Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
Mengatur Rencana.


__ADS_3

Saat mereka berempat bercengkrama tentang banyak hal, tiba-tiba datang seseorang yang membuat Nisa benar-benar terkejut.


"Hay, boleh gabung nggak?." Ujar orang itu.


Nisa dan teman-temannya serempak melihat ke arah sumber suara.


"Iiiisssss." Desis Nisa.


Teman-teman Nisa pun kompak berubah menoleh ke arah Nisa karena mendengar Nisa berdesisi, seperti ular yang sedang lapar.


"Kamu kenapa Nis." Tanya Dia.


"Nggak apa-apa." Jawab Nisa masih dengan raut muka kesal.


Romadhon masih setia di tempat nya, dia acuh tak acuh melihat wajah penolakan dari Nisa.


"Jadi gimana nih, boleh gabung nggak." Tanya Romadhon lagi tanpa gengsi mau bergabung dengan perkumpulan perempuan sedangkan dirinya hanya laki-laki seorang diri.


"Boleh kok kak, silakan duduk." Jawab Tina cepat.


Dan Tina pun dengan lancang pindah posisi duduk di samping Ayu, yang secara otomatis memberikan ruang Romadhon agar bisa duduk di samping Nisa.


Romadhon tersenyum senang, dan langsung duduk di samping Nisa dengan senyum kemenangan.


Ayu, dan Dia melongo melihat ke arah Tina yang kini duduk di sebelah Ayu, dari tatapan itu seakan mereka bertanya, ada apa?.


Melihat Ayu dan Dia yang melihat ke arah nya, Tina meletakkna jari telunjuknya di depan bibir, sebagai isyarat diam, dan dia akan menjelaskannya nanti.


Ayu dan Dia yang penasaran pun akhirnya memutar kepala mereka menghadap kesebelah kanan mereka yang di mana kini Romadhon tengah berusaha mengajak Nisa bicara, dan Romadhon terlihat selalu tersenyum ke arah Nisa walaupun respon Nisa biasa-biasa saja, bisa di bilang terkesan cuek.


Sedangkan Nisa betah menatap lurus kedepan.


Apa-apa'an si Tina, main pindah-pindah segala. Nisa membatin.


"Kalian udah makan?." Tanya Romadhon yang juga berlaku untuk Ayu, Dia dan Tina tidak hanya berlaku untuk Nisa saja.


"Em iya kak udah, kita udah makan di kelas tadi."Jawab Ayu dan Dia kikuk, Sedangkan Tina menanggapinya dengan santai.


Romadhon pun mengangguk saja, sebetulnya dirinya hanya basa basi saja. Karena dirinya pun sudah tau dari Tina.


Sedangkan Nisa sendiri mengunci mulutnya.


"Boleh mintak nomor ponselnya nggak?." Tanya Romadhon pada teman-teman Nisa, setelah sekian lama dirinya di acuhkan.


Dan Tina langsung mengangguk tanpa ragu, sesuai kesepakatan mereka tadi.


Ya Romadhon sengaja meminta nomor ponsel Teman Nisa agar dirinya bisa meminta nomor ponsel Nisa kemudian hari.


Karena Romadhon pernah meminta langsung nomor ponsel Nisa, namun Nisa beralasan tidak memiliki ponsel, maka dari itu ia mengajak Tina berkerja sama agar bisa dekat dengan Nisa.

__ADS_1


"Boleh kok kak." Jawab Tina.


Mata Nisa melotot tajam, namun Tina acuh tak acuh.


Sedangkan Ayu dan Dia hanya diam menatap mereka bertiga, karena mereka berdua tengah menanti penjelasan dari Tina.


Tina menyebutkan nomor ponselnya, sedangkan Romadhon mencatat nomor ponsel Tina di telapak tangannya dengan pena yang sudah ia siapkan tadi sebelum menghampiri mereka berempat.


Waktu itu Romadhon baru akan kebali ke kelas, dan tak sengaja matanya menangkap pergerakan Tina yang juga akan kembali ke kelas.


"Itu kan temannya Nisa." Ujar Romadhon dengan pandangan terus tertuju ke arah Tina yang sedang membayar tagihan makanannya ke ibu kantin yang berjualan.


Dengan langkah cepat Romadhon menghampiri Tina.


"Sendirian?." Tanya Romadhon setibanya di samping Tina.


Tina menoleh ke arah Romadhon"Iya kak, yang lain pada bawah bekal. Ada apa ya kak?." Tanya Tina balik.


Karena Tina berfikir Romadhon tak akan menyapanya jika tak ada maksud. Dan Tina pun mengenali wajah Romadhon karena beberapa kali dirinya melihat Romadhon berbicara dengan Nisa.


