
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Ke esokan paginya, Indri bangun lebih awal untukku menyiapkan sarapan pagi, karena hari ini Rico berencana akan berangkat bekerja. Jadi dia menyiapkan sarapan untuk pria yang baru saja menjadi kekasihnya itu.
Di saat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Indri bergegas untuk membangunkan Rico yang masih tidur terelap.
Tak lupa juga dia menyiapkan pakaian kerja Rico yang tadi malam sudah di antarkan oleh Roma, sambil dia juga merapikan dan mengpacking ulang barangnya, yang di kabarkan akan dia gunakan selama 2 hari pernerbangan dalam 6 landing.
“Sudah jam berapa?” Tanya Rico, ketika dia baru saja membuka matanya.
“Sudah jam 7 pagi mas,” jawab Indri, dengan senyum manisnya sambil terus memilih - milih baju yang dia bereskan.
Rico menarik nafasnya panjang, lalu menghelanya panjang. “Apakah kamu jadi berangkat sore ini?” Tanya Rico, di saat nyawanya belum sepenuhnya terkumpul, dan bahkan masih duduk dengan santai di tempat tidur.
“Jadi kok, ini aku lagi siap - siap.” Jawab Indri dengan senyumannya.
Rico menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Tidak istri, tidak kekasih, kenapa semuanya suka sekali pergi.” Gumamya dengan pelan, jadi Indri tidak bisa mendengarnya.
Karena tidak mau terlambat, hari ini juga dia memiliki Meeting penting. Jadi dia tidak mau karena kemalasannya membuat proyek ini menjadi batal.
Dia langsung bergegas masuk ke kamar mandi, untuk bersiap - siap. Sedangkan Indri kembali ke bawah untuk menyiapkan sarapan yang sudah dia masak, dan dia juga ingin membuat Coffe untuk prianya itu.
Sekitar 40 menit Rico bersiap, terlihat pria itu sudah siap dengan mengenakan pakaiannya rapi. “Apakah aku sudah tampan?” Tanyanya, ketika dia berada di dapur untuk mencari keberadaan Kekasihnya.
Indri tersenyum, lalu mengambil dasi yang di pegang oleh Rico, untuk mengenakannya di leher pria itu.
Rico kembali tersenyum, karena ternyata Indri benar - benar menyiapkan segala kebutuhannya dengan sangat teliti. Beda sekali dengan Ririn yang bahkan membuatkan dirinya Coffe saja tidak pernah.
“Oke, sempurna.” Jawab Indri, ketika dasi itu sudah terpasang dengan rapi, menambah tingkat ketampanan kekasihnya.
__ADS_1
Rico ya g terpesona dengan kecantikan Indri yang sangat natural, membuatnya langsung reflek mengecup kening wanita itu dengan penuh kasih sayang.
Berbeda sekali dengan Ririn yang harus menggunakan Suntik ini, suntik itu bahkan harus operasi untuk mendapatkan hidung yang mancung.
“Oh ya, ini sarapan dulu sebelum berangkat.” Ucapnya, mempersilahkan Rico untuk makan terebih dahulu pagi ini.
“Wahhh, kamu masak apa ini? Bubur ayam?” Tanyanya, melirik heran ke arah Indri, sepagi apa wanita ini bangun, sampai bisa memasakannya seperti ini.
“Jangan di lihatin saja dong, akukan jadinya malu,” jawabnya dengan senyum malu - malu, karena tatapan Rico yang sangat mendalam ke arahanya.
“Jangan malu, kamu bahkan sudah cantik tanpa harus kamu tutupi.” Sahut Rico, yang lalu mengambil posisi duduk di kursi meja makan.
Dia mulai mencicipi bubur ayam khas masakan Indri. “Wahhh enak,” pujinya, dengan ke dua mata yang menampilkan kebinaran kekaguman.
Indri tersenyum, lalu dia juga ikut memakan miliknya sendiri. “Oh ya, nanti siang bagaimana? Kamu mau aku jemput?” Tanya Rico, ketika dia mengingat jika siang ini mereka ada janji makan siang bersama dengan kakaknya Raisa.
Jika di depannya ini Ririn, maka sudah pasti jawabannya adaah makian. Yang seharusnya pertanyaan itu tidak perlu di tanyakan lagi, karena dia tidak akan pergi jika tidak di jemput atau di antar.
“Baiklah, kalau begitu nanti aku minta Kak Raisa untuk memberikan Share locationnya ya.” Balas Rico lagi dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Indri.
***
Sedangkan di sisi lain, Ririn terlihat baru saja bangun dari tidurnya. Dia merasa kepalanya sangat sakit, kerena mabuk dan meminum obat perang sang semalam.
Bahkan posisinya saat ini masih berada di dalam pelukan Varel.
Ya, benar, wanita itu semalaman tidur di bersama dengan pria yang merupakan produsernya.
Demi menjaga nama baiknya tetap di atas, dia rela mengkhianati suaminya sendiri.
__ADS_1
Tetapi, mengingat jika Rico mengatakan akan pulang semalam. Ririn bangkit dari tidurnya dan mencari ponselnya.
Dia ingin menghubungi suaminya, apakah pria itu sudah pulang atau tidak.
Tetapi seperti biasa, Rico tidak menjawabnya dan bahkan malah menolak panggilan darinya.
“Aahahhhhh, sial!” Umpatnya kesal, lalu kembali menelpon lagi. Namun hasilnya masih tetap sama, Rico tidak mengangkatnya.
“Ini tidak bisa di biarkan, aku tahu pasti sedang ada yang kamu sembunyikan.” Gumam Ririn, lalu mencoba mencari sebuah situs detective terpercaya.
Dia ingin mencari tahu semua kegiatan suaminya belakangan ini. Kenapa pria itu sampai berani tidak menjawab panggilannya dan bahkan menolaknya.
Sebelumnya Rico tidak seperti itu, semarah apapun suaminya kepadanya, pasti dia tetap akan mengangkat panggilan telpon atau membalas pesannya.
Sedangkan sekarang? Untuk membalas pesan saja tidak, apa lagi mengangkat panggilannya. Meskipun menolak perasaan Curiganya, tetap saja sebagai seorang wanita, Ririn merasa jika ada yang sedang tidak beres untuk saat ini.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1