Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
GIAN DAN LIAN


__ADS_3

Avilian berjalan ke depan rumahnya memastikan apakah Firgian benar-benar pulang. Saat sudah sampai di depan rumah Avilian tidak mendapati siapa-siapa ternyata Firgian benar-benar pulang.


Avilian sempat kesal atas perlakuan Firgian ia mengira Firgian tak ingat bahwa sekarang adalah hari Anniversary nya.


Avilian menangis ia mengembalikan badannya untuk masuk ke rumah, tetapi saat ia berbalik badan ia mendapati ada sebuah kotak dan balon. Avilian berjongkok dan mengambil kotak itu, Avilian membuka kotak besar itu dan air matanya berhasil lolos begitu saja.


Di dalam kotak besar itu terdapat kue yang bertulisan 'Happy Anniversary sayang'. Avilian sungguh menyesal dengan apa yang di perbuat oleh dirinya tadi terhadap Firgian. Avilian langsung menggotong barang-barang itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Avilian sempat merasa susah karena barangnya terlalu banyak tetapi dengan segala cara akhirnya Avilian bisa membawa barang-barang itu masuk ke dalam kamar. Avilian langsung mencari benda pipihnya dan me whatsapp kekasihnya itu.


Avilian.


Gian?


Maafin gue yaaaa


Eh maksudnya maafin aku


Aku ga ada maksud buat ngrusak anniv kita


Sayang...


Maafin akuuu:(((


Baru beberapa detik Avilian mengirimkan pesan, benda pipihnya itu langsung begetar.


***Gian**:*


Iya gapapa sayang


Udah ga usah ngrasa bersalah gitu


Aku yang salah kamu mah engga*


Avilian membaca balasan dari Firgian dengan menangis ia sungguh menyesal telah berbuat seperti itu pada Firgian tadi.


Avilian.


Kamu kesini ya:'(


Gian:*


Udah malem sayang kamu tidur aja, kue nya jangan di makan ya udah kotor nanti kalo di makan kamu sakit perut aku ngga mau kamu sakit.


Jangan nangis aku sayang kamu, udah dulu ya aku ngantuk besok aku jemput bye love you.


Avilian membaca pesan itu dengan senyuman, lelakinya itu memang sabar sekali menghadapi dirinya walaupun sering kali Avilian menyakiti dirinya.


Avilian.


Iya, Love you more.


Read.


Avilian mematikan hpnya dan berbaring di kasur lalu menutup matanya.


Di sisi lain ada seorang pria sedang menatap langit-langit kamarnya, ia sedang berfikir bagaimana caranya agar kekasihnya itu merubah sikapnya.


"Lian bahkan gue ngga tau lagi gimana caranya supaya lo ngga posesif gini" ucap Firgian pada langit kamarnya


Firgian mengacak rambutnya frustasi, ia menghela nafasnya dan menutup matanya. Hari ini benar-benar melelahkan apa lagi pertengkaran dirinya dan Lian itu sangat membuat dirinya lelah.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat matahari sudah dengan cepat naik ke atas, cahayanya yang diam-diam menyelusup ke sela-sela jendela kamar milik Firgian. Firgian yang merasa tidurnya terusik ia membuka matanya secara perlahan.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok...


Pintu kamar Firgian berbunyi dengan keras. Firgian bangun dari kasurnya dan membuka pintu kamarnya. Saat sudah membukaka pintu kamar Firgian dibuat terkejut oleh seorang wanita yang tadi mengetuk pintunya.


"Morning Sayang" (Cup) ucap Avilian sambil mencium pipi kanan milik Firgian


Firgian mematung ia masih saja tak berucap bahkan berkedip pun tidak. Avilian terkekeh dengan sikap Firgian.


"mandi sana udah mau jam 6 loh" ucap Avilian


Firgian hanya mengangguk lalu menutup pintu kamarnya lagi. Sedangkan Avilian ia turun ke bawah menemui Ibu Firgian kembali.


Sebelum mandi Firgian berkaca di cermin yang ada di kamarnya. Ia menatap wajahnya dan keadaan tubuhnya, sangat jelek rambut acak-acakan,muka bantal, baju tak berlengan, dan ia hanya memakai boxer.


"jelek banget lagi gue" ucap Firgian di depan kaca


Firgian memegang pipi kanannya yang di cium oleh Avilian, lalu ia tersenyum.


"dasar anak kampret sifatnya labil banget coba aja kalo dia selalu kaya gini ngga marah-marah terus kan gue seneng" ucap Firgian dengan terkekeh


Firgian menggelengkan kepalanya lalu ia mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.


20 menit Avilian menunggu Firgian untuk keluar dari kamar dan akhirnya yang di tunggu pun datang. Avilian tersenyum ketika mendapati Firgian yang sudah siap ia sangat tampan.


"pagi Ibu" sapa Firgian


"pagi sayang" jawab Dila-Ibu Firgian


"Gian langsung berangkat ya bu" pamit Firgian


"loh ngga sarapan dulu? " tanya Dila


"kamu bawain bekal kan buat aku? " tanya Firgian pada Avilian


"Lian udah bawa bekal kok bu, nanti biar Gian makan di sekolahan bareng Lian" ucap Firgian


Dilan tersenyum.


