Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
Nasehat Dari Ibu.


__ADS_3

Hari ini Nisa dan teman-temannya latihan kelincahan dan ketahanan tubuh.


Lelah memang, namun tidak begitu terasa, karena melakukan hal yang kita sukai. Berbeda dengan hal yang tidak kita senangi, maka akan terasa begitu berat dan tentunya melelahkan.


Nisa memang suka berolahraga, karena bagi Nisa dengan berolahraga dapat membuat tubuh terasa lebih sehat dan segar.


Kini Nisa dan Romadhon tengah duduk berselonjoran di atas rumput hijau yang mengitari perkarangan sekolah.


Nisa sekarang sudah memiliki seragam latihan sendiri sama seperti teman-temannya yang lain, setelah melewati banyak rintangan akhirnya Nisa mendapatkan yang ia inginkan. Yaitu seragam kebanggaan pencak silat, aliran Himssi.


Setelah menguras habis uang tabungannya untuk biaya pengobatan ibunya, Nisa kembali menabung dari awal.


Sering Nisa merasa minder dan sempat membuat Nisa merasa kecil dengan teman-temannya yang rata-rata sudah memakai seragam kebangaan mereka, namun hal itu pula yang membuat tekat Nisa untuk menabung melambung tinggi.


Nisa membeli seragam kakak kelasnya yang sudah tidak lagi ikut latihan karena ada suatu alasan, bekas namun Nisa tetap bersyukur, karena sudah mendapatkan seragam, walaupun dengan harga murah sebab sudah di pakai dua tahunan.


Bagian celana dan baju nya saja pas-pasan di badan Nisa, sebab pernah di kecilkan atau di potong oleh pemilik sebelumnya. Tapi tak apa yang penting sudah memiliki seragam seperti yang lainnya.


"Nis, aku mau minum kamu mau nggak?." Tanya Romadhon saat dirinya hendak bangkit mengambil minum.


"Boleh." Jawab Nisa.


"Iiididihh, sosweet amat kamu Don." Goda keyla yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


Nisa dan Romadhon kompak geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.


Romadhon pun pergi meninggalkan Nisa.


Ketika Romadhon sudah jauh, Keyla berpindah duduk di samping Nisa.


"Nis kalian pacaran ya?." Tanya Keysa yang masih satu angkatan dengan Romadhon, yang berarti kakak kelas Nisa.


Nisa menoleh ke arah Keyla"Nggak kak, kita cuma temenan doang. Kenapa emang?, kakak naksir?." Nisa menyenggol badan Keyla dengan siku, bermaksud menggodanya.


Nisa senyum-senyum sendiri, sedangkan Keyla senyum malu-malu.


"Cciiiee, kak Keyla, aku kasih tau ni, sama kak Romadhon. " Goda Nisa.

__ADS_1


"Sshhuuuff, jangan bilang, ini cuma rahasia kita berdua." Bisik Keyla.


"Kalau aku nggak mau gimana?." Nisa menarik turunkan alisnya, tak lupa dengan senyum menyebalkan.


"Ahh, nggak asik kamu Nis, emberr."


"Hhahahahha." Nisa tertawa keras melihat wajah pias Keyla.


Tak ayal banyak murid yang lain menatap ke arah mereka, tak terkecuali Romadhon yang tengah menuang air.


"Serius amat kak, santay ajah, aku bisa simpan rahasia kok." Ujar Nisa ketika tawanya reda.


"Terserah!, awas ya Nis, jangan bilang sama Romadhon kalau aku abis nanya-nanya sama kamu." Keyla segera berlalu dari hadapan Nisa karena sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang bersarang di hatinya selama ini.


Dan juga karena Romadhon tengah menuju ke arah Nisa kembali.


"Kalian tadi ngomong apa Nis?, kayak lucu banget." Romadhon melayangkan tatapan mengintimidasi ke arah Nisa.


Melihat raut wajah Romadhon yang seperti itu, Nisa menelan air liurnya dengan susah payah, takut keceplosan. Karena mulutnya kadang-kadang tak bisa di ajak kompromi.


Dahi Romadhon mengkerut mendengar jawaban dari Nisa." Bener, kok ketawanya kenceng amat, emang lucu banget gitu?."


