
Seperti apa yang di katakan Avilian tadi malam kini Avilian, Pita, dan Fira sudah berada di rumah sakit. Ini bukan rumah sakit biasa ini adalah rumah sakit luar biasa. Avilian dan yang lain sedang berada di rumah sakit jiwa, Avilian ke sini karena menjenguk Ibunya yang terkena gangguan jiwa akibat peristiwa 4 tahun yang lalu.
Avilian langsung menuju ke ruangan yang di tempati Ibunya, saat akan masuk Avilian tak kuasa menahan air mata ia menangis sejadi-jadinya Pita dan Fira berusaha menenangkan Avilian setelah tenang Avilian masuk ke dalam ruangan di temani suster yang berjaga di ruangan itu.
"Mamah" panggil Avilian
Ina atau mamah Avilian itu menengok ke sumber suara.
"Lian" ucap Ina
Avilian langsung berlari dan memeluk Ibunya itu. Ia berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.
"Mamah kangen banget sama kamu sayang" Ina
"iya Lian juga kangen sama Mamah" ucap Avilian
Ina melepaskan pelukannya ia menatap inten wajah anaknya itu tetapi saat Ina menatap ke arah jidat anaknya ia mendapati ada luka di jidat anaknya.
"ini kenapa?" tanya Ina sambil memegang luka yang ada di jidat Avilian
"ah ini? ini nggapapa kok mah" jawab Avilian
"NGGA! INI PASTI ULAH AYAH KAMU KAN? AYAH KAMU NYAKITIN KAMU LAGI? IYA? BELUM PUAS NYAKITIN MAMAH? SINI SURUH KE SINI HADAPI MAMAH!" teriak Ina
"Mamah, Mamah tenang" ucap Avilian
"MAMAH NGGA MAU ANAK MAMAH DI SAKITIN MAMAH NGGA MAU!!" teriak Ina lagi
Avilian menangis.
"Mamah Lian nggapapa ini Lian ke peleset waktu mau mandi" ucap Avilian
Ina menatap anaknya itu dan memegang pipi Avilian.
"kamu ngga bohong? " tanya Ina
Avilian menggeleng. Ina menghela nafasnya lalu memeluk Avilian lagi.
"bilang sama Mamah kalo si brengsek nyakitin kamu ya" Mamah
"iya" Avilian
Ina melepas pelukannya ia melihat boneka yang ada di atas kasurnya.
"AAAA ANAK MAMAH" teriak Ina dan langsung menghampiri boneka itu
__ADS_1
"anak Mamah udah bangunnya? aduh maaf ya sayang pasti gara-gara Mamah tadi teriak-teriak ya kamu jadi bangun? " ucap Ina pada boneka itu
"ushh ushh sayang maafin Mamah ya udah jangan nangis ya" Ina
Avilian sungguh tak kuat melihat Ibunya seperti itu.
"Lian sini sayang, ini adik kamu udah lahir loh" Ina
Bukannya menga hampiri ibunya Avilian malah pergi dari tempat itu.
"LIAN? LIAANNN! INI ADEK KAMU! LIANNN" teriak Ina
"sabar ya sayang kakak kamu ada urusan" ucap Ina
Baru saja Ina tertawa tiba-tiba Ina menangis histeris.
"ANAKKU? ANAKKU MANA? AKU KEGUGURAN? AH AKU KEGUGURAN?" tanya Ina pada Suster yang ada di sana
"Ibu, ibu istirahat ya" ucap Suster sambil menyiapkan suntikan
"MANA ANAKKU? AKU KEGUGURAN? HA? HAHAHHAA AKU KEGUGURAN ASIK" ucap Ina dengan tertawa
Setelah selesai menyiapkan suntikan nya, Suster itu langsung menyuntik lengan Ina sampai akhirnya Ina tertidur.
Saat ini Avilian dan kedua sahabatnya sedang berada di jalan menuju untuk pulang, tetapi bukannya pulang Pita malah menuju ke taman dekat danau atau biasa di sebut Rumah pohon danau Lian. Di taman sana ada danau dan juga rumah pohon yang di buat oleh Ibu Avilian, dan itu adalah tempat favorit Avilian.
