Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Amarah Keluarga Rico


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Satu minggu berlalu semenjak kejadian itu, jika Rico dan Indri terlihat semakin memperkuat hubungan mereka.


Berbeda halnya dengan Ririn yang sudah sibuk klarifikasi kemana - mana.


Hari ini mereka di jadwalkan pulang ke Indonesia, dan Rico berencana akan langsung segera mengurus perceraiannya dengan Ririn.


Di dalam perjalanan menuju Bandara, Indri terlihat hanya diam saja, tanpa bersuara dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


“Kamu kenapa sayang?” Tanya Rico, merasa penasaraan dengan apa yang sedang di pikirkan oleh kekasihnya.


Indri masih diam, tetapi wajahnya menatap Rico dengan lekat. “Aku udah telat 1 minggu, aku takut aku hamil.” Jawabnya dengan suara yang berbisik.


Ke dua mata Rico tentu saja langsung berbinar, “apa? Kamu hamil sayang?” Tanyanya lagi, dengan banyak menaruh harapan pada kekasihnya itu.


“Tidak tahu, nanti sampai di bandara bisa tolong belikan alat testnya gak?” Tanya Indri, karena ketika sampai di bandara nanti dia akan sibuk untuk briefing bersama dengan crew lainnya.


“Baiklah, aku menunggu kamu di pesawat ya,” jawab Rico, tentu saja dengan senang hati dia akan membelikan alat test itu.


Inilah saat - saat yang dia sudah tunggu - tunggu, tidak sia - sia 3 minggu ini dia berhubungan bersama dengan Indri kalau ternyata Indri bisa menghasilkan keturunan untuknya.


“Terima kasih sayang.” Balasnya lagi dengan tersenyum bahagia.


Lalu dia kembali fokus mengobrol dengan teman - temannya. Sekaligus memperkenalkan Rico pada mereka.


Indri tidak banyak berpikir untuk saat ini, kalau memang dia beneran Hamil dan bahkan akan di pecat dari pekerjaanya. Maka mau tidak mau dia harus siap menerima konsekuensinya.


Mau bagaimana lagi? Dia sudah berusaha melepaskan Rico, tetapi pria ini terus saja menempel padanya. Membuatnya tidak punya pilihan lain.


Dan dia juga akan menunggu sampai Rico menepati janjinya yang mengatakan akan segera menceraikan Ririn jika sampai di Jakarta nanti.

__ADS_1


Untuk saat ini, beberapa dari teman penerbangannya sudah menatap sinis ke arahnya. Mungkin mereka tahu jika Rico adalah suami dari artis Ririn. Tetapi sebagian ada yang bersikap masa bodoh dan tidak perduli karena merasa itu bukanlah urusan mereka.


****


Sedangkan di sisi lain, Ririn terlihat datang mengunjungi Risa dan Raisa.


Dia duduk di sofa dengan ke dua matanya yang sudah bengkak mungkin karena menangis terus menerus.


“Kamu mau apa lagi Ririn? Kamu sudah tahukan kalau Rico sudah memiliki kekasih, sekarang kita juga tidak bisa memberikan dukungan apapun sama kamu, karena Rico juga sudah memutuskannya.” Ujar Raisa, merasa jika tangisan Ririn dan permintaannya untuk membujuk Rico kembali itu hanyalah sia - sia saja.


Risa menghela nafasnya, jujur dia juga tidak suka dengan Indri, namun dia juga tidak bisa mengatakan apapun jika suaminya saja juga sudah merestui mereka. “Seandainya saja kamu mau melahirkan anak untuk Rico, pasti dia tidak akan pernah berselingkuh dari kamu.” Timpalnya yang juga di setujui oleh Raisa.


“Mah, hiskkkk, bukannya Ririn tidak mau melahirkan anak Mah, tetapi Ririn harus profesional dalam pekerjaan Ririn.” Balasnya, merasa ini bukanlah salahnya. Tetapi pekerjaannya lah yang menuntutnya seperti ini.


