
Malam ini semua teman-teman Avilian menginap di rumah Avilian, kebetulan besok juga hari libur sekolah. Fira, Pita, dan Avilian sudah berada di dalam kamarnya. Sedangkan Firgian dan Vian mereka masih berada di ruang TV.
"lo sayang banget ya sama Lian Gi? " tanya Vian
"ya iya lah" Firgian
"kok bisa lo sayang banget sama dia? ya monmaaf nih ya sebelumnya, lo kan tau kondisi keluarga Lian kaya apa terus lo juga tau gimana kepribadian si Lian dia itu posesif banget orang nya galak juga dan se-"
"gue sayang sama Lian apa adanya, gue nerima dia apa adanya. Gue ngga perduli gimana dia, bahkan gue bersyukur banget sama Tuhan karena udah nemuin gue sama dia. Gue di temuin sama cewe yang sama sekali beda banget sama cewe lain" ucap Firgian
Vian terkekeh dengan ucapan Firgian.
"tapi apa lo ngga cape kalo si Lian lagi marah-marah karena hal sepele? " Vian
"gue cape, gue juga sebenrnya marah, tapi gue juga ngertiin dia kok" jawab Firgian
Vian menepuk pundak Firgian.
"gue salut sama lo bro" ucap Vian
Firgian terkekeh dengan ucapan Avilian.
"terus gimana hubungan lo sama Pita? apa mau gitu-gitu terus? " ledek Firgian
"ap.. apaan si lo" ucap Vian sambil memanglingkan wajahnya
"dih muka lo udah kaya cewe aja" ledek Firgian
"bacot lo" kekeh Vian
"pepet bro mumpung belum ada yang punya" Firgian
"ya.. ya sebenernya gue.. gue-"
"GIAN! VIAN! ITU LIAN!" teriak Pita dari atas
Firgian dan Vian yang merasa dirinya di panggil ia langsung mendongakan wajahnya ke atas. Firgian langsung berlari menaiki anak tangga.
"Lian kenapa? " khawatir Firgian
"Lian pingsan" ucap Pita tak kalah khawatir
Firgian langsung masuk ke dalam kamar Avilian, ia melihat Avilian sedang berbaring di atas ranjang dengan kepala yang di pangku Fira. Firgian langsung membopong Avilian dan menyuruh Vian untuk menyetir mobil. Mereka membawa Avilian ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Firgian langsung menyuruh suster untuk menangani Avilian. Avilian di bawa ke ruangan dan yang lain menunggunya di luar. 15 menit Firgian dan yang lain menunggu akhirnya dokter keluar.
"gimana keadaan Lian dok? " tanya Pita
"kami belum bisa memastikan keadaan Lian, karena hasil leb juga belum keluar" jelas dokter
Semuanya melemas. Firgian mengusap wajahnya kasar.
"apa Lian bakal opname lagi dok? " tanya Fira
"kemungkinan" dokter
Lagi-lagi semuanya menghela nafas berat.
"tapi kalian tenang saja, selalu berdoa untuk kesembuhan Lian. Saya permisi" ucap Dokter itu lalu pergi dari hadapan mereka
Semuanya duduk dan suasana begitu hening, semuanya fokus pada pikiran masing-masing.
"lo sama Fira pulang aja biar gue sama Vian di sini" ucap Firgian pada Pita
"gue ikut aja ah ga mau pulang" ucap Pita
__ADS_1
"iya, kita juga mau tau keadaan Lian" Fira
"tapi nanti kalian kecapean" ucap Vian
"biasa aja" ucap Pita
"dasar nyebelin" Vian
Pita hanya menjulurkan lidahnya.
"ya udah terserah kalian" ucap Firgian
Mereka beristirahat dan tidur di depan ruangan Avilian. Tak terasa hari sudah berganti dan dinginnya pagi membuat mereka semua terbangun dari tidurnya. Saat mereka sedang duduk untuk mengumpulkan nyawanya tiba-tiba dokter datang menghampiri mereka.
"ada orang tuanya tidak? " tanya dokter
"ah saya sodaranya" ucap Pita dengan cepat
"ooh, mari ikut saya ke ruangan" ajak dokter
Pita mengangguk dan mengikuti dokter itu keruangannya.
