Gadis Tomboy

Gadis Tomboy
TENTANG HUBUNGAN


__ADS_3

1 bulan sudah hubungan Avilian dan Firgian benar-benar tidak tau bagaimana, keduanya masih saja memegang ego masing-masing. Padahal jika di tanya keduanya masih sangat saling sayang, tetapi ya kembali lagi pada masalah pertama itu semua karena sifat Avilian, Avilian benar-benar tidak bisa merubah sifatnya.


Kali ini Firgian sedang berada di taman sekolahan ia tak sendirian ia di temani Vian dan Pita.


"udah lah Gi, namanya juga sifat mau gimanapun dia bakal tetep kaya gitu" ucap Vian


"ya tapi gue cuman pengin Lian berubah Vi ngga posesif" Firgian


"gimana dia mau berubah kalo setiap kali lo di sekolah lo deket sama Zahra, siapa yang ngga marah? siapa yang ngga cemburu? " tanya Vian


Firgian hanya diam.


"lo gini sih Gi kalo lagi di bilangin lo banyak diem nya, tapi diemnya lo ngga guna" ucap Pita ketus


Plakk!


Vian memukul kepala Pita.


"SAKIT BEGE!" omel Pita


"orang lagi sedih lo gituin" Vian


Pita hanya memajukan bibirnya kesal.


"lo sebenrnya sayang ngga sih sama Avilian? " tanya Pita


"ya sayang lah" Firgian


"kalo sayang ya udah si ngalah" Pita


"sampe kapan gue harus ngalah terus Ta? gue juga cape kali" Firgian


"ya terus? lo berdua mau adu-aduan cemburu gitu? lo jalan sama Zahra dan Lian jalan sama Fandi? iya gitu? kalo kaya gitu ya udah putus aja sekalian ngga usah ngegantungin hubungan!" Pita


"gue udah putusin Lian kok" Firgian


Mata Pita dan Vian membulat sempurna.


"lo mutusin Lian? " tanya Pita


"iya emang dia ngga cerita sama lo? " Firgian


"Lian ngga ngomong apa-apa, terus dia mau? " Pita


"engga" Firgian


Vian memijat pelipis nya.


"waktu lo ngomong itu, lo beneran mau putus? " tanya Vian


"yaa.. ya engga sih" Firgian

__ADS_1


"AH BODO AH TERSERAH LO BERDUA GUE CAPE" ucap Pita yang langsung pergi dari hadapan Firgian dan Vian


"lah ngapa tu bocah" ucap Firgian


"sama, gue juga cape serah lo deh Gi" ucap Vian yang ikut pergi dari hadapan Firgian


Firgian menjambak rambutnya frustasi. Ia berfikir sejenak dan beranjak dari tempat itu. Firgian berjalan menuju kelas Avilian sesampainya di kelas Avilian ia bertanya pada salah satu siswa di mana Avilian, dan siswa itu menjawab kalau Avilian berada di perpustakaan bersama Fandi dan Fira. Firgian langsung berlari menuju ke perpustakaan, saat dirinya sedang ada di jalan tiba-tiba ia bertemu dengan Fira.


"Gian? " Fira


"Lian mana? " tanya Firgian


"Lian.. Lian itu.. "


"Lian mana? " ulang Firgian


"Lian di perpus, anu-"


Belum sempat kalimat Fira terucap sempurna Firgian sudah berlari menuju ke perpus.


"duh gimana nih" ucap Fira


Lalu Fira juga ikut menyusul Firgian untuk menuju ke perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan Firgian langsung masuk dan betapa terkejutnya Firgian saat ia melihat Fandi sedang memberikan buket dan menyatakan perasaannya pada Avilian. Firgian masih diam dan mendengarkan apa yang di ucapkan Fandi.


"Li, gue sayang sama lo gue suka sama lo sejak awal gue masuk ke sini, kegalakan lo yang bikin gue jatuh cinta sama gue" ucap Fandi


'alah ***! alay!' batin Firgian


'dasar monyet ragunan! modusnya bisa aja' batin Firgian


Firgian masih saja senantiasa berdiri diam di ambang pintu ia tak sadar kalau Fira, Pita, dan Vian berada di belakangnya. Vian yang merasa greget dengan sahabatnya itu ia mendorong Firgian hingga Firgian terjatuh. Avilian yang melihat Firgian terjatuh karena di dorong oleh Vian ia langsung berlari dan menolong Firgian.


