
Akhirnya segala hubungan sudah membaik, Avilian dengan Firgian sudah kembali seperti semula tetapi ya masih dengan sifat Avilian yang sangat posesif, bahkan kemarin saja Avilian sudah berkelahi lagi dengan adik kelas gara-gara adik kelas itu tidak sengaja jatuh dan memegang tangan Firgian, omegos bahkan itu hanya hal sepele. Tetapi itulah Avilian itulah karakternya tidak bisa di ganti dan di ubah.
Kabarnya lagi Fandi sudah meminta maaf pada Firgian atas kelakuannya, Fandi sangat menyesali perbuatannya dan perasaannya saat ini sudah tidak menyantol lagi pada Avilian. Firgian yang mendengarkan itupun ikut senang akhirnya sudah tidak ada lagi monyet ragunan di hubungannya, setelah Meilia dan Fandi semoga tidak ada lagi orang-orang yang mengganggu hubungan Avilian dan Firgian.
Kabar mengejutkan nya lagi ternyata Fira menyukai Fandi katanya ia menyukai Fandi sejak Fandi mengasihkan bunga kepada Fira, Fandi juga ternyata mau membuka hatinya untuk Fira, ia berusaha mencintai Fira.
Ada lagi yang lebih mengejutkan, ini tentang Vian dan Pita dua ekor ini yang selalu saja berantem ketika bertemu tiba-tiba sudah jadian aja ahaha. Lucu bukan?
Tak terasa hari kelulusan juga sudah tiba semua warga sekolah SMA langsung merayakan dengan riang gembira. Avilian dan yang lainnya pun ikut merayakan dengan perasaan yang campur aduk. Akhirnya kisah SMAnya berakhir sudah.
Firgian menatap Avilian yang masih asik berjoget-joget akibat alunan musik, Avilian sangat cantik ia tersenyum senang. Hingga tak sengaja mata Avilian dan Firgian bertemu, Avilian langsung menghentikan aksi jogetnya itu dan menghampiri Firgian. Avilian tersenyum senang saat sudah ada di depan Firgian, Avilian memegang tangan Firgian.
"makasih ya udah nemenin aku selama 1 tahun ini, udah sabar sama aku, udah sayang sama aku" ucap Avilian
"makasih juga" Firgian
Vian dan Fandi merasa iri.
"PITAAAA" teriak Vian
"APAAN SIH?!! " Pita
"SINI" Vian
Pita langsung menghampiri Vian yang sekarang sudah bernotabe menjadi kekasihnya.
"apaan si? " Pita
"lo ngga ada mau ngomong makasih gitu sama gue? " tanya Vian pada Pita
"ha? makasih? buat apaan? " Pita
"ah lo mah ngga asik! Lian aja romantis gitu sama Gian masa lo engga" ucap Vian sambil merengek
"dih lo ngapa dah alay banget, nih ya Lian ya Lian gue ya gue, gue ngga bisa kaya Lian dan sebaliknya Lian juga ngga bisa kaya gue" ucap Pita
Vian hanya membalas ucapan Pita dengan menghela nafas kasar.
'*masa ngga ada romantis-romantisnya' batin Vian
'ahaha mampus BT kan lo' batin Pita*
Firgian, Avilian, dan Fandi terkekeh dengan pasangan itu.
"Fira mana? " tanya Fandi
"hai" sapa Fira yang tiba-tiba datang
"kamu dari mana aja? " tanya Fandi
"di panggil Bu Rina tadi" ucap Fira
"ada apa? " tanya Fandi
Fira tersenyum dan menggaruk kepalanya.
"lo kenapa dah Fir? " tanya Pita
"gue.. GUE KETERIMA KULIAH DI BELANDA!!!" heboh Fira
Semuanya melotot tak percaya, Avilian dan Pita langsung memeluk Fira.
"congrats baby" ucap Avilian
"selamat pendiem" Pita
"ehehe iya makasih" Fira
Merekapun melepaskan pelukannya.
"kamu? ngga mau peluk aku? " tanya Fira pada Fandi
"ya.. ya mau lah" ucap Fandi langsung memeluk Fira
__ADS_1
Fira membalas pelukan itu dengan perasaan senang, ia tersenyum bahagia. Avilian dan Firgian pun saling menatap dan mereka ikut berpelukan. Sedangkan Vian dan Pita? mereka masih sibuk dengan menunduk ke bawah. Sepertinya persahabatan Fira dan Avilian sangat sudah sebatin keduanya itu menemukan ide jahil, Avilian mendorong Vian dan Fira mendorong Pita alhasil keduanya menjadi berpelukan. Vian dan Pita sama-sama kaget dan tersenyum, lanjut lah mereka menjadi seperti teletubis.
Jam 04.25 akhirnya acara selesai semua murid pulang ke rumah masing-masing, seperti biasa Firgian akan mengantarkan Avilian tetapi sebelum Avilian pulang Avilian meminta Firgian untuk mengantarkannya ke RSJ untuk menemui Ibunya. Sesampainya di RSJ Ibu Avilian sangat senang mendengar kalau Avilian sudah lulus.
"selamat ya sayang, Oh ya Mamah punya hadiah buat kamu" ucap Mamah Avilian
"iya mah makasih, Oh ya? apa? " tanya Avilian
Ibu Avilian mengambil dua buah kotak,satu ia berikan kepada Avilian satu di berikan kepada Firgian.
