
Setelah merasa sehat, Lya memutuskan untuk keluar dari UKS. Terlebih dia harus melihat hasil olimpiade tadi. Dengan ekspresi gugup Lya, Noah dan Lolita berdiri di depan mading bersama peserta dari sekolah lain juga. Teman-teman mereka menunggu mereka tidak jauh dari sana.
Karena tubuh Noah lebih tinggi, dia memutuskan untuk maju terlebih dahulu diikuti Lya dan Lolita.
"Nilaibya tipis banget," cetus Noah melihat hasil nilai seluruhnya. "Lo ada di urutan kedua, tapi nilai lo sama peserta lain sama," ujar Noah lagi pada Lya.
Noah mengambil foto dari nilai hasil olimpiade dan mengirim ke Elang yang sudah menunggu bersama yang lain.
"Selamat ya kak," ucap Lolita pada Lya.
Noah dan Lolita berada di posisi bawah bersama beberapa peserta lainnya. Posisi tiga teratas diisi oleh Lya, satu dari SMA Harapan Bangsa dan satu lagi dari SMA Bhineka.
"Selamat ya. Bapak sangat bangga dengan kalian bertiga. Hasilnya sangat bagus, kalian bertiga sudah melakukan yang terbaik," ucap kepala sekolah kepada ketiganya.
"Sama-sama pak," balas Noah.
"Gelya sudah pasti akan mengikuti OSN nantinya, Lolita sama Noah bisa saja ikut juga. Namun kalian dalam pertimbangan, bapak tidak kecewa, bapak bangga dengan kalian!"
"Makasi pak," ujar ketiganya.
Lya menatap pak Burhan yang berdiri di samping kepala sekolah. "Gak mau ngucapin selamat nih pak? Gak bangga sama kita?" Tanya Lya tertawa.
"Kamu ini! Jelas bapak bangga sama kalian," jawab pak Burhan terkekeh.
Noah mengajak Lya dan Lolita untuk menemui teman-temannya yang sudah menunggu di taman yang tidak jauh dari sana.
"Widihhhh selamat bro," ujar Juna bertos ria bersama Noah. Inti Rakasa bergantian memberikan selamat kepada Noah.
Clarissa memeluk Lya. "Cingratulations Gel Gel. Kamu hebat banget!"
Diki datang dan memeluk kedua sepupunya itu. "Sepupu gue nih!" Ujarnya bangga.
Keenan baru saja ingin ikut memeluk Lya namun di halangi Diki. "Mau apa lo?" Tanya Diki garang.
"Ck.. mau kasih selamat lah!" Tanpa peduli keadaan, Keenan ikut memeluk Lya dan Clarissa memeluk Diki melotot.
__ADS_1
Eadred dan Mira tertawa melihat mereka lalu mereka berdua ikut berpelukan. Diki mendengus namun kembali ikut berpelukan. Jadilah keenam remaja itu slaing berpelukan membuat orang-orang yang melihatnya merasa gemas.
Mereka menyudahi acara pelukan mereka lalu tertawa bersama.
Tiara menghampiri lalu memeluk Lya. "Selamat ya Ya. Nilai kamu tinggi banget, aku ikut bangga!"
Lya tertawa kecil. "Makasi mba."
"Selamat ya Loli," ujar Dara tersenyum.
"Makasi kak."
"Kita harus syukuran nih," celetuk Keenan.
Juna mengangguk semangat. "Yoi! Kita makan seblak di depan gang gimana?" Tanay Juna.
Mereka semua mengangguk menyetujui. "Sip! Bos Karta yang traktir!" Ujar Juna lagi.
Karta mendengus kesal. Kakinya terangkat menendang pantat Juna. Mereka semua bersorak senang mendapat makan gratis.
"Kak, Loli ikut yah," ujar Lolita pada Noah.
Noah menatap Lolita lalu matanya tidak sengaja menatap mata hazel Clarissa yang sudah di dekat motor Diki bersama Lya dan Diki. Clarissa segera memutuskan kontak mata dengan melihat ke sembarang arah.
Lya dan Diki yang sempat melihat itu tersenyum miring menatap sepupunya itu. Lya menggenggam erat tangan Clarissa sembari tersenyum. Clarissa menoleh dan ikut tersenyum seolah memberitahukan pada Lya bahwa dia baik-baik saja.
"Gue sendirian, lo sama yang lain aja!" Tolak Noah akhirnya.
"Yah! Loli mau sama kak Noah."
"HEH BOCIL LO MAU IKUT APA NGGAK?" Pekik Lya.
"Lo sama gue aja Ya, biar Cla sama Diki. Loli lo sama Juna atau Kevin asal gak sama Noah," ujar Devan menarik tangan Lya menuju motornya.
"Woyy asal tarik-tarik aja!" Protes Diki pada Devan kesal.
__ADS_1
Lya hanya tersenyum senang. "Gue sama yang ganteng aja deh. Bosen sama lo terus," ujar Lya pada Diki.
Karta melajukan motornya bersama Tiara diikuti Noah, Elang dan Dara beserta yang lainnya juga. Lolita ikut bersama Juna.
Mereka semua mulai meninggalkan sekolah menuju tempat makan tujuan mereka.
"Selamat!" Ujar Devan pada Lya.
"Hah?" Tanya Lya tidak mendengar, suara motor Devan membuat Lya tidak bisa mendengar dengan baik. Apalagi angin yang berhembus kencang.
"SELAMAT!"
"HAH?"
"SELAMAT BEGO! BUDEG LO?"
Lya tertawa mendengar teriakan Devan. "IYA, MAKASI!"
Devan melirik Lya dari kaca spionnya, tersenyum lebar menyadari Lya tertawa karenanya.
"Lo cantik!"
"HAH? APA?" Tanya Lya lagi.
"LO JELEK!"
"ANJING!"
"HAHAHAA!" Tawa Devan pecah. Entah kenapa dia bisa sereceh ini. Lya memang membawa perubahan besar padanya.
Siang menjelang sore itu mereka habiskan dengan saling memberi selamat dan merayakan keberhasilan Lya, Noah dan Lolita dengan makan-makan kecil dengan Karta yang menjadi korban pembayarannya.
...🌻...
Revisi nanti agak siangan!
__ADS_1