GELYA

GELYA
CHAPTERS 85


__ADS_3

Saat mereka berbelok kearah salah satu koridor, mereka bertemu Clara dan teman-temannya. Clara menatap Lya tajam sedangkan Lya hanya melirik malas pada Clara.


"Eh sekolah lagi? Gue pikir udah mau mati," ujar Clara dan tertawa bersama teman-temannya.


Lya berusaha untuk mengabaikan Clara, namun percuma kelima gadis itu sudah berdiri di depan Lya dan teman-temannya.


"Mendingan kamu minggir, kita mau lewat!" Usir Clarissa.


Chua tertawa menatap Clarissa. "Bule nyasar belum ketemu jalan pulang? Masih aja ada disini."


"Heh, minggir lo pada. Ganggu aja!" Ujar Diki pada Clara.


Keenan mendengus. "Di kira ini sekolah punya dia kali!"


"Lo berdua udah kayak banci tau gak? Gabung kok sama cewek," jawab Clara tersenyum miring.


"Mau lo apa?" Tanya Lya akhirnya. Merasa malas berlama-lama berada disana.


"Cuma mau liat lo aja, mau cek gimana kondisi lo yang baru pulang daru rumah sakit," jawab Clara. "By the way, sakit apa sih? Masih lama gak matinya?"


"HEI!"


"JAGA MULUT LO!


Diki dan Clarissa berteriak marah. Merasa tidak terima dengan ucapan Clara tadi, terdengar sangat kasar dan jelas akan menyakiti hati Lya.


Lya menatap Clara datar. "Gue sakit atau nggak itu bukan urusan lo." Bukan takut atau sedih, Lya hanya merasa tidak perlu membalas ucapan Clara. Benar-benar membuang waktu.


"Urusan gue!" Clara menatap kesal pada Lya. "Karena lo udah rebut Devan dari gue, karena lo udah ngerusak hidup gue. Lo cewek murahan yang ngerusak semuanya!"


"Devan bahkan gak pernah mau di jodohin sama lo," ujar Mira.


"Lo diam, gak usah ikut-ikutan!" Salah satu teman Clara bernama Rima mendorong bahu Mira.


Keenan maju melindungi Mira. "Gak usah dorong-dorong."


"Uh ada bodyguardnya dong, ngeri!" Ujar Rima lalu tertawa.


"Heh dengerin gue!" Clara menunjuk Lya. "Jauhi Devan, dia punya gue. Lo gak pantas dapetin dia, lo gak selevel!"


"Siapa lo nyuruh-nyuruh gue? Artis lo? Pejabat?" Tanya Lya menarik ujung bibirnya. "Devan pacar gue! Lo itu cuma mantan tunangan paksaannya Devan. Mending lo sadar diri, Devan jauh lebih milih gue."


Clara mengepalkan tangannya. "LO BERANI SAMA GUE? LUPA LO SAMA KEJADIAN DIMANA LO HAMPIR MATI HAH?"


"Gak usah teriak-teriak, gue gak budek!" Balas Lya.


"LO NANTANGIN GUE? MAU GUE BUAT LO MATI BENERAN?"


"GAK USAH TERIAK-TERIAK ANJING! LO PIKIR CUMA LO DOANG YANG PUNYA MULUT, HAH?!" Lya membalas berteriak. Kesabaramnya tidak di perpanjang untuk manusia semacam Clara ini.

__ADS_1


"MENTAL KEROYOKAN AJA BANGGA. KITA BY ONE AJA, BERANI GAK LO?"


Clara terdiam. Lya sudah sangat marah dan dia butuh pelampiasan.


"DIAM LO? MAJU SINI!"


Lya mendorong bahu Clara hingga Clara bisa saja jatuh jika tidak ada temannya.


"NGAPAIN LO DORONG GUE?" Balas Clara mendorong Lya. "LO PIKUR GUE TAKUT, HAH?"


"DON'T PUSH GEL GEL! YOU STUPID." Clarissa mendorong Clara balik.


BRUKK


Chua mendorong Clarissa hingga jatuh.


BRUKK


Lya balas mendorong Chua leboh keras.


"Urus Cla Dik!" Ujar Lya pada Diki namun matanya masih menatap Clara tajam.


PLAKK


"GAK USAH SOK LO!" Clara menampar Lya keras.