"ya udah kalo gitu, kalian hati-hati ya" ucap Dila


"iya, ya udah kita berangkat" ucap Firgian sambil mencium tangan ibunya yang di susul Avilian


"Assalamu'alaikum" ucap Firgian dan Avilian bebarengan


"Waalaikumsalam, hati-hati" Dila


"iyaaa" jawab Firgian dan Avilian


Di tengah perjalanan Avilian tak henti-hentinya bersenandung, banyak orang yang iri melihat pasangan itu. Firgian juga tak henti-hentinya sesekali memandangi Avilian lewat kaca sepionnya membuat Avilian tersipu malu.


"nanti pulang sekolah kita ke tempat biasa ya" ucap Avilian


"ngapain? " tanya Firgian


"ngerayain Anniversary yang gagal" jawab Avilian sambil terkekeh


Firgian ikut terkekeh dengan ucapan Avilian, selain posesif dan pemarah Avilian juga sebenarnya sangat romantis dan baik.


"maafin aku ya Gian" ucap Avilian sambil mengeratkan pelukannya


Firgian hanya menjawab dengan senyuman tampannya. Hingga tak terasa keduanya sudah sampai di sekolahan. Keduanya turun dari motor dan masuk menuju kelas masing-masing. Saat berada di tengah perjalanan menuju kelas tiba-tiba Meilia datang dan menyapa Firgian hanya Firgian.


"hai kak" sapa Meilia

__ADS_1


Firgian yang merasa dirinya di sapa ia hanya membalas dengan senyuman, Avilian yang merasa dirinya tak di sapa dan Firgian tersenyum dia malah menutup muka Firgian dengan telapak tangannya. Firgian kaget dengan apa yang di lakukan kekasihnya.


"Lian kamu ngapain? " tanya Firgian sembari berusaha menyingkirkan telapak tangan Avilian dari wajahnya


"jangan di buka aku ga suka kalo kamu senyum sama dia, udah ayo jalan" ucap Avilian sambil mendorong kekasihnya itu untuk berjalan


Meilia yang melihat Firgian dan Avilian sudah pergi ia hanya mengangkat bahunya acuh. Seluruh pasang mata melihat pada sepasang kekasih itu, semuanya menatap heran pada kelakuan Avilian yang sangat aneh,ada yang menatapnya sambil cekikikan dan ada juga yang menatapnya dengan tatapan sinis.


"awas copot tu mata! " ucap Avilian pada seorang wanita yang menatapnya tak suka sedangkan wanita itu hanya membalas ucapan Avilian dengan memanglingkan wajahnya


Avilian terus menutupi wajah Firgian. Sesampainya di depan kelas Firgian,Avilian langsung menurunkan tangannya.


"udah nutup nya?" tanya Firgian


"udah" ketus Avilian


"kenapa gitu? cemburu? " Firgian


"ya iya lah aku cemburu, aku ga suka kamu senyum-senyum ke dia!" Avilian


"iyaiya maaf, ngga ngulangin" ucap Firgian


"ga bakal senyum ke dia lagi? " tanya Avilian


Firgian nampak berfikir.


"tapi kan senyum ibadah masa iya aku ngga boleh senyum" Firgian


"ishh tau ah! " kesal Avilian


Firgian menatap kekasihnya itu dengan terkekeh geli.


"aku bakalan senyum ke dia tapi bukan senyum yang selalu kamu liat dan bukan senyum yang kaya tadi" ucap Firgian


"terus?" tanya Avilian


"senyum kaya gini" ucap Firgian sambil menirukan senyum Joker


Avilian yang menyadari wajah kekasihnya itu berubah menjadi jelek ia tertawa begitu keras membuat siswa yang berada di kelas Firgian langsung menengok ke arah Firgian dan Avilian. Firgian yang menyadari Avilian di lihat oleh seisi kelas ia langsung menutup mulut Avilian dengan tangannya.


"hustt" Firgian


Avilian melepaskan tangan Firgian dari mulutnya.


"sori" ucap Avilian dengan terkekeh


"ya udah sana masuk ke kelas" Firgian


"oke" jawab Avilian sambil berjalan menuju kelasnya


"Lian! " panggil Firgian


Belum sempurna Avilian melangkahkan kakinya Firgian sudah saja memanggil namanya lagi. Avilian membalikkan badannya dan melihat ke arah Firgian.


"SEMANGAT SAYANG I LOVE YOU!" teriak Firgian


Sumpah demi apapun seisi kelas seisi jalan koridor sekolah langsung menatap Firgian yang tadi berteriak.


'dasar ga ada malunya punya cowo' batin Avilian


Avilian hanya terkekeh mendengar ucapan Firgian, ia mengangguk dan langsung berlari ke kelasnya.


'sialan! gue di buat blushing terus sama si Gian' batin Avilian

__ADS_1


__ADS_2