GELYA

GELYA
CHAPTERS 93


__ADS_3

"Bima itu orang asing paling baik yang pernah aku temui. Dia sayang banget ke sahabatnya sampai rela berkorban untuk Karta."


Lya memotong cerita Lisa. "Tapi Karta bilang kalau Bima khianati dia. Malam itu Bima berpihak sama musuh."


"Bima gak punya pilihan. Dia harus ngelakuin itu, Lya. Udah aku bilang kalau Bima terlalu baik!"


"Apa yang terjadi sampai Bima gak punya pilihan, apa yang Bima lakuin dan tolong ceritain lebih detail. Kita gak terlalu suka basa-basi," potong Diki.


"Beberapa hari sebelum Tiara di culik, Bima udah tau semuanya. Karena Romi pemimpin Luxers udah ngomong ke Bima. Kenapa bisa? Mereka manfaatin Bima untuk bisa hancurin Rakasa dan bunuh Karta juga pimpinan Rakasa saat itu."


"Mereka ngancam bakal bunuh Tiara kalau Bima gak mau bawa Karta ke mereka."


Tangan Lya mengepal. Terlihat sekali jika dia sedang menahan amarah, namun sebisa mungkin dia berusaha untuk tenang.


"Lya, malam itu Bima berusaha nyelamatin Tiara sendirian makanya dia bisa babak belur sebelum dia ketemu Karta. Karena ngerasa gak sanggup dan takut, Bima setuju untuk bawa Karta dan pasukannya menemui Tomi."


"Kenapa Tiara?" Tanya Diki.


"Tiara itu primadona sekolah. Banyak anak sekolah lain yang suka sama dia dan Tomi salah satunya."


"Lanjutin cerita lo," ujar Lya. Meski banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, Lya lebih memilih untuk mendengar cerita ini sampai rampung.


"Malam itu Karta berusaha nyelamatin Tiara sendirian, tapi akhirnya tetap Bima yang bawa Tiara keluar. Bima nyelinap masuk dan bukain pintu ruangan dimana Tiara di sekap."


"Mereka semua pergi gitu aja. Karta ninggalin Bima di markas musuh sendirian. Kamu tau? Bima di gebukin habis-habisan karena bebasin Tiara. Awalnya aku mikir wajar Karta marah sama Bima karena takut Bima ngerebut Tiara dari Karta. Tapi setelah tau keberannya, Karta itu jahat banget, Lya."


"Maksud lo?"


"Tomi itu sepupu Karta. Semua penculikan dan penyerangan malam itu adalah rencana Karta dan teman-temannya."


Diki menggebrak meja membuat beberapa pengunjung menoleh kaget pada mereka. "Gak mungkin! Jangan nyebar fitnah."


"Gue gak percaya!" Lya menatap tajam Lisa.


"Aku tau! Kamu gak akan percaya. Tapi izinin aku selesaikan cerita aku, setelah itu kalian bebas mau percaya atau nggak," balas Lisa. "Aku gak ngarang cerita. Selama ini aku pergi bukan cuma untuk berusaha ngelupain Bima. Aku berusaha untuk mencari kebenaran untuk semua ini. Coba kalian pikir, gak mungkin Karta gak marah setelah dia tau Bima suka sama pacarnya."


"Tapi Karta bilang Bima ngaku suka ke Tiara itu di malam penyerangan itu." Lya kembali memotong.


"Karta bohong! Kamu tau? Tiara itu sukanya sama Bima bukan Karta. Tapi dengan baik hatinya Bima ngerelain Tiara untuk sahabatnya. Kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya langsung ke Tiara bahkan Karta juga. Oh, Noah jauh lebih tau. Tiara itu suka banget sama Bima, tapi karena Bima gak pernah mau lebih dekat sama Tiara membuat Tiara terima Karta. Itu salah satu alasan Karta benci sama Bima, dia takut kalau Tiara tau perasaan Bima yang sebenarnya, Tiara bakal berpaling dari Karta."


Hati Lya mencelos. Dia menolak untuk percaya, tapi cerita dari gadia ini jauh lebih detail dibabdingkan cerita dari Karta. Lya bingung, dia tidak tau harus percaya pada siapa.


