Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
The End Reincarnation


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Seperti apa yang di katakan oleh Dokter Haikal, kini mereka masuk satu persatu bergantian.


Dan kini adalah giliran Indri yang masuk, dia duduk di kursi yang sudah di sediakan. Tak lupa dia juga menggunakan pakaian khusus untuk masuk ke dalam ruangan Icu, agar pasien tidak terkontaminasi dari zat - zat luar.


"Rico," panggilnya dengan pelan.


"Apakah ini yang kamu bilang, akan menjagaku tanpa bersuara? Kamu ingin pergi iya?!" Indri meneteskan air matanya, dia tidak sanggup melihat keadaan pria yang dia cintai jadi seperti ini.


"Rico, kamu bangun dong! Jangan begini! Kamu bahkan belum menunjukan efforts untuk mendapatkan maaf dari aku, lalu bagaimana kamu bisa pergi tanpa mendapatkan maaf dari aku?"


Rico seperti mendengarkan semua kalimat yang di katakan oleh Indri, tetapi dia tidak bisa menggerakan tubuhnya dan bahkan membuka matanya saja dia tidak bisa.


Tetapi dia bisa meneteskan air matanya, dia mendengar suara Vino, dia mendengar suara papahnya dan suara Erwin, serta saat ini dia mendengar suara Indri.


Dan dalam bayangannya, dia melihat ada seberkas cahaya putih yang terlihat begitu menyilaukan.


"Apakah keinginanmu di dunia ini?!" Suara berat terdengar, mengangetkan Rico yang masih mengerjapkan matanya untuk membiskan cahaya itu masuk ke dalam pengheliatannya.


"Aku ingin, bisa kembali hidup dan mendapatkan maaf dari orang - orang yang pernah aku sakiti." Jawabnya dengan jujue, karena itu adalah sebuah keinginanya saat ini.


"Kamu belum waktunya untuk meninggalkan dunia ini, kamu tidak bisa meninggalkan dunia ini dengan membawa banyak dosa - dosamu, hiduplah dengan tubuh orang lain, lalu dapatkan maaf itu." Suara itu kembali terdengar, lalu tiba - tiba hilang begitu saja.

__ADS_1


"Hey, apa maksudnya? Hey?!! Kamu siapa?!!!" Tanya Rico dengan mencari - cari sumber suara itu.


Dan tiba - tiba saja, tubuh Rico kembali kejang dan mengangetkan Indri yang sedang berada di sebelahnya.


"Rico,,,,hiskkk,Ricoo!!" Panggil Indri dengan ketakutan.


Lalu dia berlari keluar, sedangkan Vino yang juga melihat keadaan Rico langsung bergegas memanggil dokter. "Rico Pah, Rico," lirih Indri, memeluk tubuh Erwin yang menunggunya di luar.


Erwin membalas pelukan putrinya, "kita harus ikhlas sayang, kita berdoa saja untuk kesembuhan Rico." Balas Erwin, berusaha menenangkan putrinya.


Tak lama kemudian, Vino kembali, dengan membawa Haikal dan beserta staffnya.


Tetapi, sampai di dalam ruangan ICU, Haikal terkejut karena layar proyektor jantung sudah memperlihatkan garis lurus.


"Suster! Cepat siapkan alat kejut jantung!" Perintah Haikal padq salah satu suster yang ada di sana."


Sedangkan di luar, yang lain sudah pada menangis dan terus memanjatkan doa agar Rico baik - baik saja.


Berbeda dengan Vino, yang sejak tadi hany memandang Rico dari luar. "Kalau memang kamu mau pergi, kamu boleh pergi, kami sudah ikhlas Rico, dan semoga kamu tidak lagi merasakan sakit," lirihnya pelan, bersamaan dengan berhentinya Haikal dan staf lain untuk menangani Rico.


Dari luar mereka bisa melihat jika Haikal terlihat menghela nafasnya dan para suster juga sudah melepaskan alat - alat yang membantunya untuk menopang hidup.


Haikal keluar dengan wajahnya yang di tekuk. "Dok, bagaimana dok? Kenapa semua alat - alatnya di lepas? Dok?" Tanya Bima, dengan suaranya yang bergetar.

__ADS_1


"Maaf Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, Tuhan lebih sayang dengan Rico pak," mendengar jawaban itu. Bima dan yang lainnya langsung menangis dengan histeris.


Khususnya Raisa, yang merasa sangat kehilangan adiknya. Selama ini dia selalu saja berteman baik dan berkomunikasi baik dengan Rico.


Di rumah, mereka selalu saja bercanda bersama dan berbagi banyak kisah. Tetapi dia sama sekali tidak tahu tentang apa yang di rasakan oleh adiknya.


Dia tidak tahu, apa yang sedang terjadi dengan Rico, apakah dia bahagia atau tidak. Dia sama sekali tidak tahu tentang itu.


"Aku bukanlah kakak yang baik, aku bukanlah kakak yang baik." Lirihnya dengan pelan, dan lalu Willi langsung memeluknya dengan erat. "Kamu adalah kakak yang baik sayang, Rico juga pasti merasa seperti itu, jangan menganggap jika kamu bukanlah kakak yang baik." Ucap Willi pelan, memberikan nasehat pada istrinya.


Sedangkan Indri hanya bisa menangis dengan menutup wajahnya. Bukan ini yang dia inginkan, dia memang mau menghukum Rico, tetapi dia mau Rico berusaha mendapatkan maafnya, dia mau Rico berusaha meminta maaf dan menujukan ketulusannya. Bukan dengan kepergiannya seperti ini.


"Pah, apakah Indri salah karena tidak memperhatikan Rico selama ini?" Tanya Indri pada papahnya Erwin.


"Tidak Nak, kamu tidak salah, mau kamu perhatikan atau tidak, takdir Rico memang sudah seperti ini."


"Dia sakit, memang jauh sebelum dia kenal


Kamu, jadi jangan pernah salahkan dirimu ya." Jawab Erwin, pada putrinya.


Semuanya memang terlihat memiliki penyesalan mereka masing - masing. Tetapi, apa yang bisa mereka lakukkan sekarang? Jika penyesalan sama sekali tidak ada artinya lagi.


The End.

__ADS_1


Hay Gengs, ini adalah Season 1nya ya. Dan karena levelnya Rendah, karya ini Mimin bagi dua. Nah, yang tim mau Rico sembuh dan kembali sama Indri.


Wajib banget nih Mampir ke Season 2nya, karena tidak hanya berusaha mendapatkan maaf dari Indri, tetapi Mimin membuat Rico kembali Reincarnation di tubuh orang lain. Jadi Rico akan berusaha meyakinkan Indri dengan cinta yang baru, dan menjadi sosok baru yang tidak akan mau mengecewakan Indri lagi. Tetapi pertanyaanya apakah Indri percaya? Apa lagi, sebuah Reincarnation adalah hal yang sangat tabu terjadi di dunia nyata? Bagaimanakah Rico akan meyakinkannya ya? Yuk Ikutin Season 2nya, see you ya😘❤️


__ADS_2