"ini buat Lian" ucap Ibu Avilian "dan yang ini buat Gian" sambungnya
Avilian dan Firgian menerima kotak itu dengan seulas senyuman.
"makasih Mamah" ucap Avilian
"makasih tante" Firgian
Avilian dan Firgian langsung memeluk Ibu Avilian, perasaan Ibu Avilian sangat senang ia merasakan kembalinya rasa kekeluargaan.
"di bukanya di rumah aja ya" Mamah Avilian
"iya Mamah" ucap Avilian "Mamah udah makan? " sambung Avilian
"udah, kamu udah? " tanya Mamah Avilian
"belom ehehe" Avilian
"makan dong sayang" Mamah Avilian
"iya nanti Lian pulang mampir makan sama Gian" Avilian
"ya udah sana pulang kamu udah bau kecut nih" ucap Mamah Avilian sambil terkekeh
"ah Mamah bisa aja" Avilian "yaudah Lian sama Gian pamit dulu ya mah" sambungnya
"hati-hati sayang" Mamah Avilian
"iya, Assalamu'alaikum" ucap Avilian
"iya, Wa'alaikumussalam" Mamah Avilian
Avilian dan Firgian pergi dari RSJ dan langsung kembali pulang.
"kita makan di rumah kamu aja ya, sama ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap Firgian
"okey" Avilian
20 menit akhirnya keduannya sudah sampai di rumah Avilian, Firgian langsung menerbahkan tubuhnya di sofa rumah Avilian.
"aku mandi dulu ya" Avilian
"jangan lama-lama" Firgian
"kalo kamu mau mandi tinggal mandi di WC bawah aja, baju kamu juga ada kok yang dulu aku pinjem belum di kembaliin" Avilian
"iyaiya" Firgian
Avilian langsung menaiki anak tangga menuju kemarnya dan melaksanakan kegiatan mandinya. Di sisi lain Firgian bukannya mandi atau istirahat ia malah memasak di dapur Avilian. 15 menit Avilian mandi dan ia sudah fresh ia langsung keluar menuju ke bawah, ia mencium aroma-aroma kenikmatan, ia menuju ke dapur ternyata kekasihnya itu yang sedang memasak.
"kamu ngapain masak-masak? bukannya mandi atau istirahat! kan kamu cape" Avilia
"engga sayang" ucap Firgian lembut "udah sana kamu tunggu di sana" sambungnya
"ngga aku mau bantuin kamu" Avilian
"udah cantik masa masak" Firgian
"ga usah ngegoda!" Avilian
Firgian terkekeh dengan ucapan Avilian. Dan akhirnya masakan pun sudah siap.
"sana ah mandi dulu ga enak banget makan tapi liat kamu kaya gitu" Avilian
__ADS_1
"hiss udah ah gapapa lagian aku ga bawa daleman" ucap Firgian
Avilian melotot kan matanya, bisa-bisanya lelakinya itu berbicara sefulgar itu di depannya.
"jorok! udah ah ayo makan" Avilian
Mereka langsung mengambil makanannya sendiri-sendiri dan mulai makan. Di sela-sela makan Avilian bertanya dengan mulut yang masih penuh dengan nasi.
"komo tadi mao bilang apo? " ucap Avilian
Firgian tertawa mendengar ucapan Avilian.
"telen dulu tuh makanan, kamu malah ngomongnya kaya orang minang gitu" kekeh Firgian
Avilian langsung menelan makannya.
"tadi katanya mau ada yang di omongin, mau ngomong apa? " tanya Avilian
Firgian menghentikan makannya dan menarik nafasnya dalam-dalam.
"aku... " ucap Firgian menggantungkan ucapannya
"kamu kenapa? " waswas Avilian
Firgian terkekeh saat melihat raut wajah Avilian.
"mukanya biasa aja dong Li" Firgian
Avilian membalangkan potongan timun pada Firgian.
"eh Li jangan di buat mainan" Firgian
"ya makannya serius!" Avilian
"yakin mau di seriusin? " tanya Firgian sambil menggoda
"GIANNNN" Avilian
"iya iya maap" Firgian
"terus mau ngomong apa? " Avilian
"aku.. aku nglanjutin kuliah di Inggris Li" ucap Firgian
Avilian kaget ia langsung menyandarkan tubuhnya pada kursi makan.
"harus banget ya di Inggris? " tanya Avilian
"yaa.. ya maaf Li kalo itu bikin berat kamu, aku juga ya-"
"sante kali Gi, aku nggapapa kok" Avilian
Firgian menatap Avilian, ia tau bahwa kekasihnya itu sedih. Firgian memegang tangan Avilian.
"besok aku bakal lamar kamu" Firgian
Avilian kaget, ia melotot kan matanya.
"kita masih muda Gian" Avilian
"aku cuman nglamar kamu bukan nikahin kamu, jadi kalo aku di sana kamu ga boleh macem-macem" Firgian
Jujur Avilian sangat senang mendengar kabar ini.
"gimana? besok aku bakal bawa Mamah buat ketemu sama Mamah kamu" Firgian
"iya aku mau" Avilian
Firgian tersenyum gembira ia memeluk kekasihnya itu.
"udah ah lanjutin makannya" Avilian
"iya calon" Firgian
__ADS_1
Avilian terkekeh, kekasihnya itu senang sekali membuat nya menjadi kepiting rebus.