Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Mencari Solusi dalam Masalah


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Seperti apa yang di katakan tadi, kini terlihat berkunjung ke rumah kakaknya, dan menceritakan semua hal yang terjadi dari pertama kali dia bertemu dengan Indri, sampai detik dia merasa sayang dengan wanita itu.


Mendengar cerita dari adiknya, jujur saja Raisa tidak tahu harus berbicara apa. “Apa kamu sama dia melakukkan pernikhaan sirih saja.” Ucap Raisa memberikan saran.


Rico menyeritkan keningnya bingung, “nikah sirih kak? Mana mungkin dia mau.” Balas Rico, berpikir bahwa menikah sirih adalah bukan hal yang terbaik.


“Ya kamu bisa bilang, kalau kalian akan mengurus pernikahaan setelah semua surat - surat atau urusannya selesai.” Balas Raisa lagi.


Lalu dia terdiam untuk sejenak, “apakah tidak lebih baik kamu bicara saja dengan Indri, kalau kamu adalah pria yang memiliki istri.” Tambahnya lagi? Membuat Rico langsung mengusap wajahnya kasar.


“Sebenarnya mungkin hal itu wajib untuk di katakan kak, tapi melihat watak dari Indri, sepertinya wanita itu akan meninggalkan aku jika dia mengetahui aku mempunyai Istri.” Rico memikirkan jangka panjangnya, jika dia harus kehilangan Indri.


Walaupun baru seminggu hubungan mereka terhitung dari malam itu, tetapi rasa sayang yang bersarang di dalam hatinya pada Indri sudah jauh lebih besar mengikis perasaan sayangnya pada Ririn.


Ini bukan karena Indri adalah orang baru makanya dia cintai, tetapi karena sikap Indri yang berbeda 90% dari sikap Ririn, membuatnya merasa bahwa dia mulai benar - benar jatuh hati pada wanita itu.


Raisa kembali terdiam, memikirkan apa jalan keluar yang pas untuk menyelesaikan masalah adiknya ini. “Mungkin jalan terbaiknya adalah, kamu harus memilih salah satu di antara mereka.” Tungkasnya lagi, memberikan saran terbaik hanya itulah yang baik untuk saat ini.


Rico menoleh ke arah kakaknya, karena jujur hatinya juga sangat setuju akan hal itu, tetapi logikanya mengatakan jika dia tidak bisa melakukkannya.


“Apa aku harus melepas Indri ya kak? Sebelum perasaanku padanya jatuh semakin dalam?” Tanyanya pada Raisa.


“Jujur saja, kalau di lihat dari sikap, pada awalnya saja Indri sudah menunjukan sikap yang sangat baik, sedangkan Ririn? Wanita itu kamu pungut entah dari mana, bahkan bersikap sopan dengan mamah saja dia tidak mau.” Raisa menjawab, dengan menilai sikap ke duanya.

__ADS_1


Bukan karena dia ingin menghasut adiknya agar memilih Indri dan meninggalkan Ririn istrinya, bukan!!


Tapi karena melihat adiknya yang selama ini menginginkan seorang anak tetapi Ririn tidak, belum lagi wanita itu tidak pernah mau mengurus kebutuhan suaminya, sebagai kakak salahnya di mana jika menginginkan yang terbaik untuk adiknya.


Rico kembali memikirkan apa yang kakaknya katakan barusan. Dia semakin bingung dengan keadaan ini.


“Sekarang gini deh Rico, kakak tanya?! Apakah kamu masih mencintai Ririn? Dengan semua yang dia lakukkan? Dia berani bentak Mamah sama Papah, dia berani melawan aku yang bahkan kamu saja tidak pernah berbuat seperti itu, dia berani menjadikanmu babu, padahal kamu suami loh! Lihat! Willi ada tidak aku perlakukan seperti itu? Walaupun dia hanya seorang dokter, tidak pernah aku merendahkan harga dirinya.” Raisa kembali memberikan sebuah pandangan tentang sikap buruk Ririn, agar adiknya itu sedikit mempertimbangkan apa yang akan terjadi ke depannya.


Dan di saat mereka sedang mengobrol, terlihat Risa dan Bima yang baru saja pulang dari dinas luar Negara.


“Mah, Pah.” Raisa langsung bangkit dari duduknya, menyambut ke dua orang tuanya yang baru saja datang, begitu pula dengan Rico yang juga bangkit dan menyambut mereka.


“Mah, Pah.” Sapa Rico, langsung menyalami mereka dan mencium pipi kanan dan kiri ke dua orang tuanya.


“Tumben kamu di sini jam segini Rico? Memangnya tidak ada pekerjaan di kantor?” Tanya Bima, ketika melihat anak laki - lakinya sudah berada di rumahnya tidak seperti biasanya.


“Pah Mah, ada yang mau Rico bicarakan.”


Suara Raisa terdengar membuat Rico menoleh ke arah kakaknya sambil melototkan matanya.


“Oh ya? Apa Rico? Ririn hamil?” Tanya Risa dengan begitu antusias.


Rico tersenyum dengan kikuk, lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Ini kenapa kita mengobrol di luar, apakah ke dua orang tua ini sudah tidak boleh masuk?” Tanya Bima, yang heran pada anak - anaknya ini. Bisa - bisanya orang tua di suruh berdiri tanpa di persilahkan masuk ke dalam, padahal jelas - jelas mereka baru saja pulang.


Raisa tersenyum lalu menggandeng tangan mamahnya untuk masuk ke dalam, begitupun dengan Bima yang masuk ke dalam rumah dan segera duduk dengan santai di sofa.

__ADS_1


Bersamaan pula dengan asisten rumah tangga yang langsung membawakan mereka minuman dingin karena di luar sangatlah panas. “Jadi apa yang mau kamu bicarakan Rico?” Tanya Bima dalam modenya serius. Jujur saja Rico rasanya ingin sekali melempar kakaknya jauh - jauh, gara - gara mulutnya yang lemes, menjebaknya dalam posisi ini. Padahal sudah jelas dia bahkan belum yakin apakah dia akan memilih Indri atau Ririn.


Risa juga menatap ke arah putranya itu, menunggu jawaban yang akan di berikan olehnya. “Jadi, Rico ini -“ Raisa ingin menjawabnya, namun Rico langsung menyenggol kakinya membuat kalimatnya terhenti.


“Apa sih Rico?! Mending kamu jujur deh sama Papah dan Mamah, biar kamu juga dapat solusi! Biar kamu gak salah ambil jalan!” Raisa protes, ketika Rico seperti melarangnya untuk mengatakan semua hal


Itu pada orang tuanya.


Bima dan Risa hanya diam saja melihat intraksi antara ke dua anaknya ini. “Rico! Katakan! Apa yang sedang kamu sembunyikan dari Papah dan Mamah?!” Bima berkalimat dengan tegas, dia tidak mau jika ada hal buruk yang sedang di simpan oleh anak - anaknya ini.


“Itu Pah,” Tenggorokan Rico rasanya tercekat ketika dirinya sendiri bingung harus memulai ceritanya dari mana.


“Rico, kalau kamu tidak bicara! Sepulang kamu dari sini, Papah akan memaksa kakakmu untuk mengatakan semuanya dengan jujur! Jadi lebih baik kamu sendiri yang mengatakannya!” Paksa Bima lagi, membuat Rico menghela nafasnya dan mau tidak mau dia harus mulai berbicara pada orang tuanya.


Ini semua karena kakaknya yang memang tidak pernah bisa menjadi tempat menyimpan rahasia yang aman.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2