"Bima terlalu baik Lya. Dia sayang banget ke Karta sampai lupa mikirin dirinya sendiri."


"Dari mana lo tau ini semua?" Tanya Diki.


"Axel. Dia sepupu aku, anggota Luxers. Dia yang bantu Bima keluar dari sana, Axel yang liat gimana perjuangan Bima disana sebelum nelpon aku untuk bantu bawa Bima kerumah sakit. Untuk kejadian di markas Luxers, aku punya rekaman cctv-nya. Kalian bisa ijut aku kerumah kalau mau liat semuanya." Jelas Lusa berusaha meyakinkan. Dia tidak mungkin mengatakan omong kosong tanpa bukti.


Tubuh Lya melemas begitu juga dengan Diki. Benar-benar menolak untuk percaya ini semua.


"Kamu bakla lebih terkejut kalau tau Bima jadi alasan kenapa Karta masih hidup sekarang."


"Hah?"


"Maaf kalau aku harua ngomong ini Lya, aku beneran gak bisa nutupin ini semua sendirian lagi. Bima donorin jantung dia untuk Karta."


Tubuh Lya memanas. Apa lagi ini? Kebohongan apa lagi yang harus Lya ketahui.


"Bohong!" Sentak Lya hampir menangis.


"Itu permintaan Bima, Lya. Dia minta untuk nyelamatin Karta yang juga sekarat malam itu. Orang tua kamu gak bisa nolak keinginan Bima. Bima gak punya kesempatan hidup lebih banyak."


"PAPI SAMA MAMI TAU?" Tanya Lya syok.


"Aku, orang tua kamu, ornag tua Diki dan orang tua Karta jadi saksi malam itu."


Lya menangis. Miris sekali, kenapa dia baru tau sekarang. Kenapa dia harus merasakan kesedihan atas kehilangan Bima berkali-kali. Diki tidak tau harus melakukan apa, dia mendekat dan memeluk Lya. Diki benar-benar tidak habis pikir kenapa mereka harus menyembunyikan masalah sebesar ini, terutama ayah dan bundanya. Diki merasa kecewa.


"Maafin aku, Bima selalu datang ke mimpi aku, Lya. Aku gak tau harus apa, aku terlalu takut. Aku balik ke Indonesia empat hari yang lalu dan langsung cari informasi tentang kamu. Tujuan aku baluk cuma mau nemuin kamu!"

__ADS_1


"Setelah pertemuan terakhir aku sama Karta di makam Bima setelah dia sadar sebulan kemudian. Diaitu aku mantapin hati untuk cari semua kebenaran mesku aku dan Axel harus bergerak secara diam-diam."


...🌻...


"Ya!" Panggil Diki. "Hei, dengar gue. Jangan lemah Ya, jangan gini. Gue gak mau lo lemah begini," ujar Diki menghapus air mata Lya. Lya terlihat seperti mayat hidup, muka sembab dengan tatapan kosong. Dia tidak berhenti menangis sedari tadi.


"Ya, please!" Diki ikut menangis. Jika sedari tadi dia hanya mengeluarkan air matanya tanpa isakan, sekarang dia sudah tidak malu untuk terisak.


Mereka baru saja melihat rekaman cctv di rumah Lisa. Bagaimana Tiara mendorong Bima dengan keras dan berlari menuju Karta saat Bima berhasil membuka pintu untuk Tiara.


Bagaimana Juna memukul Bima dengan membabi buta.


Bagaimana mereka meninggalkan Bima disana.


Bagaimana mereka bisa keluar dengan sangat mudah padahal Tomi dab pasukannya masih ada disana.


Bagaimana Bima di pukuli habis-habisan.


Dan bagaimana Karta datang menemui Tomi dua hari sebelum penyerangan itu terjadi.


Se-benci itukah Karta pada Bima, kenapa Karta sangat tega pada kakaknya. "Karta jahat banget ya Dik," ucap Lya lirih. Diki semakin mengeratkan pelukannya. Di sore ini, taman sepi yang berada di sekitar komplek rumah Lisa, menjadi saksi bagaimana hancurnya dua insan yang baru mengetahui kenyataan pahit dari hidup mereka.