Clarissa melepaskan diri dari Diki. Dia maju dan mendorong Clara namun Chua menghadang Clarissa membuat Clarissa dan Chua bertengkar. Begitu juga dengan Mira, dia sedari tadi sudah adu dorong dengan Rima. Diki dan Keenan bingung tidak tau harus melakukan apa, karena ingin membantu tapi mereka sadar gender, ada baiknya mereka membiarkan ketiga ratu mereka mengurus Clara dan teman-temannya.


PLAK


BRUKK


Lya juga mendorong Elina, teman Clara yang lainnya.


BRUKK


Lya mendorong Clara ke dinding. Mengukung tubuh Clara. "Gue gak bakal nyakitin lo kalau pun lo gak ganggu gue. Ini buoan peringatan, ini balasan. Sebenarnya gue bisa ngelakuin hal yang lebih parah dari ini, tapi gue gak bego kayak lo!"


Clara mendorong tubuh Lya untuk menjauh darinya. "Lo pikir lo menang setelah jadi pacar Devan? Gue gak akan lepasin Devan."


"Gak punya malu?"


"LO YANG GAK PUNYA MALU. PELAKOR! LO NGEREBUT DEVAN DARI GUE."


"Gue gak pernah ngerebut Devan dari lo. Devan yang datang ke gue. Lo harusnya sadar Clara, Devan gak pernah suka sama lo."


"GUE GAK PEDULI!"


"HEI! ADA APA INI?" Teriak pak Burhan datang bersama pak Gunawan. "Kenapa kalian bertengkar disini?"

__ADS_1


"Dia duluan pak! Dia dorong-dorong saya!" Clara menunjuk Lya.


"Hey stupid. Kamu yang duluan, kalian nyegat kita disini dan ngatain Gel gel yang nggak-nggak!" Balas Clarissa.


"Sudah-sudah! Kalian berlima dan kalian bertiga ikut saya ke lapangan," ujar pak Burhan. "Selebihnya masuk ke kelas masing-masing."


Seluruh murid yang menyaksikan pertengkaran tadi pun semua bubar.


"Kaluan ikut bapak ke kelas," ujar pak Gunawan pada Diki dan Keenan. Diki dan Keenan pasrah dan mengikuti langkah pak Gunawan. Mau membantu teman-temannya juga dia tidak tau membantu apa.


Mereka yang ikut bersama pak Burhan di tengah lapangan. "Mau jadi apa kalian hah? Mau jadi petinju?" Tanya pak Burhan garang pada mereka. "Ini sekolah, bukan tempat tinjuan. Apalagi kalian ini perempuan, apa tidak mau berprilakuan seperti ini?"


"Dia duluan pak!" Clara kembali menunjuk Lya.


Lya merotasikan matanya malas. "Udah ketahuan salah masih aja nuduh orang. Gue sama lo sama-sama salah disini."


"Gue gak mau disamain sama lo!"


"Gue bilang di kasus ini, bego! Kita emang gak sama, lo gak selevel sama gue." Balas Lya tersenyum miring.


"LO NANTANGIN GUE!"


"CLARA!" Pak Burhan menatap Clara garang membuat Lya semakin tertawa.


"Kalian semua lari 20 kali putaran!"


"HAH?"


"NO WAY!"


"PAK!"


"APA?" Balas pak Burhan menatap mereka semua garang. "Pilih lari atau telpon orang tua kalian untuk datang ke sekolah?"


"Yahh pak tega banget sih!" Clara menatap melas pada pak Burhan.


"Lari sekarang!"


Mau tidak mau mereka semua berlari mengelilingi lapangan. Namun Lya masih berdiri di tempatnya.


"Kamu ngapain masih disini?" Tanya pak Burhan pada Lya.


"Seharusnya saya beneran culik Clara aja. Terua buang ke sungai," celetuk Lya lalu melangkahkan kakinya dengan berat dan ikut berlari.


Pak Burhan menggelengkan kepalanya merasa pusing melihat tingkah laku muridnya. Apalagi Lya, masih ingat saja dia percakapan aneh mereka beberapa minggu yang lalu.


...🌻...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw pren:)

__ADS_1


Kencengin juga vote dan hadiahnya pren biar semangatku juga makin kenceng wkwk


__ADS_2