Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Pelengkap Kehancuran


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Mendapatkan kabar dari Papah dan Kakakya tadi tentang masalah Indri.


Rico langsung buru - buru ke rumah sakit untuk melihat keadaan kekasihnya itu. Beruntung tadi Ririn sedang tidur jadi dia bisa mengambil kesempatan untuk pergi.


Jam menunjukan angka 10 malam, tepat Indri baru saja ingin berbaring, sedangkan Zayline sedang keluar untuk mencari makan malam yang sudah sangat terlambat.


Rico masuk, dan melihat Indri yang sedang terbaring dengan selang infus serta tangannya yang terperban, seperti membenarkan apa yang di katakan oleh Kakaknya jika Indri habis bunuh diri.


“Indri.” Lirihnya pelan, Indri yang belum tertidur jelas mendengar suara yang begitu sangat dia kenali.


Suara yang sebenarnya tidak ingin dia dengar, tetapi saat ini malah ada di sini.


Rico mengusap wajahnya kasar, lalu dia terduduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang tempat Indri berbaring.


“Indri, maafkan aku, bukannya aku tidak sayang dengan kamu. Aku juga tidak tahu kalau semuanya akan jadi seperti ini, aku tidak bisa menikahimu, karena aku tidak mau jika kandungan Ririn kenapa - kenapa, bayi itu sangat aku inginkan sejak dulu. Dan kalau aku berpoligami, aku takut, aku tidak bisa adil dan aku tidak punya cara untuk memberikan kebahagian yang utuh itu untuk kamu.” Rico berucap, seperti dirinya tidak merasa bersalah sedikit dengan keadaan Indri. Entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu, hingga mengorbankan perasaan seorang wanita demi kebahagiannya.


Indri menangis mendengat semua kalimat itu, bahkan dia yang tadinya tidak ingin melihat wajah Rico, akhirnya memilih untuk bangkit karena merasa Rico sudah sangat keterlaluan padanya.


“Bersamamu! Aku sudah kehilangan banyak hal, aku kehilangan Pekerjaanku, kehilangan Harga diriku, kehilangan teman - temanku bahkan, aku kehilangan Mamahku karena membela kamu dan bayi ini.”


“Entah berapa banyak lagi yang hilang, entah sehancur apa lagi kehidupanku, setelah kamu datang Rico?!”


“Dan harusnya kamu sadar! Kalau kamu adalah pelengkap dalam kehancuran Hidup aku Rico!!!!!!” Indri masih tau batas kewajarannya. Meskipun pria di hadapannya ini sudah membuat luka yang begitu menyitkan untuknya. Dia tetap menghargai Rico sebagai seorang laki - laki.


Dia ingin berteriak, dia ingin membentak, bahkan dia ingin menampar wajah pria yang ada di hadapannya ini. Tetapi, dia tidak mau dan juga dia tidak di ajarkan untuk bersikap kurang ajar pada orang lain.

__ADS_1


“Indri, aku tahu aku yang salah, aku tahu, seharusnya -“


“Harusnya! Dari awal kita tidak pernah ketemu Rico! Harusnya dari awal aku tidak percaya dengan semua omong kosongmu tentang hubungan yang bahagia.” Tegasnya, memotong kalimat Rico, yang diapun juga tahu apa yang hendak di katakan oleh pria ini.


“Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya kamu lakukkan di sini, apakah kamu ingin memastikan aku sudah mati atau belum, atau kamu ingin memastikan jika janin aku sudah di abor si atau belum seperti keinginan kamu!”


“Tetapi lebih baik kamu pergi dari sini! Aku sudah tidak mau melihat kamu! Ataupun berurusan denganmu! Dan aku berharap, kita bisa kembali di saat - saat kita tidak saling mengenal satu sama lain.” Indri tidak membiarkan Rico membela dirinya, dia bahkan langsung mengusir pria itu tanpa memberikan pria itu waktu untuk sekedar berbicara.


“Indri, aku tidak pernah menginginkan kamu melakukkan abor si! Kamu harusnya dengar -“


“Perggggiiiiiiiii!” Indri benar - benar tidak mau mendengar apapun lagi dari mulut busuknya Rico. Dia sudah muak dengan setiap kebohongan yang keluar dari mulut pria itu.


Rico masih belum beranjak dari tempatnya, tetapi dia sudah berdiri dan berusaha mendekat ke arah Indri, tetapi Indri malah memilih tidur dan menutup tubuhnya hingga kepala dengan selimut, seperti mengisyaratkan jika dia sudah tidak mau berbicara apapun saat ini.


Rico tidak sendiri tidak mengerti apa maksud keadaan ini, dia ingin berbicara dengan Indri tetapi wanita ini malah menutup komunikasi dengannya. Sedangkan dirinya juga bingung karena dia tidak mengirimkan pesan yang meminta Indri untuk membunuh bayinya.


Berjalan dengan pelan, seperti tidak mempunyai tenaga, Rico menyesali perbuatannya yang sudah bermain api dari istrinya.


Hanya karena emosi sesaat, dan hanya karena sebuah kemesraan yang semu, dia dengan tega menyelingkuhi istrinya dan bahkan menghamili wanita lain.


Tetapi dalam keadaan ini, Rico tentu tidak akan meninggalkan istri dan calon bayinya demi seorang wanita yang baru dia kenal.


“Jangan terus datang dan sakiti dia.” Suara seorang wanita yang baru saja berpapasan dengannya.


Rico mendengar itu, hingga dia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, melihat siapa yang sedang berbicara barusan.


“Maaf, apakah Anda berbicara dengan saya?” Rico bertanya, karena dia belum pernah melihat wanita itu sebelumnya.

__ADS_1


Zayline, yang baru saja kembali dari membeli makanan, dari jauh melihat pria yang keluar dari ruangan Indri. Dan ketika dia mendekat, Zayline mengenali jika dia adalah pria yang sudah menyakiti sahabatnya.


Zayline membalikkan tubuhnya dan menatap wajah pria itu dengan serius. “Jangan sakitin seorang wanita yang sudah baik denganmu! Kamu datang dan menghancurkan segalanya, bahkan kamu membuatnya kehilangan ibunya. Kalau kamu mau pergi, silahkan pergi dan jangan kembali! Dia sedang dalam proses penyembuhan lukanya, dan aku tidak akan membiarkan seorang pria tidak berguna sepertimu kembali merobeknya.” Tegas Zayline, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Rico dengan seribu tanda tanya di kepalanya.


Siapa wanita ini? Kenapa dia tahu apa yang sedang terjadi? Apakah dia teman Indri?


Dan semua pertanyaan akhirnya terjawab, ketika dia melihat wanita yang baru saja berbicara sarkas padanya masuk ke dalam ruangan Indri.


“Kenapa semuanya jadi begini?” Keluhnya, merasa pusing sendiri dengan masalah yang ada.


Belum lagi dia akan menghadapi Papahnya yang sudah pasti tahu masalah ini, karena kakaknya sudah mengatakan jika mereka tadi mengjenguk Indri. Membuatnya merasa sudah mati langkah saat ini.


Tetapi, kalau dia di suruh memilih Indri atau Ririn, jawabannya sudah pasti Ririn, dia akan lebih memilih bayi Ririn di bandingkan Bayi Indri.


Terlepas dari pesan itu mungkin Ririn yang mengirimkannya, tetapi itu semua ada benarnya, lebih baik Indri melakukkan Abo rsi jika ingin melanjutkan kehidupannya, karena dia tidak mungkin membagi kasih sayangnya pada dua anak sekaligus.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2