Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Tidak Bisa Meninggalkannya


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Tepat sore hari, Pesawat yang Indri naiki dengan Rico landing dengan sempurna di Jakarta.


Tetapi, sudah 2 jam Rico menunggu sampai Indri keluar dari Air Asia Center, dia khawatir dengan keadaan kekasihnya.


Berita yang terus beredar, pasti membuatnya bermasalah dalam pekerjaannya.


Dan benar saja, sesaat setelah itu Indri keluar dengan keadaanya yang sedang menangis. Membuat Rico langsung keluar dari mobil dan mendatangi Indri.


“Ada apa sayang? Hey?” Tanyanya, merasa panik dan langsung memeluk tubuh Indri dengan erat.


“Hiskkk,,hiskkk, Mas Rico aku di pecat!!! Karena aku tidak bisa membuktikan jika berita yang beredar hanyalah sebuah Fitnah.” Jawabnya, dengan perasaan sesak.


Tentu saja Rico langsung tertegun mendengarnya, dia tidak menyangka jika perusahaan ini sama sekali tidak bisa mentoleransi sebuah isu yang membuat namanya jelek.


“Aku akan bicara dengan atasanmu.” Ucap Rico, ingin melangkahkan pergi masuk. Namun Indri dengan cepat menahannya.


Dengan pelan Indri menggelengkan kepalanya pelan. “Jangan buat aku lebih malu mas, posisiku sebagai Pelakor memang sudah benar - benar salah, dan jika kita memprotes hal itu, sama saja kita adalah orang yang tidak mempunyai kesadaran diri sendiri.” Tungkasnya, lalu masuk ke dalam mobil milik Rico.


Mendengar apa yang di katakan Indri barusan, Rico merasa sangat sedih. Dia juga tidak ingin semua ini terjadi, Namun apa yang bisa dia lakukkan jika takdir sudah menuntukan seperti ini.


Dia mengambil koper milik Indri, dan memasukannya ke dalam bagasi. Setelah itu dia menyusul masuk ke dalam mobil untuk segera mengendarainya pulang ke rumah Indri.


Selama perjalanan, Indri hanya diam dan terus meneteskan air matanya. Menjadi pramugari adalah impiannya sejak dulu, lalu sekarang? Impiannya sudah hilang begitu saja.


5 tahun dia mengabdi, dia pikir dia akan resign dengan cara baik - baik dan melanjutkan karirnya menjadi seorang notaris seperti Mamahnya.


Tetapi, siapa yang menyangka jika dia akan di pecat secara tidak hormat hanya lantaran dia sudah menjadi seorang pelakor.


Tidak banyak yang Rico bisa lakukkan untuk saat ini, dia tahu jika Indri sedang sedih dan diam adalah cara terbaik untuk memberikan ruang pada kekasihnya ini.


***

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Indri melihat pintu rumahnya terbuka. “Apakah ada tamu?” Tanya Rico, lalu Indri bergegas turun dari mobil dan mempercepat langkahnya untuk masuk mengecek siapa yang sudah membuka rumahnya.


“Papah, Mamah.” Lirihnya pelan, ketika melihat sosok ke dua orang tuanya ada di dalam rumahnya dan berdiri seperti sedang menunggu ya.


“Sudah pulang kamu? Dari mana saja kamu? Kenapa kamu lari dari masalah ini?” Novi langsung menyerang putrinya dengan banyak pertanyaan.


Indri terdiam sejenak, “mamah.” Dia ingin memeluk Mamahnya, namun Novi segera menepisnya.


“Mah?” Indri merasa bingung, ketika mamahnya tidak mau di peluk olehnya.


Erwin menggelengkan kepalanya, dan menghela nafasnya dengan penuh rasa kekecewaan.


“Sayang, siapa -“ kalimat Rico terhenti, ketika dia melihat dua orang asing yang sedang menatap ke arahnya.


Rico yang membawa koper masuk, akhirnya tertegun dan cukup menundukan kepalanya ketika melihat Indri semakin menangis.