"udah boleh jenguk Lian belum sih? " tanya Firgian
"coba gue tanya dulu sama susternya ya" ucap Fira lalu pergi dari hadapan Vian dan Firgian
Firgian masih merasa khawatir dengan keadaan Avilian.
"gue takut Vi" ucap Firgian pada Vian
"ngga ada yang perlu di takutin, percaya aja Lian bakal sembuh" ucap Vian
Firgian menghela nafasnya dan mengangguk paham. 5 menit Firgian dan Vian menunggu akhirnya Fira kembali tetapi ia tak sendiri ia bersama Pita.
"kenapa kalian bisa bareng?" tanya Vian
"kalian kenapa? " tanya Firgian
"kita ada kabar yang buat kalian bahagia terutama Firgian" ucap Pita
"apa? " tanya Firgian dan Vian bebarengan
"Lian... " ucap Pita menggantungkan ucapannya membuat Firgian dan Vian penasaran
"Lian kenapa? " Firgian
Pita memberikan sebuah amplop pada Firgian, dengan cepat Firgian menerima amplop itu dan membuka isi amplop itu. Firgian membaca isi kertas itu dan ia langsung tersenyum senang dan memeluk Vian.
"Lian Vi Liannnn" ucap Firgian
Vian mengambil alih kertas itu dan membaca, Vian ikut tersenyum senang.
"doa kita ngga sia-sia" ucap Vian
Mereka semua berpelukan merayakan kesembuhan Avilian.
"apa udah boleh masuk? " tanya Firgian
"udah" jawab Fira
Firgian langsung masuk ke dalam, saat Vian ingin menyusul tiba-tiba Pita menyangkal tangan Vian.
"biarin mereka ketemu dulu, lo ngga usah ganggu! " ucap Pita
Vian menghela nafasnya dan kembali duduk, sama dengan Fira dan Pita mereka juga ikut duduk.
__ADS_1
Firgian masuk ke dalam ruangan, ia melihat Avilian masih berbaring dan menutup mata. Firgian mendekat dan memegang tangan Avilian, Firgian mencium kening dan tangan Avilian. Avilian merasa terusik dengan kelakuan Firgian, Avilian membuka matanya dan berapa terkejut nya dia karena dia bisa melihat Firgian kembali.
"aku... aku mimpi? " tanya Avilian
Firgian terkekeh dengan ucapan Avilian.
"engga sayang, kamu ngga mimpi" ucap Firgian
"aku.. aku bisa ngeliat kamu Gi" ucap Avilian sambil berusaha duduk dan memegangi matanya
Firgian tersenyum begitupun dengan Avilian, Avilian langsung memeluk Firgian dengan erat.
"aku sembuh Gi.. aku sembuh" ucap Avilian dengan menangis
"iya sayang kamu sembuh" ucap Firgian
"makasih Gi makasih banget" ucap Avilian dengan mengeratkan pelukannya
Firgian melepas pelukannya dan menghapus air mata Avilian.
"udah jangan nangis ya" ucap Firgian
"nanti temenin aku RSJ ya aku kangen Mamah" ucap Avilian
"iya sayang" jawab Firgian
"yang lain mana? " tanya Avilian
"ada di depan" Firgian
"kok ngga masuk? " tanya Avilian
"nanti aja katanya" jawab Firgian
Avilian memegang tangan Firgian.
"maafin aku yang keras kepala, yang emosian, yang selalu ngengkang kamu, aku lakuin itu karena aku sayang sama kamu" ucap Avilian
Firgian tersenyum dan memeluk kembali kekasihnya itu.
"iyaa" jawab Firgian
"berarti besok senin aku udah bisa sekolah dong? " Avilian
"iya sayang" Firgian
"asikkkk" girang Avilian
Firgian merasa senang, akhirnya ia bisa melihat kekasihnya itu tersenyum kembali tanpa beban.
"Gi sini deh aku mau bisikin kamu" ucap Avilian
"dih bisik-bisik masa" Firgian
"udah sini cepetan" ucap Avilian
Firgian memajukan badannya dan...
Cup.
Avilian mencium pipi kanan Firgian.
"dih modus" ledek Firgian
"biarin wleee" jawab Avilian dengan menjulurkan lidahnya "kan kemarin-kemarin kamu terus yang nyium aku hahaa" sambung Avilian dengan tertawa
__ADS_1
Firgian ikut tertawa dan mengacak pelan rambut Avilian.