Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
HAPPY WEDDING


__ADS_3

Sudah 5 bulan lamanya Firgian kembali ke indonesia dan ia juga sudah bekerja di perusahaan milik Ayahnya sendiri. Avilian juga sudah bekerja di suatu kantor yang lainnya pun sama. Saat Avilian sedang ada jam istirahat, Firgian menghubungi Avilian katanya ia ingin makan malam bersama Avilian


Awalnya Avilian bingung kenapa tiba-tiba Firgian agak berubah dari gaya bicaranya saja dia sudah berubah. Tetapi Avilian tidak ambil pusing ia mengiyakan apa yang Firgian mau. Jam pulang kerja pun sudah tiba, saat ini Avilian menunggu Firgian seperti biasanya tetapi saat ia menunggu Firgian tiba-tiba ponselnya bedering.


"hal..halo sayang?" ucap Firgian di sebrang sana


"halo? kamu di mana? " Avilian


"ak.. aku ngga bisa jemput kamu" Firgian


"hah? kenapa? kenapa tiba-tiba mendadak ngomong nya? " Avilian


"anu itu.. udah dulu ya, nanti jangan lupa jam 7 di tempat biasa" Firgian


"OH JANGAN-JANGAN KAMU-"


Tut.


Firgian memutuskan sambungan telfonnya. Avilian mantap ponselnya dengan kesal.


"GIAN KENAPA SIH?! APA JANGAN-JANGAN GIAN PUNYA SEKERTARIS BARU LAGI, TERUS DIA CANTIK DIA SEKSI DIA AAAAA GIANNNNN!!" teriak Avilian di pinggir jalan


Sontak semua orang yang ada di sana langsung menengok ke arah Avilian. Avilian langsung menghentikan taxi dan berjalan pulang. Sesampainya di rumah Avilian langsung membersihkan dirinya dan istirahat sejenak. Perutnya tiba-tiba berbunyi, Avilian segera bangkit dari tidurnya dan turun ke bawah untuk memasak di dapur. Ia membuka kulkas hanya ada telur ia belum membeli bahan masakan sama sekali. Avilian mengambil dua butir telur dan dia beralih membuka lemari hanya ada mie. Akhirnya Avilian memasak mie, beberapa menit akhirnya Avilian bisa menikmati makanan itu. Avilian melihat jam dinding dekat TV, jam menunjukan pukul 06.15 sore. Avilian menaruh mangkuk bekas mie itu dan segera mengambil air wudlu.


Tidak terasa setelah shalat dan hanya dengan menonton TV jam sudah menunjukan pukul 06.55 Avilian langsung bersiap-siap dan memesan grab untuk menuju ke tempat yang Firgian katakan. Setelah siap Avilian langsung menuju ke tempat, saat sudah sampai di tempat Avilian melihat ada sedikit yang berbeda di tempat ini, agak sedikit romantis. Avilian melihat Firgian sudah menunggu di pojok sana, Avilian menghampiri Firgian awalnya dia ingin memarahi Firgian tetapi setelah melihat penampilan Firgian yang sangat tampan emosinya itu tiba-tiba mereda.


"Hai" sapa Firgian


Avilian menyatukan alisnya, ada apa dengan kekasihnya itu?


"Hai" balas Avilian "kamu kenapa? " tanya Avilian to the point


"aku.. aku-"


"kamu kenapa? " tanya Avilian yang mulai gemas dengan Firgian


Firgian menghela nafasnya panjang.


"tapi kamu jangan marah ya" Firgian


Lagi-lavi Avilian mengerutkan keningnya, perasaan nya jadi tidak enak.


"apa?" Avilian


Firgian mengeluarkan satu undangan pernikahan. Tanpa Avilian baca ia malah sudah berkaca-kaca matanya.


"jadi bener yang aku pikirin? kamu mau nikah sama sekertaris kamu? iya? " Avilian


"Lian? aku-"


"apa? mau jelasin? ngga usah! mana sekertaris kamu? biar aku ngomong sama dia! mana? " Avilian

__ADS_1


"mau ngomong apa?" Firgian


"ya ngomong makasih udah jadi pelakor! gue ngga nyangka ya bisa-bisanya lo ninggalin gue gitu aja! lo ngga mikirin perasaan gue apa?! " Avilian


"Lian kamu ngomong apa sih? " Firgian


"udahlah, lo maunya gimana sekarang? " Avilian


"aku mau.. aku mau kita.. " Firgian menggantung kan ucapannya


"putus? iya? ga jadi nikah? iya? " Avilian


"aku mau kita nikah" Firgian


Avilian langsung diam, nikah? Avilian langsung mengambil undangan itu dan membukanya. Di sana tertera tulisan Firgian dan Avilian.


