Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Permintaan Untuk Menikah Sirih


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Ke esokan paginya, ketika Indri ingin pulang, tiba - tiba saja Bima datang ke ruangannya.


“Assalamuallaikum.” Sapanya, mengejutkan Indri dan juga Zayline yang sedang mengemasi barang - barang.


“Walaikumsalam.” Sahut Indri dan Zayline, yang terpaku ketika melihat Ayah dari Rico ada di sini sepagi ini.


Terlepas dari Bima ini siapa, Indri dan Zayline tetap menyambutnya ramah dan bahkan tak lupa mereka mengambil tangan Bima untuk bersaliman.


“Om, ada perlu apa ya pagi - pagi ke sini?” Tanya Indri langsung To the point.


Bima tersenyum menanggapinya. “Sudah mau pulang ya? Memangnya sudah sehat?” Tanya Bima, seperti ingin mengalihkan pembicaraan mereka terlebih dahulu.


Indri melirik sedikit ke arah Zay untuk mendapatkan jawaban kenapa ayah Rico ada di sini sepagi ini. “Alhamdullilah saya sudah sehat om, dan tidak perlu lagi berlama - lama di rumah sakit.” Jawabnya, dengan ramah menjawab apa yang ingin di ketahui oleh Bima.


“Om tahu, jika kamu pasti bingung kenapa Om datang ke sini pagi - pagi.” Ucap Bima yang akhirnya kembali pada topik pembicaraan mereka.


“Ehmmm, silahkan duduk dulu Om.” Indri mempersilahkan kepada Bima untuk duduk terlebih dahulu.


“Ehmm, Indri, apa tidak sebaiknya kita mengobrol di kantin rumah sakit saja, atau di tempat makan lain, khawatirnya ruangan ini akan segera di bersihkan.” Zayline senenanrya tidak enak mau mengatakan hal ini, apa lagi pada Bima yang sudah seperti orang tuanya sendiri.


Bima menganggukan kepalanya pelan. “Apa yang di katakan saudara kamu ini benar, karena mungkin obrolannya akan panjang jadi lebih baik mungkin kita bicara di tempat lain saja.” Ujarnya, membuat Zayline bersyukur pria paruh baya itu tidak tersinggung dengan kalimatnya.


Indri menatap sejenak pada Zayline, “baiklah kalau begitu Om.” Sahutnya, yang sebenarnya agak tidak nyaman dengan kehadiran Ayah Rico yang membuatnya merasa seperti di kekakng oleh keluarga ini.


Akhirnya mereka keluar dari ruangan itu, dan tak lupa Bima memaksa untuk membayar semua tagihan rumah sakit Indri, walaupun wanita itu sudah menolaknya.

__ADS_1


Dia tidak enak berdebat dengan Bima yang lagi - lagi alasannya karena pria ini sudah jauh lebih tua darinya.


Seperti apa yang mereka bicarakan tadi, kini Mereka terlihat tiba di sebuah restoran yang berada tak jauh dari rumah sakit. Malah jika bisa di bilang ini masih wilayah rumah sakit itu.


Restoran ini tidak terlalu rame, sehingga membuat mereka sedikit merasa lebih nyaman.


Tatapi masih ada saja yang menatap ke arah mereka. Mungkin berpikir jika Bima ini adalah gadun mereka.


Secara, seorang pria paruh baya bersama dengan dua orang wanita muda nan cantik apa lagi kalau bukan Sugar Baby.


“Hemmm, apakah kita sudah bisa memulai bicara pada intimya om?“ Indri lebih dulu memulai percakapan di antara mereka.


“Maaf Om, bukannya saya memaksa om untuk cepat berbicara, hanya saja saya merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka.” Tambahnya lagi.


Bima yang mengerti akan hal itu, langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan. “Indri, mungkin apa yang akan Om katakan ini, sebenarnya adalah bukan hak


Om untuk mengatakannya, tetapi Om terus kepikiran dan bertekad untuk melakukkanya.“ ujarnya dengan serius. Ada jeda beberapa detik sampai dia melanjutkan kalimatnya.