"Gue benci Karta Dik, gue benci mereka!"


Diki tidak bersuara, dia hanya berusaha menguatkan Lya.


"Gue mau ikut Bima aja Dik."


"Stop! Jangan ngomong gitu Ya. Gue mohon!"


"Hidup gue penuh dengan kebohongan Dik. Gue gak sanggup!" Lirih Lya.


"Lo punya gue. Kita hadapi semuanya sama-sama! Jangan mikir untuk tinggalin gue Ya. Mana gue sanggup, kalau lo pergi nanti gue sama siapa?" Isak Diki.


Lya berdiri tiba-tiba. "Ayo ke markas!" Ujar Lya. Tujuannya untuk menemui Karta.


"Kita akhiri semuanya Dik!" Lya berjalan kearah motor. Diki tidak bisa untuk tidak mengikuti Lya, lagi pula Diki juga marah. Jika ini membuatnya akan berakhir di Rakasa, Diki tidak masalah. Dia rasa tidak akan sudi bergabung bersama para manusia brengsek disana.


Diki melajukan motornya dengan cepat tinggi. Jarak markas tidak terlalu jauh membuat mereka dengan cepat sampai disana.


Lya segera turun dan langsung masuk kedalam, Diki memarkirkan motornya dengan cepat.


"Lya? Ngapain kesini?" Tanya Kevin yang pertama menyadari kedatangan Lya.


Lya mengabaikan pertanyaan Kevin. Dia berjalan kearah Karta dengan emosi yang memuncak. Karta dan Devan yang menyadari kedatangan Lya menatap gadis yang masih memakai seragam sekolahnya.


"Ngapain kesini? Gak ganti baju lagi," ujar Karta pada Lya.


BUGH


Mereka semua terkejut melihat Karta terjatuh akibat pukulan Lya.


"Lyaa!" Devan memekik tertahan. Saat laki-laki itu ingin mendekati Lya, Diki lebih dulu menghalanginya.


Karta berdiri dengan wajah terkejut. "Lo kenapa sih? Datang-datang main pukul aja."


"Pengen aja," jawab Lya tersenyum miring.


"Gila lo?" Tanya Juna tidak habis pikir.


"Siapa yang ngeluarin Tiara waktu dia di culik malam itu?" Pertanyaan Lya membuat mereka yang ada disana terdiam bingung.


"Maksud lo?" Tanya Karta.


"Jawab aja. Lo yang nemuin dan nyelamin Tiara?"


"Gue gak tau, gue gak sadar," jawab Karta. Mengingat kalau dia pingsan malam itu.


"Lo?" Lya menunjuk Noah. "Atau lo? Lo? Atau lo Ju?" Lya menunjuk inti Rakasa bergantian.

__ADS_1


"Ya maksud lo apa sih sebenarnya? Kita gak paham," ujar Devan.


"Kita gak tau. Waktu kita masuk dan nyelamatin Karta, Tiara udah ada disana sama Karta," jawab Noah.


"Jelas gak tau. KARENA ORANG YANG NYELAMATIN TIARA ADALAH ORANG YANG KALIAN TINGGALIN GITU AJA DISANA!" Lya sudah tidak bisa menahan amarahnya. "DENGAN BRANGSEKNYA KALIAN NINGGALIN BIMA PADAHAL BIMA YANG UDAH NYELAMATIN KARTA DAN TIARA!"


"LYAA!" Karta membentak. "Gue gak paham maksud lo. Bukannya gue udah bilang kalau malam itu Bima khianati gue."


"LUCU LO! LO YANG JEBAK BIMA. LO YANG BUAT BIMA MENINGGAL!"


"JANGAN SEMBARANGAN NGOMONG LO!" Juna memotong ucapan Lya.


"Kita bisa bicarain ini baik-baik!" Lerai Noah. Terlihat hanya dia yang masih tenang sekarang.


"Gak ada yang perlu di bicarain baik-baik. Setelah dia jebak abang gue cuma karena takut kehilangan ceweknya. Licik banget lo!" Lya menunjuk Karta.