"Gian? lo nggapapa kan? " tanya Avilian


Firgian menatap Avilian, Avilian masih sama ia masih perhatian pada Firgian. Avilian membantu Firgian untuk berdiri, sedangkan teman-temannya itu tersenyum simpul.


"VIAN! LO APA-APAAN SIH DORONG-DORONG GIAN?! SAKIT TAU! LO MAU GUE DORONG JUGA?!" teriak Avilian


'***** niat gue baik malah kena omel' batin Vian


"udah diem ngga usah marahin Vian, Vian cuman bantu lo sama Gian supaya deket lagi. Udahlah masih sama-smaa perhatian dan sayang kan ga usah kaya anak kecil deh" ucap Pita


Avilian langsung menatap Firgian begitupun Firgian ia langsung menatap Avilian. Mereka sama-sama tersenyum malu. Pita langsung mengambil tangan Avilian dan Firgian ia menyatukan tangan keduanya agar bergandengan.


"udah sono pergi dari sini" ucap Pita


"tapi dia" ucap Avilian sambil menunjuk ke arah Fandi


Semuanya menatap Fandi, Fandi masih saja mematung di tempat dengan memegangi bunganya. Semuanya terkekeh.


"itu urusan kita udah sono ah" ucap Pita sambil mendorong Avilian dan Firgian

__ADS_1


Avilian dan Firgian terkekeh lalu mereka pergi dari tempat itu. Fandi berlari ingin mengejar Avilian tetapi dirinya langsung di cegah oleh Vian dan yang lain.


"lo tu laki jangan jadi pelakor napa" ucap Vian


"lo kira nembak cewe pake bunga romantis gitu? engga! kesannya lo malah kaya lagi nglayat!" ucap Pita


"buang jauh-jauh deh pikiran lo kalo lo bakal pacaran sama Avilian" ucap Vian "lo tu ngga bakal bisa gantiin posisi Gian di hati Avilian" sambungnya


Fandi hanya diam lalu Vian dan Pita pergi meninggalkan tepat itu. Berbeda dengan Fira ia masih diam dan Fandi yang masih mematung juga.


"ya udah lah nih buat lo aja" ucap Fandi sambil memberikan bunga itu pada Fira


Fira kaget ia glagapan.


"ini" ucap Fandi


Fira menerima bunga itu.


"ma.. makasih" Fira


Fandi tak menjawab apapun, ia langsung pergi dari tempat itu , Fira masih mematung sambil melihat bunga itu. Otaknya masih berfikir kenapa Fandi mengasihkan bunga itu padanya, hati Fira tiba-tiba berdegup lebih kencang. Fira salting ia langsung membuang pikiran itu jauh-jauh, Fira langsung berjalan menuju kelasnya. Sepanjang perjalanan Fira membawa bunga itu dengan seulas senyuman.


Sedangkan di sisi lain sepasang kekasih yang labil itu sedang berada di ruftof sekolah, mereka masih saja diam sekali-kali curi-curi pandang.


"maafin aku ya Gi" ucap Avilian


Firgian merangkul Avilian.


"maafin aku juga" ucap Firgian sambil melihat pemandangan yang ada di depannya


Avilian memeluk Firgian dengan erat.


"aku sayang kamu" Avilian


"iya aku juga" Firgian


"jangan pergi, bantu aku buat berubah" Avilian


Firgian mengecup puncak kepala Avilian.


"aku ngga bakal maksa kamu Li" Firgian


Avilian mengeratkan pelukannya pada Firgian.


"jangan galak-galak lagi" ucap Avilian sambil merengek


"yang galak tuh kamu" ucap Firgian


Keduanya sama-sama terkekeh.


'*i love you Gian' batin Avilian

__ADS_1


'i love you Lian' batin Firgian*


__ADS_2