Dan tentu saja kalimat itu sangatlah mengejutakannya.


“Apa - apa yang om katakan? Apa Maksud dari perkataan om ini?! Jujur saya tidak mengerti.” Sahutnya, berpura - pura tidak memahaminya. Bahkan dia masih berusaha untuk tertawa ketika mendengar permintaan dari ayahnya pria yang sudah jahat mencampakkannya.


Bima menghela nafasnya, dia tahu jika hal Ini sangatlah ambigu untuk kehidupan Indri. Tetapi dia juga tidak akan melepaskan seorang gadis yang dia percaya sedang mengandung cucunya.


“Menikah lah dengan Rico, om mohon sama kamu Indri, ya mungkin untuk sekarang hanya pernikahaan sirih yang om bisa berikan untuk kamu, tetapi ke depannya nanti, Om akan menikahi kalian secara sah dalam Negara, hanya menunggu sampai 9 bulan, ketika bayi dari Ririn lahir maka Om akan meminta Rico untuk menceraikannya.”


Bima memperbaiki kalimatnya, agar mudah di pahami dan Indri bisa menerimanya.

__ADS_1


Indri yang tadinya tertawa, kini berangsur murung, dia melihat ke arah Zayline, tetapi sahabatnya itu juga hanya mengedikan bahunya singkat.


“Om, maaf sepertinya -“


“Tidak Indri, om mohon, kamu menikah dengan Rico, kasihan anaknya yang ada di kandunganmu itu, dia sudah hadir ke dalam rahimmu setelah melalui proses perizinan yang panjang dari Allah, bayi itu adalah titipan dari Nya, jangan bunuh dia hanya lantaran kesalahan Ayahnya yang bodoh.”


“Jika kamu sudah tidak mencintai Rico, maka lakukkan ini demi bayi itu, menikahlah hingga bayi itu lahir, dan setelah itu kamu bebas memutuskannya, apakah kamu akan lanjut atau tidak. Tetapi yang terpenting bayi itu, berikan Nama Ayahnya di belakangnya.” Ungkapnya lagi, sebenarnya ini terdengar seperti memaksa bukan meminta.


Indri terus terdiam, dia tidak tahu ingin memberikan jawaban apa saat ini. Dia tidak bisa lagi melanjutkan hubungan dengan Rico, tetapi bayi ini ada sebagai penghubung mereka.


Dia juga tidak mau berbuat dosa baru karena sudah membunuh bayi yang tak berdosa ini, dia sudah berdosa karena berzinah dengan ayah bayi ini.


Zayline yang melihat Indri hanya diam saja, Dan bahkan sampai meneteskan air matanya, berusaha menggengam jemari sahabatnya itu. “Kalau kamu memang tidak mau berhubungan sama dia lagi, It’s okay Ndri, it’s okay, tetapi apa yang di katakan om Bima tadi ada benarnya, berikan nama di belakang bayi ini, kalaupun di dalam pernikahaan nanti Rico sama sekali tidak memperdulikan kamu, ya Tidak apa - apa, mengandung anak dari hasil perzinahan juga tidak seburuk itu kok. Kamu jangan menambah dosa baru yang membuat Allah semakin murka kepadamu.” Zayline tidak tahu, apakah sarang yang dia berikan kepada sahabatnya ini adalah baik atau buruk.


“Menjadi istri ke dua, yang terpaksa di nikahi karena sebuah kecelakaan yang sangat fatal. Mungkin itu sangat buruk untuk pencitraanya. Tetapi, pernikahaan ini juga akan berguna untuk anak yang lahir kelak. Di dunia yang kejam ini, anak yang terlahir dari seorang ibu tanpa ayah, akan menjadi cemooh orang Indri, ya mungkin kita tidak perduli akan hal itu, tapi kita tidak tahu mental anak yang lahir bagaimana.” Bima ikut menambahkan kalimatnya. Membuat Indri semakin merasa terpojok saat ini.


Mengapa dalam kasus ini dia yanh harus berkorban banyak? Kenapa dia yang harus mengalah dan masuk ke dalam sebuah ikatan cinta yang rumit?


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2