"Nggak apa-apa, aku juga mau bayar." Jawab Romadhon asal, karena dirinya sedang di perhatikan ibu kantin yang sedang menyodorkan uang kembalian Tina.


Cepat-cepat Romadhon merogo uang yang berada di sakunya dan menyerahkannya ke ibu itu." Ini buk, tadi makan Bakso sama es teh." Jelas Romadhon.


"Kalau gitu aku duluan ya kak." Pamit Tina.


Tina pun mengentikan langkahnya.


"Setelah ini kamu mau kemana?." Tanya Romadhon tak penting, karena sudah jelas tujuan Tina pasti ke kelas.


"Ke kelas lah kak, emang kemana lagi. Ke perpustakaan?, ya nggak mungkin lah."


"Ikut dong, mau jeguk Nisa." Ujar Romadhon cengengesan.


"Jeguk, jeguk emanya Nisa sakit." Jawab Tina galak.


Cepat-cepat Romadhon memperbaiki ucapannya, sebelum siga betina di depannya unjuk taring nya." Maksudnya pengen ketemu Nisa, boleh ya." Romadhon mengatup kedua telapak tangannya di depan dada.


Tina nampak menimang-nimang.


"Boleh deh, asal jangan barengan aku, belakangan ajah kamu jalannya." Usul Tina.


Tina Fikir tak ada salahnya, Romadhon sepertinya memang menyukai Nisa. Dan Nisa pun berstatus jomblo, jomblo abadi malah.


Romadhon mangacungkan dua jempol kakinya,ets salah maksudnya tangannya."ike deh."


"Kok ike, kayak banci ajah." Protes Tina.


"Maksudnya ok, nggak gaul lu. Udah sono jalan." Usir Romadhon ketus.

__ADS_1


Padahal dirinya sedang butuh bala bantuan dari Tina, malah di usir semena-mena.


Tina berjalan meninggalkan Romadhon." Kayaknya ada yang nggak mau di bantu ni."


Romadhon pun kembali menyusul Tina, dan berhenti tepat di hadapan Tina." Bantuin dong, yang tadi maaf. Anggap ajah lidah ku lagi keseleo, kecelakaan pas lagi gerak di dalam mulut. Salto, jungkir balik atau apalah."


"Bantuin ya, ya, nanti aku traktir sepuasnya deh." Tawar Romadhon.


Tina terdiam dan berfikir." Nggak ah, ngejual pertemanan itu namanya."


Romadhon terus berfikir mencari alasan, kemudian otaknya pun memiliki alasan." Ya nggak lah, cuma neraktir makan doang, nggak ngasi duit kan. Anggap ajah aku lagi sedekah.


"Sedekah, sedekah emangnya aku orang nggak mampu!." Hardik Tina dengan tangan berkacak pinggang.


Romadhon mengeleng." Lah terus gimana, tadi di bilang di traktir nggak mau, sekarang di kira nggak mampu nggak mau."


"Terserah kamu lah." Ujar Tina hendak menungalkan Romadhon.


Romadhon bergeser menghadang Tina." Bantuin ya, gratissss gimana. Mau nggak?, anggap ajah lagi bantuin teman kamu supaya punya pacar." Tawar Romadhon.


"Alah alasan, bilang ajah kalau kakak yang udah nggak beta ngejomblo." Hina Tina.


"Iiisss." Desis Romadhon.


"Terserah kamu saja lah, yang penting kamu tolongin aku." Ujar Romadhon kemudian.


Tina tersenyum di dalam hati." Baek-baek lo sama gue, kalau mau di bantuin."


Sepanjang perjalanan mereka berduapun berbicara ngulur ngidul, hingga tak terasa mereka berdua sudah dekat dengan kelas, mereka pun berpisah, karena Romadhon kemabali ke kalas terlebih dahulu, sedangkan Tina melanjutkan perjalanannya ke kelas nya berada.


*


*


*


"Nis lo marah ya sama gue?." Tanya Tina, karena sepeninggalan Romadhon Nisa terus mendiami Tina.


"Enggak." Jawab Nisa cepat tanpa melihat ke arah Tina.


Tina menghembuskan nafas panjang." Ya udah deh, aku juga marah sama lo." Setelah memgatakan itu Tina membalik badannya ke arah depan kemabali.


Kini mereka sudah di dalam kelas, dan duduk di bangku masing-masing.


Nisa mendelik lebar." Lo kok malah elu yang marah, seharusnya kan gue." Cerca Nisa tak terima.


"Bodoh amat." Diam-diam Tina tersenyum dalam hati.


"***-****"

__ADS_1


__ADS_2