
Chapters sebelumnya sudah di revisi menjadi sedikit lebih panjang. Silahkan baca ulang part sebelumnya dulu baru baca part ini, supaya kalian tidak bingung. Enjoy pren:)
...🌻...
Sore ini Lya merasa sangat bosan. Jika biasanya dia bisa mengajak Diki bermain, maka sekarang dia harus bersabar karena laki-laki jangkung itu menolak menemui Lya. Ada janji dengan Chintya katanya.
"Non, ada temannya di bawah," beritahu salah saty pelayan rumahnya.
Lya segera turun. Gadis itu melihat Devan tengah berbincang dengan mami Risma.
"Ngapain lo kesini?" Tanya Lya.
"Temannya datang kok malah di gituin!" Tegus mami Risma.
Lya mendudukkan dirinya di samping Devan. "Kan Lya cuma tanya mi."
"Main aja. Tadi gue udah ke rumah Diki tapi kata bunda Intan lo udah gak disana."
Lya mengangguk mengerti.
"Teman-teman Lya ganteng-ganteng ya pi, kemarin Karta sama teman-temannta sekarang ada Devan juga," ujar mami Risma tersenyum.
"Iya jadi bingung papi milih untuk calon mantu!"
Lya mendengus. Sedangkan Devan hanya tersenyum canggung.
"Kamu udah punya pacar belum?" Tanya papi Agung pada Devan.
"Belum om!" Jawab Devan.
Papi Agung tersenyum. "Wah bagus dong. Lya sama kamu aja, gimana?"
"Iya Devan emang jodoh Lya. Nanti kita nikah kalau udah lulus!" Jawab Lya malas. Dia segera berdiri dan menarik tangan Devan membuat laki-laki itu bingung.
"Mau kemana?" Tanya Devan.
"Gue bosan! Ayo jalan-jalan," ujar Lya. "Lya main dulu ya," pmaitnya pada orang tuanya.
"Jangan jauh-jauh, jangan capek-capek juga, kalau ada yang sakit langsung pulang ya," pesan mami Risma.
"Iay assalamualaikum!"
"Kita keluar dulu ya om, tante." Pamit Devan.
"Jagain Lya ya!" Pesan papi Agung pada Devan. Laki-laki itu mengangguk.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam!"
Lya menarik Devan keluar. Saat Devan hendak menuju motornya, Lya menghentikan Devan.
"Naik sepeda aja. Gue pengen ke taman," ujar Lya.
__ADS_1
"Naik motor kan lebih cepat."
"Gue mau naik sepeda."
Devan menyerah. "Oke! Jadi mana sepedanya?"
"Pak tolong keluarin sepeda yang warna kuning dong," pinta Lya pada penjaga rumahnya.
"Baik non!" Laki-laki paruh baya itu segera pergi.
"Rumah lo besar banget," ujar Devan mengedarkan pandangannya menatap sekeliling rumah Lya. Sebenarnya tidak menyangka kalau Lya sekaya ini.
"Punya papi," jawab Lya singkat.
Penjaga rumah Lya kembali dengan sebuah sepeda. "Ini non."
"Makasi pak!" Ujar Lya.
Devan mengambil sepeda dari penjaga rumah Lya. "Makasi pak!" Ujarnya.
"Ayo naik," ujar Devan.
Lya segera naik ke boncengan sepeda lalu Devan mulai mengayuh pedak sepedanya meninggalkan rumah.
Sore hari yang sangat dimanfaatkan banyak orang untuk bersantai. Lya tersenyum menatap jalanan yang terbilang ramai namun suasana sore ini terlihat sangat menyenangkan. Rambut Lya berterbangan di terpa angin meski Devan melajukan sepedanya dengan kencang.
"Dev! Ayo makan es krim," ajak Lya menunjuk sebuah kedai es krim.
Devan segera mendekati kedai itu.
"Gue coklat aja deh. Tolong!"
"Coklat satu sama vanila satu bang," ujar Devan pada penjual es krim.
Setelah mendapat pesanan, mereka duduk di salah satu kursi taman yang kosong.
Lya sibuk memakan es krimnya sedangkan Devan sibuk memperhatikan Lya. Laki-laki itu tersenyum menatap Lya yang terlihat begitu cantik di matanya. Apapun yang Kya kenakan akan terlihat cantik di mata Devan, meski gadis itu hanya memakai celana training dan baju kaos saja. Devan selalu suka.
