah" keluh Fira yang membuat Avilian terkekeh
"makanan datang" ucap Firgian yang tiba-tiba datang membawa 3 mangkuk bakso
"asikk" ucap Avilian dengan gembira
Firgian duduk di samping Avilian ia langsung melahap makannya itu. Saat ketiganya sedang makan Pita dan Vian datang mereka langsung ikut duduk dan memakan makannya. Di saat mereka sedang makan tiba-tiba ada seorang wanita yang membuat Avilian sudah tak napsu makan.
"hai kaka-kaka" sapa Meilia yang tiba-tiba datang
"ngapain lo? " tanya Avilian ketus
Bukannya membalik menyapa Avilian malah bertanya dengan muka kecut.
"gue boleh ikut duduk ya ka soalnya udah ngga ada bangku" ucap Meilia
"duduk sono di bawah!" ketus Avilian
"sayang" panggil Firgian sambil memegang tangan Avilian membuat Avilian menatap tajam pada Firgian
Firgian klicutan, jika sudah di tatap seperti itu oleh Avilian ia sudah tak berani berkutik.
"ya udah duduk aja" ucap Pita
"Pita lo apa-apaan sih?! " marah Avilian
"gapapa nih ka? " tanya Meilia
"duduk aja" Pita
"Pitaaaa! " pekik Avilian
Pita sama sekali tidak menggubris panggilan Avilian, Meilia langsung meletakan mangkuknya dan duduk di depan Pita.
"udah duduk kan lo?" tanya Pita memastikan yang di jawab anggukan oleh Meilia
Avilian yang awalnya marah ia langsung tersenyum mendengar dan melihat tingkah Pita.
"loh kok pergi si ka? " tanya Meilia
"lo kira kita suka banget apa di ganggu, apa lagi kalo yang ganggu itu lo!" ucap Pita tegas lalu mereka pergi meninggalkan Meilia
Meilia yang merasa di tinggal ia hanya memajukan bibirnya. Saat perjalanan menuju kelas masing-masing Avilian memegang tangan Pita secara tiba-tiba membuat semua langkah terhenti.
"kenapa? " tanya Pita
Bukannya menjawab Avilian malah memeluk Pita.
"makasih" Avilian
Pita tersenyum dan membalas pelukan Avilian.
"sans bre" jawab Pita
Avilian melepas pelukannya.
"masa Pita doang yang di peluk, aku? " tanya Firgian
Plakk!
Vian menepuk jidat Firgian membuat Firgian meringis kesakitan.
"mesum otak lo!" Vian
"sama pacar sendiri mah bebas ya ngga Li" ucap Firgian
"udah ah ayo ke kelas" Fira
Mereka akhirnya melanjutkan langkahnya. Saat sudah sampai di depan kelas Avilian, Vian dan Pita berpamitan untuk duluan ke kelasnya Fira juga pamit untuk masuk ke kelas terlebih dahulu. Kini tersisalah Firgian dan Avilian di ambang pintu kelas Avilian.
"nanti jadi? " tanya Firgian
"kamu mau apa engga? " tanya Avilian
"emang aku pernah nolak kalo di ajak kamu? " tanya Firgian balik yang membuat Avilian cekikikan
"iya udah iya, nanti aku tungguin di parkiran" ucap Avilian
__ADS_1
"oke" jawab Firgian
"ya udah sana masuk" Avilian
"sun dulu" ledek Firgian
"mau ini? " tanya Avilian sambil menunjukan kepalan tangannya
"ampun bos ampun, ya udah aku masuk bye sayang" ucap Firgian lalu pergi dari hadapan Avilian
Kelas Avilian dan Firgian itu berjejer jadi gampang sekali untuk bertemu. Setelah Firgian masuk ke kelas Avilian langsung masuk ke kelasnya.
Jam menunjukan pukul 15.25 saatnya semua murid SMA BAKTI JAKARTA bergegas untuk pulang, Firgian segera membereskan buku-bukunya lalu memasukkan ke dalam tas nya.
"bro gue duluan ya soalnya mau jalan dulu sama si Lian" ucap Firgian pada Vian
"oke deh ati-ati ga usah berantem terus" Vian
"iye iye, ya udah gue duluan" ucap Firgian lalu pergi terdahulu
Saat Vian sedang mengemasi barangnya Pita datang dengan menggebrak meja membuat Vian sedikit terkejut.
"blegug sia! kaget gue *****!" omel Vian
"gue nebeng lo ya" ucap Pita
"ogah gue di tebeng sama lo! mending gue bonceng orang gila dari pada di tebeng lo!" ketus Vian
"ye pelit lo!" Pita
"ya emang! udah awas minggir!" ucap Vian sembari menyingkirkan Pita dari hadapannya
Pita sedikit terdorong ke belakang akibat ulah Vian.
"DASAR VIAN KAMPRET! GUE DO'AIN NANTI MOGOK TU MOTOR LO RASAIN!!" teriak Pita membuat siswa yang masih ada di kelas menutup kupingnya
Disi lain, saat Firgian sedang buru-buru menuju ke parkiran ia malah tabrakan dengan seseorang yang ia kenal. Orang itu menabrak tubuh Firgian sampai ia terjatuh.
"eh sori sori" ucap Firgian
"Kaka? " Meilia
"sini gue bantuin" ucap Firgian sambil mengulurkan tangannya
Meilia menerima uluran tangan Firgian.
"lo nggapapa? " tanya Firgian
"engga kok" Meilia
"lain kali ha-"
Ucapan Firgian tertenti karena ponsel milik Meilia bergetar. Meilia segera mengangkat telfonnya.
"halo? " ucap Meilia
".... "
"iya saya sendiri, ada apa ya? " Meilia
".... "
"APA?!" kaget Meilia
Firgian yang masih di situ pun ikut kaget atas suara Meilia.
"baik-baik saya kesana sekarang" ucap Meilia lalu memutuskan sambungan telfonnya
"lo baik-baik aja? " tanya Firgian
Bukannya menjawab Meilia malah menangis dan memeluk Firgian. Ia menangis didada bidang Firgian. Sungguh Firgian sangat bingung ia bingung harus bagaimana, ingin melepaskan tetapi keadaan Meilia sedang menangis ia tak enak hati, tetapi jika tak melepaskan takutnya ada kesalah pahaman.
Tetapi belum Firgian bertindak apa-apa tiba-tiba Meilia melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
"ka tolongin gue" ucap Meilia dengan suara yang bergetar
"kenapa?" tanya Firgian
"anterin gue ke rumah sakit, nyokap gue di rawat lagi" ucap Meilia sambil menangis
Firgian tambah bingung ia sudah ada janji bersama kekasihnya tetapi ia juga kasihan melihat Meilia yang sedang menangis kesusahan.
"oke gue bantuin lo tapi gue cuman nganter ya" ucap Firgian
Meilia mengangguk lalu mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran Meilia memakai helm yang tadi pagi di pakai oleh Avilian. Setelah selesai mereka berjalan menuju ke arah rumah sakit.
__ADS_1