Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
SETELAH DI LAMAR


__ADS_3

Seperti yang kemarin Firgian katakan ia benar-benar membawa kedua orang tuanya untuk menemui orang tua Avilian. Awalnya Arven Ayah Firgian yang baru pulang dari luar negri tidak setuju kalau anaknya melamar anak orang begitu cepat, tetapi Firgian itu anak satu-satunya dan dia selalu merengek jika kemauannya tidak di turuti, ia juga meminta Dila Arven agar menyetujui ia selalu membujuk Arven bagaimanapun caranya dan akhirnya Arven menyetujuinya.


Saat Avilian berbicara pada Ina atau Mamah Avilian juga sama seperti Firgian,tidak mendapat persetujuan tetapi Avilian tetap kekeh katanya ia hanya lamaran urusan menikah masih 4 tahun lagi ya karena ia masih harus menunggu Firgian untuk pulang ke Indonesia. Akhirnya Ina menyetujui permintaan Avilian.


Dan sekarang acara lamaran sedang di mulai, tidak banyak orang hanya ada pihak dari keluarga Firgian dan pihak keluarga Avilian, tetapi Avilian dan Firgian juga mengundang teman dekatnya. Acara lamaran di mulai dengan khidmat samapai selesai. Avilian begitu bahagia sama dengan Firgian.


"Allhamdulilah" ucap semua orang


Semuanya tersenyum. Dan tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 03.25 pihak dari keluarga Firgian berpamitan untuk pulang. Ina juga sudah di jemput untuk kembali lagi ke RSJ. Tersisa lah Firgian, Avilian, dan teman-temannya.


"selamat yang udah di lamar"ucap Pita sambil memeluk Avilian


Avilian membalas pelukan itu dengan tersenyum.


"makasih" Avilian


Kini gantian Fira yang memeluk Avilian.


"congrats ya baby udah di lamar" Fira


"haha iyaiya" Avilian


"lo gercep juga ya Gi" ucap Vian sambil terkekeh


"iyalah nanti kalo gue ngga gercep gue udah di Inggris Lian di ambil sama lo lagi" jawab Firgian dengan tertawa


"EH VIAN UDAH PUNYA GUE!" teriak Pita


"nah kan salah ngomong lo Gi" ucap Fandi dengan terkekeh


Fandi, Vian, dan Firgian sama-sama tertawa. Lalu mereka pun berpamitan untuk pulang, kini tersisa lah Firgian dan Avilian.


"makasih ya" ucap Avilian


"iya sayang" Firgian


"inget ya kuliah nya jangan macem-macem udah ada yang punya nih" ucap Firgian sambil memegang tangan Avilian


Avilian terkekeh.


"iya, kamu juga jangan genit-genit kamu kan tau di sana cantik-cantik" Avilian


"engga ah masih cantik kamu" Firgian


Pipi Avilian terasa panas dan memerah, kekasihnya ini bisa saja membuat Avilian salting.


"dih pipi kamu kenapa? " tanya Firgian sambil terkekeh

__ADS_1


"ah tau ah" ucap Avilian menyembunyikan wajahnya dan berjalan masuk ke dalam


"sayang tungguin" ucap Firgian


Jantung Avilian benar-benar berdegub lebih kencang akibat Firgian. Sesampainya di dalam Avilian dan Firgian memberesi rumah. Memberesi piring dan gelas menyapu rumah dan yang lainnya. Setelah selesai Avilian dan Firgian duduk sambil menonton TV.


"kamu cari pembantu aja Li supaya bisa bantuin kamu, kan besok aku berangkat" ucap Firgian


Avilian menghela nafasnya.


"nyari pembantu otomatis juga ngegaji kan? " Avilian


"ya.. iya sih" Firgian


"aku bisa kok kerjain sendiri" Avilian


"tapi nanti kamu kecapean" Firgian


"udah konsekuensi nya Gian" Avilian


Firgian mengacak pelan rambut Avilian dan mencium puncak kepala Avilian.


"jaga kesehatan kamu" ucap Firgian


"kamu juga, inget ya Gi kamu udah punya aku ngga boleh lirik-lirik yang lain, kamu ngga boleh pulang malem-malem kamu harus selalu ngabarin aku, kamu ngga boleh main ke club pokoknya jangan ikutin temen kamu yang ngajak kamu ke club dan kamu harus makan tepat waktu selalu inget sama Tuhan jangan lupa belajar yang giat supaya bisa pulang lebih cepet"ucap Avilian yang begitu panjang


"iya sayang iya" Firgian


Avilian tersenyum ia tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan Firgian yang begitu baik untuk dirinya.


"besok berangkat jam berapa? " tanya Avilian


"jam 10" Firgian


"besok aku kerumah kamu jam 8" Avilian


"pagi banget" Firgian


"gapapa dong" Avilian


Firgian tertawa.


