Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
MEILIA


__ADS_3

Kepergian Firgian tadi dari rumah sakit yaitu untuk pulang tetapi tujuannya tidak sepenuhnya untuk pulang ada hal yang harus ia selesaikan.


"Assalamu'alaikum Gian pulang" ucap Firgian ketika memasuki rumahnya


"Waalaikumsalam, tumben kamu pulang malem sayang" ucap Dila


"iya Mah, Lian masuk rumah sakit" ucap Firgian


"Astaghfirullahalazim, kok bisa? " kaget Dila


"ceritanya panjang banget Mah, Gian pulang buat mandi sama ganti baju nanti Gian ke rumah sakit lagi, boleh kan Mah? " tanya Firgian


"boleh, tapi Mamah ikut ya, pasti Lian ngga ada yang ngerawat di sana" ucap Dila


"iya, yaudah Gian ke atas dulu" pamit Gian lalu menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya


25 menit Dila menunggu anaknya itu akhirnya Firgian datang dengan pakaian santainya.


"udah siapa Mah? " tanya Firgian


"udah dari tadi" ketus Dila


"ishh Mamah, jangan marah-marah nanti tambah cantik" goda Firgian


"ah udah lah ayo" ajak Dila


Mereka berdua keluar saat sudah keluar Dila tak lupa mengunci pintu rumahnya.


"lah ngapa di kunci mah? " tanya Firgian


"Mamah mau nginep aja" ucap Dila


"terus Gian? " tanya Firgian sambil menunjuk dirinya sendiri


"besok kamu mandiri dulu, biar mamah ngurusinnya Lian kasian dia" ucap Dila


Firgian menghela nafasnya. Itulah Dila jika Lian sudah kenapa-napa ia seperti sudah lupa akan anaknya.


"udah ah ayo" ucap Dila ketika sudah selesai mengunci pintu rumahnya


Mereka berdua pun menaiki motor dan laju menuju rumah sakit. Saat keduanya sudah sampai Firgian berpamitan kepada Dila kalau dia ada urusan yang harus di selesaikan. Dila sama sekali tidak mengizinkan anaknya itu, bukan apa-apa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam Dila hanya khawatir akan keadaan Firgian. Firgian juga bukan tipe anak yang pembangkang ia menuruti apa kata Ibunya itu. Akhirnya keduanya masuk ke dalam ruangan.


Firgian dan Ibunya masuk ke dalam rumah sakit mereka berjalan menuju ruangan Avilian, saat sudah sampai di depan ruangan Firgian mendengar suara kegaduhan di dalam ruangan.


"Gian? ada apa? " tanya Dila


"Gian juga ngga ngerti Mah, ayo masuk" ucap Firgian


Firgian dan Dila memasuki ruangan Avilian, saat sudah memasuki ruangan Firgian dan Dila di buat terkejut dengan kondisi Avilian dan kamar ruangan yang sedikit berantakan. Di sana ada Bu Rina, Pak Irfan, Fira, dan... Meilia. Firgian langsung mendekat dan mendekap Avilian, menenangkan kekasihnya itu.


"Gian? ini kamu kan?" tanya Avilian sambil meraba tangan Firgian

__ADS_1


"iya sayang ini aku, tenang ya tenang" ucap Firgian


"Gian aku.. Aku butaaa" ucap Avilian yang kembali menangis


"engga sayang nanti kamu bakal sembuh kamu ngga akan buta selamanya" ucap Firgian


"aku takut Gian aku takut" Avilian


"ngga ada yang perlu di takutin di sini ada aku, Mamah, Bu Rina, Pak Irfan sama temen-temen" ucap Firgian


"ini semua gara-gara Meilia. INI GARA-GARA MEILIA AAARGHHHH" ucap Avilian sambil membuang semua barang yang ada di hadapannya


"Lian, Lian sayang tenang ya" ucap Dila yang sendari tadi diam


Avilian memajukan tangannya dan Dila yang tau bahwa Avilian ingin memegang dirinya, ia mengulurkan tangannya.


"Mamah" ucap Avilian


"iya sayang Mamah di sini temenin kamu" ucap Dila


"Mamah Lian buta Mah Lian buta" Avilian


Dila memeluk Lian dengan erat.