Raisa tersenyum kecil mendengarnya, “ke profesional apa? Kamu sering melanggar kontrak dan bahkan membatalkan sepihak sesuka hatimu, tetapi harus adikku yang membayar denda.” Maki Raisa, sudah muak mendengar alasan - alasan Ririn yang cukup tidak masuk akal di kepalanya.


Tak lama kemudian, di saat mereka sedang mengobrol, Bima yang tadi sesang keluar untuk melihat perkembangan proyek, melihat istri dan putrinya sedang memarahi Ririn.


Risa menatap ke arah suaminya dengan wajahnya yang terlihat murung. “Apakah Rico masih belum pulang?” Tanyanya lagi, dan di jawab dengan gelengan kepala pelan oleh Raisa.


Bima mengerti akan situasi ini, dia juga cukup kecewa dengan putranya yang tidak bersikap gentlemen. Dan malah kabur bersama dengan selingkuhnya.


“Ya itukan karena Papah memberikan restu pada mereka berdua, makanya mereka sekarang begitu seenaknya pergi tanpa memikirkan perasaan Ririn.” Risa kembali bersuara, menyalahkan suaminya atas apa yang sedang terjadi saat ini.


Ririn memberanikan diri untuk menatap ke arah mertua laki - lakinya itu. “Pah, jelas - jelas Papah tahu jika Rico masih berhubungan dengan Ririn, Rico masih menjadi suami Sah Ririn Pah, tapi kenapa malah Papah memberikan izin pada Rico untuk berhubungan dengan wanita itu? Kenapa Papah tidak memikirkan perasaan Ririn Pah?” Tanyanya sarkas pada mertua laki - lakinya.


Seharusnya sebagai seorang ayah, pria di hadapannya ini bisa mengarahkan anaknya ke dalam perbuatan yang lebih baik.


Tetapi, ini justru malah kebalikkannya ayah mertuanya malah mendukung suaminya berbuat curang kepadanya.


“Memangnya saya pernah menganggap kamu menantu saya?” Tanya Bima langsung to the point.

__ADS_1


“Pah,” tegur Risa, mengingatkan suaminya agar tidak terlalu kasar dengan menantu mereka.


“Dari awal, saya tidak pernah merestui hubungan kamu dengan Rico! Kamu yang entah dari mana asalmu, di pungut oleh putra saya dan di jadikan ratu olehnya dengan cara di nikahinya.”


“Bahkan kamu menjadi artis besar seperti ini, semua karena campur tangan putra saya! Tetapi apa yang sudah kamu berikan kepada putra saya? Kamu jadikan dia seorang anj ing penurut yang kamu injak semenah - menah tanpa kamu pikirkan harga dirinya.”


“Kamu fikir! Anak saya tidak bisa mendapatkan wanita yang lebih segala - galanya dari kamu? Apakah kamu pikir anak saya akan selamanya bodoh dan menuruti semua permintaan kamu, begitu?”


Bima benar - benar mengatakan semua kalimatnya dengan penuh emosi. Sudah lima tahun ini dia menahan perasaan marah, kecewa dan bahkan muak dengan kondisi rumah tangga putranya.


“Dengar ya! Kalau bukan karena istri saya yang selalu mengatakan kasihan sama kamu, sudah lama saya menyuruh Rico meninggalkan kamu! Tapi apa yang kamu lakukkan?! Kamu kerap kali membentak istri saya dengan kata - katamu yang kasar!”


“Hey, putriku Raisa bahkan lebih cantik dari kamu, tapi semua gelar sekolah tinggi sampai S3nya di buang hanya karena dia melayani suaminya, dia masak di dapur, mengurus anak - anaknya. Lihat! Istri saya bahkan Megister sedangkan kamu? Bahkan kita tidak tahu Sma kamu lulusan di mana, tetapi kamu seenaknya berkata kasar dengan istri dan putriku, kamu pikir kamu siapa?”


Ririn tertunduk takut mendengar semua makian yang di berikan oleh Bima kepadanya. “Sudah Pah, sudah, tidak usah di bahas.” Risa menenangkan suaminya, agar tekanan darah suaminya ini tidak tinggi karena emosinya memaki Ririn.


“Biar Mah, biar wanita ini tahu bagaimana posisinya!” Balas Bima lagi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2