Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
KEDATANGAN FIRGIAN


__ADS_3

Keesokan harinya Avilian harus berangkat ke kampus dengan was-was takut jika lelaki itu melihatnya. Sampai di kelasnya Avilian menghela nafasnya lega akhirnya orang itu tidak muncul lagi, Avilian duduk di kursinya dengan tenang, ia mengeluarkan sebuah novel dan membacanya sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya. Jam menunjukan pukul 09.15 sebentar lagi kelas akan di mulai, saat Avilian melanjutkan membaca novelnya tiba-tiba Pita datang dengan menggebrag meja membuat Avilian terlonjat kaget.


"LO TUH YA! BIKIN GUE KAGET!" omel Avilian


"utututuuu maapin ehehe" ucap Pita sambil menyengir kuda


"gue masih kesel sama lo!" ketus Avilian


Pita mengarahkan matanya ke atas sambil berfikir, Oh ya dia teringat Avilian malam tadi sedang bercerita tetapi Pita malah tidur. Pita menggaruk kepalanya dan menyengir kuda.


"ya maapin gue dong Li, jangan marah ya gue ngantuk banget tadi malem" Pita


Avilian hanya menjawab dengan menghembuskan nafasnya.


"ya Li jangan marah ya" bujuk Pita


"Iyaiya" Avilian


Pita menggirang kesenangan.


"makasih" Pita


"tapi jangan di ulangin lagi" Pita


"ya lo juga jangan telfon gue malem-malem lagi" Pita


"hmmm" Avilian


Lalu Pita duduk di kursinya.


"WOI DOSEN NGGA JADI BERANGKAT" ucap Riri salah satu mahasiswi kelas Avilian


"ah kebiasaan tuh dosen" grutu Avilian


"ya udah lah, eh Li ke caffe yuk" Pita


"males gue" Avilian


"lo kenapa sih? " Pita


"ga semangat" Avilian


"kenapa? " Pita


"Gian Ta Gian... " ucap Avilian sambil merengek


"Gian kenapa? " tanya Pita


"Gian belom ngabarin gue" ucap Avilian "ini semua gara-gara cowo bege itu!" sambungnya


"cowo bege? siapa? " tanya Pita


"itu loh di-"


"gue maksud lo? " ucap lelaki itu


Avilian membulatkan matanya sedangkan Pita mengerutkan keningnya.


"lo.. lo ngapain ke sini?!" kaget Avilian


Lelaki itu mendekat dan duduk di depan Avilian.


"gue kan udah bilang sama lo kalo lo ngga bales chat gue ataupun blok gue, gue bakal nyamperin lo dan gue ngga main-main"


"bodoamat! ayo Ta lo tadi ngajak gue ke caffe kan? ayo" ucap Avilian lalu berdiri


"gue ikut"


"EH LO SIAPA! NGAPAIN IKUT-IKUT?! GA PUNYA TEMEN LO?! " galak Pita


Lelaki itu kaget.


"buset suara lo"

__ADS_1


"APA?! PERGI GA LO DARI SINI!!" Pita


"gue mau ikut Avi" ucap lelaki itu


"AVI AVI! AVI SIAPA?! " Pita


"AVILIAN TEMEN LO!" ucap lelaki itu tak kalah keras


Pita dan Avilian kaget.


"ah udah ah ayo ga usah di ladenin" ucap Avilian lalu menggandeng tangan Pita dan keluar dari kelasnya


Sepanjang perjalanan Avilian dan Pita terus saja menggerutu karena lelaki itu terus mengikuti nya. Saat sudah sampai di caffe Avilian langsung duduk dan Pita juga ikut duduk di depan Avilian. Lelaki itu? ia duduk di samping Avilian.


"HEH! MINGGIR LO!" usir Pita


"dih napa lo? gue duduk sama Avi ngapa lo yang bacot?!"


"LO TUH GANGGU BANGET MONYET! SONO PERGI NAPA! GA USAH DEKETIN LIAN! LIAN UDAH PUNYA TUNANGAN!!" omel Pita


"baru tunangan kan? " ucap Lelaki itu


Avilian sudah membatin pasti jawaban lelaki ini sama dengan jawaban kemarin.


"besok bakal nikah" ucap seseorang di belakang Avilian


Avilian dan lelaki itu kaget dan langsung menghadap ke belakang, mata Avilian membulat mulutnya menganga, itu.. itu Firgian kekasihnya, kecuali Pita ia sama sekali tidak kaget karena ia tau kalau Firgian sudah pulang dan yang mengajak ke caffe juga Firgian katanya untuk kejutan. Avilian bangkit dari duduknya mengalihkan lelaki yang ada di sampingnya dan menghampiri Firgian, sesampainya di depan Firgian ia langsung memeluk Firgian.


"aku kangen" ucap Avilian sambil memeluk Firgian begitu erat


"aku juga sayang" Firgian


"kamu kenapa ngga ngabarin aku? " Avilian


"sengaja buat surprise" Firgian


Avilian terkekeh dan ia kembali memeluk kekasihnya itu.