"Iya lah, kakak nggak boleh tau, ini rahasia perempuan, udah mana minum buat aku." Nisa sengaja mengalihkan topik agar Romadhon berhenti bertanya.


Dan ternyata berhasil karena Romadhon tidak Menanyakan lebih lanjut.


Nisa meneguk air pemberian Romadhon hingga menyisahkan setengah.


*


*


*


"Nis, kamu mau ikut nggak seleksi?, serius ini aku nanya. Soalnya seleksi udah dekat, kalau mau kita daftar bareng." Romadhon menjalankan sepeda motor nya dengan kecepatan sedang agar bisa bicara dengan Nisa.


Kini mereka berdua tengah di perjalanan pulang menuju rumah Nisa, Tadi mereka berdua izin pulang duluan, karena Romadhon harus mengantar Nisa pulang lebih dulu. Karena Romadhon tak mau terjadi apa-apa ketika di jalan, takut kemalamam maklum saja, karena ia membawa anak gadis orang.

__ADS_1


Sebagai anak yang di didik dengan baik, Romadhon harus mengantar Nisa pulang sebelum magrib. Makan dari itu mereka berdua izin pulang lebih awal, agar tidak kemalaman.


"Emz, nggak tau Don, aku lagi mikir. Ntar kalau udah ada jawaban aku kasih tau deh." Jawab Nisa pada akhirnya setelah terdiam beberapa detik.


Setelah menempuh perjalanan sedikit jauh akhirnya mereka berdua tiba di rumah Nisa.


Nisa turun dari boncengan Romadhon.


"Nis, aku pulang ya, titip salam buat calon ibu mertua." Ujar Romadhon yang tentunya di anggap hanya sekedar candaan bagi Nisa.


"Iya, udah sana pulang, nanti di cari sama ibu kamu karena anak gadisnya belum pulang." Balas Nisa bercanda.


"Iya, karena di culik sama calon mantunya." Nisa dan Romadhon tertawa bersama menertawakan omongan mereka sendiri.


"Ya udah Nis aku balik, bye-bye, sampai jumpa besok calon makmumku." Setelah mengatakan itu, Romadhon segera tancap gas, karena hari sudah mau gelap.


Nisa geleng-geleng kepala menatap kepergian Romadhon. Hingga tak lama Romadhon pun hilang dari pandangannya.


"Calon makmum mu itu, kak Keyla kak, dasar cowok nggak peka. Padahal satu sekolah, satu kelas lagi, emang nggak sadar gitu ada yang merhatiin." Nisa terus saja menggerutu Romadhon yang bagi nya sama sekali tidak peka terhadap hati para wanita, sepanjang jalan ke rumah nya tak hentinya mulutnya kumat kamit.


Tanpa Nisa sadari Romadhon masih menyimpan rasa yang sama terhadapnya, meski sudah lewat beberapa tahun sejak Romadhon mengungkapkan perasaannya.


"Romadhon nya mana Nis?, udah pulang?." Tanya Ibu Mulyani ketika melihat putrinya membuka pintu.


Nisa menutup kembali pintu rumah. "Iya Bu sudah, barusan Romadhon pulang, katanya titip salam buat ibu." Ujar Nisa tersenyum ke arah Ibu Mulyani.


"Romadhon itu pacar kamu ya Nis?." Tanya ibu dengan pandangan penuh intimidasi.


Nisa kaget dengan pertanyaan ibu nya."Nggak kok bu, cuma temanan doang." Jawab Nisa jujur.


"Bener?." Tanya Ibu Nisa lagi.


"Bener Bu, suwer." Nisa pun menaikkan dua jari nya ke atas.


"Awas ya Nis kalau kamu pacaran, ibu nggak suka, ibu nggak mau kamu kayak anak tetangga sebelah, yang masih kecil udah pacaran ujung-ujungnya nikah mudah, Ibu mau kamu sukses, tamat sekolah dapat kerjaan, biar nggak di pandang orang sebelah mata." Setelah mengatakn itu, ibu Nisa segera berlalu meninggalkan Nisa yang masih bengong di depan pintu.


*********

__ADS_1


__ADS_2