"kamu pasti sembuh sayang" Dila


"Lian malu Mah Lian maluuu" Avilian


"saya panggilkan dokter ya bu" ucap Bu Rina


"iya" jawab Dila


Bu Rina dan Pak Irfan keluar untuk memanggil dokter. 5 menit akhirnya dokter datang dengan cekatan dokter itu menyiapkan suntikan dan menyuntiknya pada Avilian agar tidur dan bisa tenang.


"apa saya dan Bu Rina boleh izin pamit dulu bu? " tanya Pak Irfan pada Dila


"ooh silahkan Pak Bu, saya mengucapakan banyak terimakasih pada Bapak dan Ibu yang sudah mau menemani Lian" ucap Dila


"sudah menjadi kewajiban kamu Bu" Bu Rina


Dila menjawab dengan senyuman.


"kalau begitu kami duluan ya Bu permisi" Bu Rina


Lalu Pak Irfan dan Bu Rina pun keluar dari ruangan dan pulang.


"Fira? kamu sudah makan?" tanya Dila pada Fira


"sudah tante" jawab Fira


Dila menjawab dengan anggukan. Lalu mata Dila terlantas pada sosok perempuan yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"kamu siapa? " tanya Dila


"saya Meilia tante" ucap Meilia


"ini Mah orang yang buat Lian kaya gini" ucap Firgian


Dila menatap Meilia intens.


"boleh saya bicara dengan kamu? " tanya Dila pada Meilia


Jantung Meilia berdegub lebih kencang.


"bo.. boleh tante mari" ucap Meilia terbata-bata


Lalu Meilia dan Dila pun keluar dari ruangan. Dila mengajak Meilia ke parkiran rumah sakit.


"kenapa tante ngajak saya ke sini? " tanya Meilia


"pergi kamu dari sini! jangan pernah munculin muka kamu di depan saya, anak saya, dan calon menantu saya!" Dila


'ck! menantu' batin Meilia


"tapi tante saya-"


"saya ngga mau lagi denger alasan kamu. kamu itu penyebab Lian seperti ini, apakah kamu bertanggung jawab atas semuanya? tidak kan? dari pada kamu membuat Lian tambah down lebih baik kamu pergi dari sini!" ucap Dila yang memotong pembicaraan Meilia


"baik tante, saya minta maaf" ucap Meilia


Dila sama sekali tidak menjawab ucapan Meilia ia langsung pergi dari hadapan Meilia dan meninggalkan Meilia sendirian di parkiran itu. Meilia menatap punggung Dila yang semakin lama semakin menghilang.


Di sisi lain Firgian sedang menatap kekasihnya itu dengan tatapan sendu, ia merasa iba dengan apa yang di alami kekasihnya itu. Firgian memegang tangan Avilian.


"yang kuat ya sayang" ucap Firgian lalu mencium tangan Avilian


"ekhmmmm" dehem Dila


"eh Mamah" ucap Firgian dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal


"lanjutkan" ucap Dila dengan terkekeh


Firgian dan Fira pun ikut terkekeh.


"udah malem mendingan kita tidur ya, Lian juga lagi istirahat jangan di ganggu dulu" ucap Dila


Semuanya mengangguk dan mulai memposisikan diri mereka untuk tidur. Jam menunjukan pukul 2 Firgian sama sekali tidak bisa tenang, ia terus memandangi wajah Avilian.


"coba kalo waktu bisa di puter lagi, biar aku aja yang jatuh kamu jangan Li" ucap Firgian


"yang kuat ya Li, aku, Mamah, sama temen-temen selalu do'ain kamu. Do'ain kamu supaya kamu cepet sembuh dan jadi anak yang kuat" Firgian


Setelah Firgian berkata seperti itu tiba-tiba mata Avilian mengeluarkan air mata. Firgian nampak khawatir kenapa Avilian menangis, Firgian menghapus air mata Avilian dan mengecup kening Avilian.

__ADS_1


"aku sayang kamu, dan aku yakin kamu denger semua ucapan aku" Firgian "aku ngga akan pernah ninggalin kamu" sambuhnya.


__ADS_2