"iya" Pita
"ngga usah pulang aja lagian gue juga udah ketemu nyokap kok" Avilian
"Li, lo harus selesein semuanya jangan jadi pengecut" Pita
"hah? maksudnya? " Avilian
"udah diem aja nanti juga lo tau" ucap Fira
25 menit akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju, Avilian langsung keluar dan berlari ke arah tepi danau. Perasannya sangat senang, ini adalah tempat ternyaman dan terindah bagi Avilian.
Sekitar 3 menit Avilian menikmati suasana ia tidak mendapati kedua temannya, Avilian berbalik badan ia hanya melihat mobil di sebrang sana tidak dengan teman-temannya. Avilian clingak-clinguk kesana kemari dan sama tidak ada siapapun. Avilian berjalan menuju ke arah rumah pohon, saat di bawah ia berteriak apakah Pita dan Fira ada di atas.
"PITA? FIRA? LO DI ATAS?" tanya Avilian
Tidak ada jawaban apapun. Tanpa babibu Avilian langsung menaiki tangga menuju rumah pohon itu. Saat sudah sampai di atas Avilian terkejut dengan keadaan rumah pohonnya. Yang lebih membuat terkejut tiba-tiba di atas sudah ada Firgian kekasihnya. Avilian bingung ia hanya diam di tempat.
Firgian yang merasa Avilian kebingungan ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Avilian. Tangan Firgian terulur ke depan tetapi Avilian sama sekali belum menerima uluran tangan itu. Otak Avilian kembali terputar dengan ucapan Pita saat di mobil "Li, lo harus selesein semuanya jangan jadi pengecut". Kali ini Avilian tau apa maksud Pita.
__ADS_1
Avilian menerima uluran tangan Firgian membuat Firgian tersenyum senang, begitupun dengan Avilian ia ikut tersenyum walaupun hanya senyum tipis yang ia berikan. Firgian mengajak Avilian untuk duduk bersama. Saat keduanya sudah duduk Firgian menghirup nafasnya dalam-dalam.
"Lian" panggil Firgian
Hati Avilian tidak tenang jantungnya berdegub dengan kencang, pikirannya sangat tidak bisa di kontrol. Ia berfikir apakah Firgian akan mengakhiri hubungannya? Apakah Firgian akan meninggalkannya? Apakah Firgian sudah tidak menyayangi nya? tiba-tiba rasanya sangat pusing.
"aku tau aku salah, aku tau aku ngecewain kamu banyak, kejadian kemarin buat aku sadar kalo aku itu ngga bisa bikin kamu bahagia" ucap Firgian sambil menatap mata hitam lekat milik Avilian
'apa bener gue mau di putusin sama Gian? engga! gue ngga mau!' batin Avilian
"kemarin aku cuman mau bantuin Meilia abis itu aku dateng lagi ke sekolah tapi kamu udah ngga ada di sana jadi aku susul kamu ke rumah awalnya aku mau minta maaf sama kamu tapi kamu dateng langsung nampar aku" Firgian
Avilian tak menjawab apapun ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Lian, aku minta maaf aku ngerti aku salah, aku ngga bisa bikin kamu seneng aku cuman bisa bikin kamu sakit, jadi-"
"aku ngga mau di putusin kamu" potong Avilian
Firgian mengerutkan keningnya bingung.
"ha? putus? " tanya Firgian bingung
"kamu mau putusin aku kan? aku ngga mau!" Avilian
Firgian terkekeh.
"siapa yang mau putusin kamu? aku cuma mau minta maaf dan aku lagi ngrasa bersalah" ucap Firgian
Avilian senang ia sudah merasa tenang ternyata Firgian tidak mengakhiri hubungannya.
"aku kira kamu bakal mutusin aku" ucap Avilian
Firgian tersenyum lalu ia memeluk kekasihnya itu.
"aku ngga akan ninggalin kamu" ucap Firgian sambil mengecup puncak kepala Avilian
Avilian mengeratkan pelukannya.
"aku minta maaf ya, makasih udah sabar banget sama aku. Aku sayang kamu" ucap Avilian
"iya aku juga sayang sama kamu" Firgian
"CIEEEEEEE" ucap Pita dan Fira dari bawah sana
Avilian dan Firgian melepaskan pelukannya, ia menatap ke arah bawah. Avilian tersenyum saat dirinya di ledek oleh kedua sahabatnya. Avilian menatap Firgian dengan lekat.
__ADS_1
"makasih" ucap Avilian
Firgian hanya membalas dengan senyuman.