"Es krim lo cair!" Lya menegur Devan. "Ngapain sih ngeliatin gue terus? Ada yang salah ya?"
Devan menggeleng. "Lo cantik!" Jawab Devan masih menatap Lya.
"Sebenarnya gue tau jawaban lo, tapi entah kenapa gue tetap aja salting!" Jawab Lya membuat Devan tertawa.
"Beneran mau nikah sama gue?" Tanya Devan.
"Emang lo gak mau nikah sama gue?" Tanya Lya balik. "Gue cantik, baik hati dan tidak sombong, orang kaya lagi. Gue jamin lo bahagia kalau nikah sama gue!"
Devan tertawa. "Itu namanya lo lagi sombong!"
"Ssstttt.. gue lagi nyoba buat gak salting di depan lo, bego!" Ujar Lya.
Devan semakin tertawa sampai terbahak-bahak. Laki-laki itu sudah mengabaikan es krimnya.
__ADS_1
"Mau trial sama gue gak?" Tanya Devan membuat Lya menatapnya bingung.
"Hah?"
"Trial pacaran sama gue gimana?"
Lya menganga. "Gak waras lo, dikira lagi nge-game."
"Mau gak? Tanya Devan mengabaikan ucapan Lya. "Trialnya satu minggu aja, kalau cocok kita lanjut. Gimana?"
"Ya mau lah. Masa nggak!" Jawab Lya tertawa. "Kan lumayan, cowok ganteng kasian kalau di anggurin."
Lya dan Devan bertatapan lalu tertawa bersama. Merasa bodoh dengan percakapan mereka, namun merasa yakin dengan apa yang mereka ucapkan.
"Dev!" Panggil Lya. "Lo gak masalah kan punya cewek penyakitan?"
Devan mengerutkan keningnya, dia menatap Lya bertanya. "Maksud lo?"
"Gue sakit!"
"Sakit apa? Kenapa gak bilang sama gue?"
Lya memutuskan pandangannya dari Devan. Gadis itu menatap sekitar melepaskan kegaduhan hatinya.
"Gue kena kanker tulang. Udah stadium lamjut."
Devan membeku. Dia tidak menyangka keluhan Lya yang dia pikur hanya keseleo ternyata malah menjadi penyakit ganas seperti ini.
Devan menarik Lya kedalam dekapannya. Laki-laki itu memeluk Lya erat memberikan semangat pada Lya.
"Kenapa gak bilang Ya?" Tanya Devan.
"Gue takut lo semua ngejauhin gue, gue takut gak punya teman Dev."
Dengan mengusap rambut Lya. "Gak akan ada yang ngejauhin lo. Ini musibah!"
"Sekarang lo punya gue Ya. Gue bakal temenin lo, lo harus kuat."
Lya tersenyum. Devan selalu bisa membuatnya nyaman. "Makasih," jawabnya.
Mereka melepaskan pelukannya. Devan mengusap rambut Lya lembut, tersenyum manis pada gadis yang selalu saja bisa membuatnya jatuh cinta setiap waktu.
"Nanti nikahnya sama gue ya Ya!"
Lya tersenyum manis. "Gue gak mau kuliah Dev. Kan gue udah pinter, lagian gue orang kaya. Gak perlu kerja, apalagi kalau udah nikah sama lo. Lo juga kan orang kaya, gue yakin kita bakal hidup sehat, bahagia dan sentosa."
Inilah yang Devan suka dari Lya, gadis ini tidak pernah mau larut dalam kesedihannya, dia selalu punya cara untuk membuat orang-orang tersenyum bahkan tertawa. Devan selalu merasa gemas dengan Lya, apapun yang Lya lakukan akan sangat menggemaskan di mata Devan.
"Iya. Terserah lo aja!" Devan tersenyum.
Sore ini Lya habiskan bersama Devan. Kembali menghabiskan waktu dengan situasi yang lebih menyenangkan.
...🌻...
__ADS_1
Maaf banget puasa ini aku tidak teratur update karena siang harinya aku full kerjaan di dunia nyata. Mohon dimaklumkan pren, Xoxo.
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)