“Oh, jadi kamu memilih kabur dengan laki - laki ini dan tidak menyelesaikan masalahmu? Ternyata benar ya! Kamu adalah seorang pelakor!” Maki Novi, dengan suaranya yang sudah meninggi.


“Tante, saya yang salah dalam hal ini, tolong jangan salahkan Indri.” Rico mencoba untuk menenangkan keadaan.


Dia paham jika orang tua Indri sangat marah, hanya saja dalam keadaan Indri yang sedang hamil, dia tidak mau jika sampai kekasih dan bayinya kenapa - kenapa.


“Memang kamu yang salah! Harusnya kamu menjadi laki - laki yang tahu diri! Kalau sudah punya istri jangan lagi gangu anak gadis orang, paham!” Kali ini suara Erwin Papah Indri yang tedengar. Membuat Rico kembali menundukan kepalanya.


“Sudah Indri, Mamah hanya minta kalian putuskan hubungan kalian saat ini! Dan ikut mamah kembali ke Pekanbaru!” Tegas Novi, tidak mau putrinya terus menerus melakukkan kesalahan seperti ini.


Novi menarik tangan putrinya agar menjauh dari Rico. “Mamah, Indri tidak bisa Mah, Hiskkk, hiskkk, Indri tidak bisa pisah dari Mas Rico Mah, tolong.” Tolaknya, meyakinkan Mamahnya jika dia tidak bisa meninggalkan Rico.


“Kenapa? Apa sih Indri? Kamu itu adalah wanita berpendidikan! mamah dan Papah tidak menyekolahkan kamu tinggi untuk menjadi seorang pelakor!” Suara Erwin kembali terdengar. Dia muak mendengar putrinya yang masih memberatkan dirinya untuk menjadi seorang pelakor.


Indri menangis dengan jingkar, dia tidak berani mengatakan hal ini, tapi dia juga merasa ke dua orang tuanya harus tahu. “I - hiskkk, Indri , Hiskkk, hiskk, Indri Hamil Pah.” Ujarnya pelan, namun kalimat itu terdengar seperti petir yang menyambar di telinga ke dua orang tuanya.


“Indrrrrrrriiiiiiiiii,” sentak Erwin, langsung mengangkat tanganya menampar wajah putrinya dengan keras.

__ADS_1


Rico yang melihat hal itu langsung menangkap tubuh Kekasihnya yang mau terjatuh ke lantai.


“Pahh, uhhhk, Pah.” Novi memegangi dadanya yang terasa sesak dan bahkan tidak bisa bernafas ketika mendengar putrinya hamil.


Erwin langsung menangkap tubuh Novi. “Mah, Novi.” Panggilnya, menepuk - nepuk wajah istrinya namun tidak ada panggilan.


Khawatir terjadi apa - apa dengan istrinya, Erwin langsung keluar mencari taxi untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


“Om biar naik -“


“Diam kamu! Semua ini gara - gara kamu! Aku bersumpah demi Tuhan jika sampai terjadi seseuatu hal buruk pada istriku, kamu akan mendapatkan karma yang setimpal.” Tegas Erwin menolak tawaran bantuan dari Rico.


Dia benar - benar merasa jijik melihat wajah Rico, apa lagi menerima bantuannya.


“Pah, Indri mohon jangan seperti ini Pah, Maafkan Indri.” Wanita itu masih memohon ampun pada Papahnya, namun Erwin sama sekali tidak memperdulikannya. Dia malah pergi dengan menggendong tubuh istrinya untuk masuk ke dalam Taxi yang sudah dia dapatkan.


Melihat Erwin yang sudah pergi, “Mas, ayo kita susul Papah sama Mamah,” ajak Indri, langsyng berdiri dan berlari masuk ke dalam mobil Rico.


Di detik itu, Rico menganggukan kepalanya dan juga langsung bergegas mengemudikan mobilnya untuk menyusul taxi yang di gunakan oleh Papah dan Mamah Indri.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2