Lelaki itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Firgian juga Avilian. Avilian menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Firgian.


"jadi lo tunangannya? " tanya lelaki itu


"kenapa? " tanya Firgian


Lelaki itu mengulurkan tangannya meminta untuk bersalaman.


"kenalin gue Mahesa calon suaminya" ucap lelaki itu yang bernama Mahesa dengan PDnya


Di belakang sana Pita terkekeh begitu pula dengan Avilian dan Firgian ia juga sama-sama terkekeh.


"lo ngapa pada ketawa? " tanya Firgian


"baru calon kan?" tanya Firgian lalu Firgian menerima uluran tangan Mahesa "gue suaminya" sambung Firgian


Mahesa melepaskan tangan Firgian dengan kasar.


"apapaan sih lo? kan lo baru tunangannya" ucap Mahesa


"sebenernya gue suaminya tapi istri gue ini ngga mau temen kampusnya tau kalo dia udah nikah" ucap Firgian


Mahesa menatap Avilian dengan tatapan tajam.


"dia udah ngga prawan bro lo pilih yang lainnya aja" ucap Firgian sedikit berbisik


Di dalam hati Avilian, ia sangat ingin sekali tertawa terbahak-bahak tetapi ia tahan sebisa mungkin.


"di tambah lagi seluruh badannya isi koreng" ucap Firgian


Mahesa bergelidik ngeri akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Setelah Mahesa pergi Avilian, Pita, dan Firgian tertawa bersama sampai perutnya kaku.


"lo.. wah.. hahaha.. lo parah banget!" ucap Pita sambil tertawa


Firgian tak menjawan apapun ia masih tertawa.

__ADS_1


"iya.. hahaa.. masa aku di katain banyak koreng.. hahaha" Avilian


"kalo ngga di gituin dia bakal ganggu kamu terus" Firgian


Avilian menghentikan aksi ketawanya lalu ia melihat Firgian dengan intens.


"makasih sayang" Avilian


Firgian mengangguk dan mengacak pelan rambut Avilian. Avilian masih senantiasa melihat wajah Firgian, wajah yang selama ini tidak bisa ia sentuh selama 4 tahun lamanya.


"kamu kenapa? " tanya Firgian


"kamu makin ganteng" ucap Avilian


Firgian terkekeh.


"iya dong makannya di sana banyak yang suka" Firgian


Avilian langsung marah ia menabok Firgian.


"LO GENIT YA DI SANA?!" Avilian


"salah becanda lo Gi mampus" ucap Pita


Firgian menggerutu dirinya sendiri.


"engga.. engga gitu aku cuman bercanda" Firgian


"BOONG!! AH SEBEL!!" Avilian


"engga sayang sumpah engga" Firgian


Avilian kesal ia melipat tangannya di atas dada dan melirik sekilas ke samping, saat dirinya sedang melihat ke samping ia melihat ada dua orang cewe yang sedang menatap Firgian tanpa berkedip. Avilian yang sedang kesal otomatis tambah kesal, berani-beraninya orang itu melihat-lihat milik Avilian. Avilian membuka sisa botol minum yang masih berisi dan berjalan menuju ke dua cewek itu, Firgian dan Pita hanya diam melihat kepergian Avilian. Sesampainya di depan cewek itu Avilian langsung menyiram keduanya.


"KALO PUNYA MATA DI JAGA!" omel Avilian


"maksud lo apa nih?! " ucapnya tak terima


"LO ****?! ITU PERINGATAN BUAT LO KARENA LO UDAH BERANI LIAT-LIAT SUAMI GUE!!! " Avilian


"hah? su.. suami? maaf ka maaf" ucapnya klicutan


Firgian dan Pita segera bangkit dari duduknya dan menarik Avilian untuk keluar dari caffe itu.


"***** galak bener istri nya, itu suaminya gimana nasibnya di rumah kasian ganteng-ganteng kena omel terus tuh pasti" ucap seseorang di saat Avilian sedang melintas untuk keluar caffe


"HEH GUE GA BUDEK!!" teriak Avilian


Orang itu kaget dan menutup mukanya dengan telapak tangannya.


Avilian, Pita, dan Firgian keluar dari caffe itu. Firgian menuju ke caffe membawa mobil ia langsung menyuruh Avilian untuk masuk sedangkan Pita ia katanya naik taxi saja.


"ati-ati Ta" ucap Firgian pada Pita


"lo juga ati-ati ya pokoknya ati-ati" ucap Pita sambil terkekeh


Firgian ikut terkekeh.


"udah kebal gue mah" Firgian


Pita tertawa.


"ya udah sono, tu udah di liatin dari dalem nanti lo kena cakar" Pita


"PITA GUE DENGER!!" Avilian


"KUPING LO BOLEH JUGA LI HAHA" ledek Pita


"ya udah gue duluan" Firgian


"okey" Pita


Lalu Firgian masuk ke dalam mobilnya dan Pita masuk ke dalam mobil taxi.

__ADS_1


__ADS_2