Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Hukuman Yang Layak


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Rico masuk ke dalam kamar dan melihat Indri yang sedang berusaha meraih gelas air minum yang ada di atas meja. “Apakah kamu ingin minum?” Tanya Rico, lalu bergegas mengambil gelas itu, dan memasukan sedotan terlebih dahulu sebelum mengarahkannya pada Indri.


“Ini, minumlah.” Ucapnya dengan lembut, namun Indri malah membuang wajahnya ke arah lain, seperti mengisyaratkan jika dia tidak mau minum di bantu oleh Rico.


Zayline yang melihat itu langsung mengambil gelas yang di pegang oleh Rico. “Biar aku saja.” Ucapnya, lalu Indri kembali menoleh dan menerima bantuan Zayline untuk meminum air itu.


Rico langsung memundurkan tubuhnya, tetapi matanya masih menatap ke arah Indri. Dia ingin menangis karena sikap Indri yang benar - benar menunjukan sikap bencinya, namun dia juga tidak mungkin memperlihatkan sisi lemahnya dan harus berusaha agar bisa kuat.


Setelah membantu Indri meminum air, Zayline menatap wajah temannya itu. “Indri, aku harus pergi bekerja sekarang, tapi di sini ada Rico, nanti dia yang akan membantu kamu, oke.” Ujarnya, namun Indri kembali tidak merespon.


Dia tidak mengatakan iya, namun dia juga tidak mengatakan Jangan. Tapi Zayline paham, jika Indri memang tidak mau berbicara saat ini karena ada Rico.


Zayline menoleh ke arah Rico, seperti memberikan kode jika dia ingin berbicara. Rico menganggukan kepalanya, lalu mengikuti langkah Zayline untuk ke luar.


****


“Kenapa kamu masih berusaha dekat dengan Indri? Setelah semua yang terjadi saat ini? Apakah kamu bertujuan untuk membuat Indri kembali sama kamu?” Tanya Zayline, ketika mereka sudah duduk di sebuah kursi yang ada di depan ruangan rawat Indri.


Rico terlihat menghela nafasnya sejenak, sebelum dia mengarahkan pandangannya ke arah lain. “Aku tidak ingin Indri kembali sama aku,” jawabnya, sontak membuat Zayline menyeritkan keningnya bingung.

__ADS_1


“Aku hanya ingin menjaga dia, sampai ada orang lain yang bisa memberikan kebahagian untuknya.” Tambahnya lagi.


Zayline paham apa yang di rasakan oleh Rico saat ini. “Kenapa kamu harus jadi pria tolol sih? Pria tolol yang tidak bisa melihat mana yang baik dan benar.” Singgung Zay, dengan senyumnya yang terlihat samgat miris memikirkan nasib Rico yang sudah kacau balau.


Rico menggelengkan kepalanya pelan, sambil tertawa, tetapi siapapun pasti tahu jika tawa itu adalah tawa dalam kegetirannya. “Siapa yang bisa mengatur sebuah takdir? Tetapi, bukanlah lebih baik jika seperti ini saja?”


Zayline menoleh mendengar apa yang di katakan oleh Rico. “Takdir Indri tidak harus bersamaku, Tuhan mungkin sudah menciptakan jodoh lain, dan tugasku di sini adalah menemani dan menjaga Indri sampai dia menemukan jodohnya itu.” Semenjak mengetahui tentang kebenaran Ririn, Rico memang seperti tidak memiliki sebuah gairah hidup.


Bukan karena dia masih mencintai Ririn, atau belum move on, hanya saja, dia merasa kecewa pada dirinya sendiri yang sudah di bohongi oleh orang - orang di sekitarnya.


Mulai dari mamahnya yang ternyata adalah wanita perebut suami orang, dirinya yang hadir karena siasat rencana jahat mamahnya, kebahagian yang dia pikir nyata ternyata hanyalah sebuah kebahagian yang di tutupi karena sandiwara.


Setelah mengobrol banyak dengan Rico, Zayline akhirnya pamit untuk pergi. Sedangkan Rico masih duduk di kursi luar, karena masih memikirkan nasib buruk hidupnya.


Dia menangis benar - benar menunjukan rasa lelahnya akan semua masalah yang sedang menimpanya. Dan di saat dia menangispun, terlihat suster yang sedang mendorong seorang wanita yang sedang memegang bayinya, sepertinya wanita itu baru saja selesai melahirkan.


Rico menatapnya, lalu dia mengangkat tangannya seolah - olah dia juga ingin menggendong seorang bayi. Tetapi dia sudah kehilangan kesempatan itu. Bayinya sudah tidak ada, dan itu karena kesalahannya.


***


1 jam waktu yang di butuhkan Rico untuk menenangkan hatinya, lalu dia bangkit dan masuk lagi ke dalam ruangan Indri.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, dia melihat Indri yang ingin turun dari tempat tidur. “Apakah kamu ingin ke toilet? Biar aku bantu.” Ucapnya, lalu mengambil alih tiang infus itu, seperti ingin mengantarkan Indri ke toilet.


Namun Indri langsung menahan tiang itu, dan menatap wajah Rico dengan amarah, lalu dia mengalihkan lirikannya ke bawah ke tangan Rico, seakan - akan dia mengisyaratkan jika dia mau Rico melepaskan tiang itu.


Rico yang memahaminya, langsung melepaskan tiang infus itu, dan sedikit memundurkan langkahnya agar Indri bisa lewat.


Jujur saja, dia kembali merasakan jika hatinya teriris, namun dia tidak bisa melakukkan apapun, karena ini adalah hukuman untuknya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2