"Jangan asal ngomong Lya. Lo gak tau apa-apa, Bima khianati gue dengan bawa Tiara ke musuh!" Balas Karta yang ikut tersulut emosi.


"YAKIN? GIMANA DENGAN SEPUPU LO. GIMANA DENGAN TOMI? COWOK BANGSAT KAYAK LO GAK PANTAS HIDUP!" Sentak Diki membuat mereka terdiam. "SEGITU CINTANYA LO SAMA TIARA SAMPAI BUTA SAMA KEBAIKAN SAHABAT LO SENDIRI!"


"LO GAK TAU APA-APA!" Karta berteriak marah.


"Gak tau kalau sebenarnya lo takut kalau Tiara sebenarnya suka sama Bima duluan?" Tanya Lya. "Lo takut Tiara tau kalau Bima sebenarnya juga suka sama Tiara? Miris banget hidup lo."


Wajah Karta memerah, tangannya terkepal erat. Bahkan Noah yang tadi terlihat santai, juga sudah terlihat gelagapan.


"Tiara pacar gue Ya. Tiara punya gue. Bima dukung hubungan gue sama Tiara," jawab Karta lirih.


"Lo tau itu. Terus kenapa lo jahat banget ke Bima?"


"Gue gak ngapa-ngapain Ya? Gue gak ngejebak Bima. Tomi memang sepupu gue tapi gue gak pernah sekongkol sama dia. Siapa yang ngomong kalau gue jebak Bima? Siapa orang yang udah nyevar fitnah kayak gini?"


"Bullshit!" Umpat Diki.


"Gue udah tau semuanya. Lisa udah cerita semuanya ke gue." Lya menggelengkan kepalanya. "Lo cowok terbrengsek yang pernah gue temuin. Gue benci sama lo!"


"Gak mungkin? Dimana lo ketemu Lisa? Dia pasti cerita yang nggak-nggak. Jangan mau di kadalin sama dia," uajr Karta.


"Kenapa? Lo sendiri yang bilang kalau kita harus cari dia, cuma dia yang tau keadaan Bima malam itu," balas Lya. "Gue gak yakin kalau selama ini lo nyari Lisa, lo tau kalau dia pindah keluar negeri makanya lo ngerasa aman kan?"


"GUE GAK BOHONG GELYA. GUE YANG KORBAN, GUE YANG DI JEBAK!"


"KORBAN APA?" Lya balas menyentak. "Bima yang berkorban buat lo."


"DIA YANG BUAT TIARA DICULIK! DIA YANG NYURUH ORANG-ORANG DISANA UNTUK MUKULIN GUE."


"NGELES AJA TERUS. SETELAH PERJUANGAN BIMA BUAT LO, LO MASIH NUDUH BIMA? SETELAH KAKAK GUE NYERAHIN HIDUPNYA DENGAN NGASIH JANTUNG DIA BUAT LO, LO MASIH NUDUH KAKAK GUE? BRENGSEK LO!"


Karta terdiam, tubuhnya terpaku melihat Lya berteriak dengan air mata yang membanjiri pipinya.


"Gue benci lo Karta. Benci banget!" Lirih Lya berbalik dan berniat pergi.


"Ya!" Devan menahan lengan Lya.


"Lepas!"


"Jangan pergi dulu!"


"Lepasin tangan gue sebelum gue ikut benci sama lo!" Ujar Lya membuat Devan terdiam. Lya berjalan keluar dengan pandangan kosong, meninggalkan markas besar Rakasa yang mungkin akan menjadi hari terakhir dia kunjungi.


"Pengen banget gue mukul lo, cuma kasian. Terlebih ada jantung Bima di tubuh lo, gue harap lo bisa manfaatin hidup lo yang gak berguna ini!" Ujar Diki pada Karta lalu berjalan menyusul Lya.


Sepeninggal Lya dan Diki belum ada yang bersuara. Anggota yang sedari tadi menyimak pun tidak berani mengeluarkan suara.


"Cari Lisa!" Ujar Karta dengan tangan mengepal. Dia berjalan keluar diikuti inti Rakasa.


...🌻...


Ini seharusnya dua part, tapi aku gabung aja. Selamat membaca pren:)

__ADS_1


__ADS_2