
"Jangan marah-marah, Dirga gak suka kak Lya dimarahin."
Baik Lya maupun Karta tidak ada lagi yang bersuara, mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing. Lya tau kalau Karta akan lebih protektif kepadanya setelah dia tau kalau dia adiknya Bima, terlebih karena penyakitnya. Lya maklum dan merasa senang di perhatikan Karta, apalagi ada Dirga yang sangat mengerti Lya. Hampir setiap malam Lya mengeluh kesakitan namun hanya Dirga yang menemani dia. Lya tidak ingin mami dan papinya tau membuat Lya mati-matian membujuk Dirga agar tidak membuka suara.
...🌻...
Malam ini Lya sibuk dengan tugas sekolahnya. Kalau saja dia tidak kerumah Diki tadi, mungkin dia tidak akan tau kalau ada tugas sekolah untuk besok.
"Ck.. tau gini tadi gak usah kerumah bunda. Diki juga ngapain harus kasih tau gue kalau ada pr segala, kan jadi kerjaan gue," gumam Lya. "Mana pakek diawasi sama tuh bocah lagi, udah kayak satpol PP aja gue." Ujarnya pelan menatap Dirga yang tengah sibuk main gameboy miliknya.
Ponsel Lya berdering nyaring.
Devan💩 is calling...
"Lagi ngapain beb?"
"Bab beb bab beb, jijik gue." Balas Lya mengeluarkan ekspresi mual.
"Gue juga jijik sebenarnya."
"Ngapain nelpon?"
"Suka-suka gue lah, telpon pacar emang salah?"
"Gak salah, waktunya aja yang salah. Gue lagi sibuk!"
"Sibuk mikirin gue?"
"PD banget lo. Pr gue banyak!"
"Ck.. gak usah di kerjain."
"Maunya sih gitu, cuma ada bayi Titan yang ngawasin gue."
Lya bisa mendengar Devan tertawa. Tidak lama Devan mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video. Lya menerima panggilan tersebut.
"Mana bayi Titannya?" Tanya Devan.
Lya mengarahkan kamera ponselnya kearah kasur.
"WOY DIRGA! BIARIN CEWEK ABANG ISTIRAHAT," teriak Devan membuat Lya kaget.
Dirga yang mendengar itu meletakkan gameboy nya dan berjalan mendekati Lya.
"Jangan berisik! Kayak orang gila teriak-teriak gitu."
Tawa Lya pecah, Dirga benar-benar bisa membuat lawan bicaranya menelan ludah sendiri. Rasanya Lya ingin mengantar Dirga menemui Noah, kira-kira pembahasan apa yang akan mereka bicarakan jika bertemu. Siapakah yang menang dengan mulut pedas mereka.
"Mulut lo pedas banget. Masih kecil harus sopan sama yang tua."
"Iya, maaf orang tua."
Dapat Lya lihat mata Devan melotot, laki-laki itu mendengus. Sedangkan Dirga kembali menuju kasur Lya.
__ADS_1
Lya menatap layar ponselnya lalu tersenyum. "Anak ganteng gak boleh cemberut!" Ujarnya pada Devan.
"Adek lo nyebelin!"
"Ntar juga jadi adek lo!" Balas Lya.
"Benar juga, nanti kalau kita nikah Dirga bakal jadi adek gue juga dong. Bisa makan hati tiap hari gue," ujar Devan. "Lagian masih kecil tapi mulutnya udah pedas begitu. Omongan dia selalu nyakitin hati, cocok tuh main sama Noah."
Lya tertawa. "Dia terlalu pintar makanya begitu. Omongan dia benar semua, besok deh gue ajak Noah kesini biar main sama Dirga. Penasaran juga gue kalau mereka debat siapa yang menang."
"Biar gue aja yang bawa Noah kesana, jangan dia sendirian!"
"Dih kenapa?"
"Lo kalau udah sama Noah suka lupa diri, manja banget jijik gue."
Lya tersenyum miring. "Bilang aja cemburu!"
"Jelaslah cemburu. Lo cewek gue."
"Kalau gue selingkuh sama Noah gimana ya? Lagian Noah ganteng juga, pintar lagi. Idaman banget!"