"iya iya" Firgian


Firgian mengecek jam tangannya, jam sudah menunjukan pukul 05.15 akhirnya Firgian memutuskan untuk pulang. Sesudah Firgian pulang Avilian langsung mandi dan membaringkan tubuhnya di kasur kesayangannya.


"ngga ada Mamah temen-temen juga udah sibuk sekarang Gian juga ikut sibuk" ucap Avilian pada langit-langit kamarnya

__ADS_1


Avilian mengambil bingkai yang berisi fotonya dan Firgian.


"selamat menikmati masa penantian Lian" ucap Avilian sendiri


Avilian menutup matanya sampai tak terasa hari lagi sudah tiba, Avilian bangun karena cahaya matahari yang menyulusup tanpa salam. Avilian mengecek jamnya jam sudah menunjukan pukul 07.30 Avilian langsung bangkit dari tidurnya dan mandi, selesai mandi ia memilih baju untuk di kenakan, Avilian berdandan sesekali ia tersenyum di kacanya. Tetapi ia juga sedih karena ini hari di mana kekasihnya meninggalkan nya untuk 4 tahun lamanya. 07.45 akhir nya selesai Avilian langsung memesan Grab untuk menuju ke rumah Firgian 10 menit akhirnya Avilian sampai, sesampainya di rumah Firgian ia mengetuk pintu rumah Firgian dan nampak lah kedua orang tua Firgian,ia langsung di sambut senang oleh kedua orang tua Firgian.


Avilian di persilahkan masuk dan Firgian pun keluar dari kamarnya,mereka melakukan aktivasi makan bersama. Sesekali Ayah Firgian bergurau ketika makan, menceritakan kisah masa kecil Firgian, katanya Firgian pernah manjat ke pohon tetapi tidak bisa turun, ia juga pernah ketiduran di WC saat sedang BAB.


"Ayahhh" rengek Firgian


Semuanya tertawa. Firgian menatap Avilian yang masih tertawa.


'gue bakal kangen senyum lo Li' batin Firgian


Mereka pun melanjutkan makannya, selesai makan Firgian mengajak Avilian jalan-jalan katanya mau q time lebih banyak supaya tidak sedih saat sudah di bandara. Firgian mengajak Avilian ke rumah danau, betapa senangnya Avilian yang di ajak ke tempat favorit nya itu.


"sabar ya nunggu akunya" ucap Firgian


"iya sayang" Avilian


Mereka bermain di rumah danau sesekali menunggangi perahu yang disediakan di tepi danau kebahagiaan tercipta karena hal-hal kecil, sungguh Avilian mendapat kebahagiaan yang selama ini hilang. Setelah bermain Avilian dan Firgian makan bersama rasanya Avilian menjadi enggan melepaskan Firgian untuk pergi ke negri sana tetapi ia juga tidak bisa egois. Waktu menujukan pukul 09.25 Avilian dan Firgian segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Firgian langsung memberesi barang-barangnya dan memasukan ke mobil, mereka berangkat ke bandara Firgian juga sudah mengabari temannya agar tak telat datang ke bandara. Sepanjang perjalanan Avilian terus menaruh kepalanya pada pundak Firgian dan memegang tangan Firgian. Firgian tau ini sangat berat lagi Avilian tetapi inilah ksempatan emas bagi Firgian, kesempatan tidak datang dua kali. Sepanjang perjalanan Firgian terus mengelus tangan Avilian berusaha menyalurkan kekuatan.


Jam 09.45 mereka sampai di bandara mereka langsung bergegas untuk masuk kedalam, Avilian menahan air matanya agar tak jatuh. Firgian belum masuk ke pesawat saja Avilian ingin menangis apa lagi jika Firgian masuk ke dalam pesawat. 09.55 akhirnya Firgian memasuki pesawat sebelum itu Firgian berpamitan pada kedua orang tuanya, Dila menangis tetapi ia di tenangkan oleh Arven setelah berpamitan pada orang tuanya Firgian memeluk Avilian tak bisa di bendung lagi Avilian menangis tersendu-sendu akibat tangisan Avilian semua teman Firgian pun ikut menangis.


"jangan nangis sayang" Firgian


"ce.. pet.. pulang" Avilian


"iya sayang" Firgian


Firgian kembali memeluk Avilian dan mencium kening Avilian. Setelah itu dia bersalaman dengan teman-temannya.


"sukses bro jangan lupa buat pulang lo masih ada tanggungan" ucap Vian


"iya, suskes juga" Firgian


Setelah berpelukan dengan Vian Firgian memeluk Fandi.


"jangan rebut punya gue ya Fan" ucap Firgian sambil terkekeh


Fandi menabok lengan Firgian.


"tenang aja" Fandi


Setelah itu Firgian mengalami Pita dan Fira. Lalu berjalanlah Firgian menuju ke pesawat. Avilian dan semuanya melambaikan tangannya pada Firgian.

__ADS_1


'selamat datang hari-hari penuh rindu' batin Avilian.


__ADS_2