Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Berserah Pada Sang Pencipta


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


Sedangkan di sisi lain, Indri duduk di tepi tempat tidurnya. Dia duduk melamun memikirkan ucapan Rico barusan.


"Apa hanya seperti itu usahamu untuk mendapatkan maafku Rico?" Tanyanya, ketika dia meyakini jika Rico sudah tidak memiliki usaha yang lebih untuk mengejar maafnya.


Indri membaringkan tubuhnya, ketika air mata itu kembali menetes keluar tanpa izin darinya.


"Seandainya kamu tahu Rico, aku sedetikpun tidak bisa melupakan kamu. Semua kesalahan yang kamu buat, tidak serta merta membuatku bisa membencimu."


"Katakan padaku? Sekarang aku harus bagaimana? Aku masih mencintaimu, tapi aku juga ingin membencimu."


Indri membaringkan tubuhnya, lalu mengingat semua kebersamaanya dengan Rico. "Apakah aku harus menyembunyikan semua luka yang sudah kamu buat? Haruskah aku melupakan kesalahan di masa lalu? Apakah kamu sudah benar - benar berubah Rico?" Tanyanya lagi, bergumul dengan pemikirannya sendiri.


Ketika Indri sibuk memikirkan perasaanya, terdengar suara Zayline yang memanggilnya dan mengatakan jika ada seseorang yang ingin menemuinya.


Indri melihat ke arah jam yang ada di dinding, yang sudah menunjukan angka 9 malam. "Siapa yang datang menemuiku pada jam seperti ini?" Tanyanya, lalu bergegas bangun untuk masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


Karena dia butuh untuk mencuci wajahnya, sebelum menemui tamu itu.


***


Ketika dia sudah membuka pintu, Indri melihat Zayline yang masih berdiri di depan pintunya. "Siapa Zay?" Tanya Indri, ketika melihat wajah sahabatnya itu tersenyum dengan bahagia.


Zayline mengarahkan pandanganya pada pria paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu, yang langsung di ikuti oleh Indri.


"Dialah tamu yang ingin menemuimu Indri." Jawab Zayline, dan dia pasti tahu jika Indri merasa sangat bahagia saat ini.

__ADS_1


Indri bahkan langsung menutup mulutnya dengan mata yang kembali berkaca - kaca. "Zayline, apakah dia benar - benar papah aku?" Tanyanya pada Zayline. Untuk memastikan jika pengheliatannya itu tidak salah.


Zayline kembali tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan. "Tidak Indri, kamu tidak salah, itu benar - bebar Om Erwin, Papah kamu." Jawab Zayline, lalu memilih untuk melangkahkan kakinya pergi ke dapur untuk menyediakan minuman untuk papahnya Indri.


Sedangkan Indripun terlihat mulai melangkah dengan pelan mendekati papahnya.


Erwin yang ketika menyadari kedatangan Indri, ikut berdiri dan menampilkan senyumnya pada putri semata wayangnya itu.


"Papah." Panggil Indri, dengan suaranya yang parau.


"Papah, datang ke sini untuk mengunjungi Indrikan?" Tanyanya lagi.


Erwin menganggukan kepalanya pelan, dan seketika dia mendapatkan pelukan hangat dari putrinya.


"Hiskkk,,hisskkkk, maafkan Indri Pah, maafkan Indri karena kebodohan Indri yang memilih laki - laki seperti dia Pah, maafkan Indri, karena Indrilah yang membuat Mamah meninggal, Pah -"


Erwin menepuk singkat bahu Indri. "Sudah, Papah sudah memaafkan kamu Nak, kita lupakan saja semuanya sekarang, dan kembali merencanakan kehidupan ke depan, agar mendiang mamah tidak sedih ketika mengetahui jika Papah dan Indri malah bermusuhan." Sahut Erwin, membuat Indri semakin menangis dalam pelukannya.


"Indri sudah berdosa Pah, Indri tidak tahu apakah penderitaan yang Indri dapatkan ini karena karma Indri yang durhaka pada orang tua, Indri tidak tahu Pah. Indri -"


"Ssstttt, sudah - sudah, lebih baik kita sekarang sholat, kita doakan Mamah."


"Indri sudah sholat Isya belum?" Tanya Erwin, yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Indri.


Erwin tersenyum menatap wajah putrinya. "Papah juga belum, bagaimana jika sekarang kita melakukkan sholat isya berjamaah, kita sama - sama doain Mamah, agar tenang di sana." Ajaknya, yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Indri.


Dan di sinilah Indri, dia yang sudah lupa pada sang penciptanya, dan terus bergumul dengan kesakitannya. Akhirnya kembali menyentuh air wudhu yang membuatnya sedikit merasa damai.

__ADS_1


Semua dosa yang dia lakukkan akhirnya kembali teringat, membuatnya berpikir betapa kotornya dirinya saat ini.


Indri, menggunakan mukenahnya setelah dia selesai mengambil wudhu. Dan ketika dia menggu akan mukenah itu, bayangan bahagia dirinya sholat berjamaah dengan Papah dan Mamahnya di masa lalu kembali teringat.


Membuatnya kembali berkaca - kaca. Sampai ketika Papahnya memulai sholatnya, Indri berusaha memfokuskan dirinya untuk menghadap kepada sang Pencipta, yaitu Allah SWT.


Hingga ketika dia sujud, dia benar - benar mempasrahkan semuanya pada Allah, dia benar - benar sujud dan memohon ampun pada Allah yang Maha Pemaaf.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap salam mereka bersamaan ke bahu kanan dan bahu kiri menyalami malaikat yang ada di sisi mereka.


Setelah itu Indri mengambil tangan Papahnya untuk menyalaminya. Dan kini mereka berdoa untuk mendiang Novi, dan juga untuk memohon ampun atas kekhilafan mereka yang sudah keluar dari ajaran Allah.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2