"ini.. ini undangan pernikahan kita? " Avilian


"iya, kenapa kamu jadi marah-marah?" Avilian


Avilian menggerutu dirinya sendiri ia sangat malu.


"aku.. aku kira tadi.. tadi"


Firgian tertawa terbahak-bahak ia mencubit pipi Avilian dengan gemas.


"makannya jangan apa-apa langsung ngambil keputusan seenak jidat" ucap Firgian


"ya aku.. aku kan kesel sama kamu" Avilian


"aku tadi degdegan banget sumpah" Firgian


"aku.. aku ngga tau harus ngomong apa" Avilian


"kita nikah? " Firgian


"yaa.. ya gitu.. yaa iya" gugup Avilian "kenapa aku jadi gugup" sambung Avilian


Keduanya sama-sama terkekeh.


"aku bahagia" Avilian


"aku juga" Firgian


"makasih Gian" Avilian


"makasih juga Lian" Firgian


Kini keduanya sama-sama menikmati suasana malam, acara pernikahan akan di adakan 2 hari lagi, Firgian smaa sekali tidak berencana masalah ini dengan Avilian tetapi itu tidak menjadi masalah juga bagi Avilian,ia akan selalu menerima bagaimanapun keputusan hari menikahnya.


Dan tidak terasa hari H sudah berlangsung Avilian nampak begitu cantik dan anggun, bukan seperti Avilian yang galak dan posesif. Teman-teman Avilian pun ikut menjadi brismed semuanya sangat cantik Ina Mamah Avilian juga begitu cantik dan nampak bahagia.

__ADS_1


Seharian penuh acara di laksanakan akhirnya acara itupun selesai kini Avilian dan Firgian sudah menajadi pasangan yang sah. Firgian sudah memiliki Avilian sepenuhnya dan sebaliknya. Kini keduanya sedang berada di satu kamar yaitu kamar milik Firgian. Avilian melakukan ritual mandinya selesai mandi Avilian menyuruh Firgian untuk mandi.


"sana mandi" Avilian


"ah kamu mah ngga peka masa mandinya sendiri-sendiri ngga bareng" Firgian


"ngga usah mesum" Avilian


"lah mesum sama istri sendiri nggapapa dong, dari pada mesum sama sekertaris kantor" ledek Firgian


Mata Avilian langsung melotot ia melemparkan sandal yang ia kenakan pada Firgian.


"aww sakit" Firgian


Avilian menghampiri Firgian, ia meletakan tangannya di pinggang kanan dan kirinya.


"NGOMONG LAGI KAYA GITU! BIAR AKU JAMBAK SEKERTARIS KAMU!" Avilian


"lah mesum sama istri sendiri nggapapa dong, dari pada mesum sama sekertaris kantor" ledek Firgian lagi


Avilian benar-benar kesal, suaminya itu menuruti apa kata Avilian, Avilian menjambak rambut Firgian.


"aw aw sakit Lian katanya kamu mau jambak sekertaris aku, kok malah aku yang di jambak" Firgian


"kamu ngeselin" Avilian


Firgian menarik tangan Avilian sampai Avilian terjatuh ke kasur. Firgian menatap Avilian dengan intens sedangkan Avilian ia begitu gugup. Firgian memajukan wajahnya secara perlahan, ketika bibirnya sudah hampir menempel Avilian langsung mengalihkan wajah Firgian.


"MANDI SANA! NGGA USAH MESUM!" Avilian


Nampak begitu jelas raut wajah Firgian yang begitu kecewa. Firgian langsung bangkit dari tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi. Avilian memegang dadanya yang sangat berdegub kencang. Ia juga sedikit merasa bersalah karena tadi ia menolak Firgian padahal itu sudah kewajibannya untuk memuaskan Firgian. Avilian berjalan menuju ke arah WC tetapi ia tidak masuk ia hanya di ambang pintu.


"Gian? " panggil Avilian


Tidak ada jawaban.


Tok. tok.. tok..


Avilian mengetuk pintu kamar mandi.


"Gian? " Avilian


"Hmm" jawab Gian di dalam sana


"cepetan mandinya ini malem pertama aku ngga mau kemaleman takut ngantuk" ucap Avilian


"IYAIYA INI MAU CEPET-CEOET" ucao Firgian dengan semangat 45


Avilian kaget mendengar suara Firgian, ia langsung duduk di kasurnya pikirannya sangat kacau ia harus bagaimana? ia harus berbuat apa? samapai akhirnya Firgian keluar dari kamar mandi, kegugupan makin bertambah Avilian benar-benar bingung.


"sekarang? " tanya Firgian

__ADS_1


Avilian hanya celingak-celinguk tak jelas ia masih bingung harus bagaimana. Firgian tau istri nya itu bingung dan akhirnya Firgian dulu yang memulai aksinya. Malam ini terciptalah kenikmatan yang sebenarnya.


End-


__ADS_2