"KURANG APA GUE YA? Ganteng? Banget, kaya? Jangan ditanya, keren? Apalagi, cowok lo idaman banget udah. Lo nyoba selingkuh dari gue, gak akan gue lepas tuh cowok, sekalipun Noah bakal gue bunuh kalau dia berani-berani ngambil lo dari gue." Devan menatap Lya dengan tajam.
Mana bisa Lya tidak tertawa. Dia sangat suka menggoda Devan, melihat kekasihnya mengoceh adalah salah satu bagian favorit Lya. "Jangan galak-galak nanti gue makin cinta."
"Harus! Karena cinta gue udah full jadi lo juga harus full cinta sama gue."
Lama Devan terdiam hingga akhirnya dia kembali membuka suara. "Bosan banget gue."
"Cari kegiatan!"
"Kegiatan apaan? Malas gerak."
"Nonton aja."
"Gak tau mau nonton apaan gue."
Lya berdecak kesal. "Apa aja terserah lo."
"Rekomendasiin gue dong."
"Harry potter, Avengers, Marvel atau nonton drama korea aja."
"Ck.. lo pikir gue cewek alay nonton korea-koreaan."
"Heh jangan asal-asalan lo. Nonton drama Korea itu bukan alay, ngajak ribut ni manusia."
Devan tertawa. "Siapa cowok yang ada di HP lo kemarin? Bihun? Nuhun? Siapa?"
"SEHUN! Wah benar-benar ngajak ribuk lo ya!" Jawab Lya murka.
"Hahahaa gue sama Sehun masih gantengan gue kan?"
__ADS_1
Lya mengeluarkan ekspresu ingin muntah pada Devan. "Muka lo sama muka Sehun jauh. Sehun itu Tuan Muda, kalau lo Tuan Rumah, Rumah hantu!"
Devan berdecak kesal. "Terserah lo aja. Mau seganteng apapun idola lo, yang jadi pacar lo sekarang itu gue. Lo punya gue, Sehun gak ada apa-apanya. Kalah dia!"
"Nonton aja sana, gue mau ngerjain pr," kesal Lya.
"Nonton apa sayang?" Tanya Devan gemas.
"Nonton Harry Potter aja, biar lo tau gimana gantengnya Harry sama Draco.
"Cowok jahat kayak Draco juga lo idolain?" Tanya Devan.
"Tonton aja filmnya, lebih bagus baca novelnya biar paham kenapa beberapa pembaca bisa suka sama Draco."
"Males, filmnya banyak. Kayak gak ada kerjaan aja."
"Capek gue ngomong sama lo!"
"Mereka di filmnya nikah kan? Gue pernah liat di youtube pas Heri udah gede. Mana udah punya anak."
"Iya nikah, seru kan? Mereka gede di film."
"Si Draco juga ada, udah tua gitu anaknya ikut-ikutan punya rambut putih."
"Keturunan namanya, bego lo. Kalau lo tau kisah cinta Draco sama Astoria, gue jamin lo bakal ngerasa iri sama dia."
"Kenapa emang?"
"Karena Astoria itu punya darah kutukan jadi dia gak bisa hidup lama. Pas dia meninggal, Draco ngomong gini. Aku rela menjual jiwaku hanya untuk satu detik bersama Astoria. Sweet banget gak sih? Draco cinta banget sama istrinya."
"Ck.. itu cuma cerita fiksi. Yang hebat itu penulisnya."
"Gue capek-capek cerita, reaksi lo begini amat. Malesin!"
Devan tertawa. "Maaf sayang. Terus gue harus gimana?"
"Gak gue maafin!"
"Cih, gaya lo. Tidur sana!"
Lya berbalik melihat Dirga yang sudah tertidur dikasurnya. Sudut bibirnya terangkat, Lya yakin Dirga takut Lya sakit lagi makanya dia rela menemani Lya sampai ketiduran seperti itu.
"Ya udah, gue istirahat dulu ya Dev. Dirga juga udah tidur. Pr nya lanjut di sekolah aja!"
Devan mengangguk. "Sleep well Ya!"
"Sleep well too Dev!" Balas Lya tersenyum.
Panggilan berakhir, Lya meregangkan otot tangannya lalu beranjak menuju kasur, membaringkan tubuhnya di samping adiknya lalu menarik selimut menutupi tubuh keduanya. Lya harap malam ini dia bisa tidur nyenyak tanpa bangun di pertengahan malam dengan tangan yang tidak bisa dia gerakkan.
...🌻...
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)
__ADS_1