Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Rujukan ke Jakarta


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Sudah tiga hari ini Rico berada di rumah sakit Pekan Baru, dan sudah tiga hari juga Erwin merawatnya.


Pria paruh baya itu, terlihat kerap kali bolak balik dari rumah ke Rumah sakit, terkadang di saat sedang bekerja dan makan siang beliau menyempatkan diri untuk mampir melihat keadaan Rico, layaknya seorang ayah yang sedang mengunjungi anak laki - lakinya.


Seperti saat ini, di saat Erwin sedang mengunjunginya dengan membawakan makanan dari luar, terlihat dokter yang juga sedang datang memeriksanya.


“Dok, kapan saya bisa pulang dong?” Tanyanya, sepertinya dia sudah merasa bosan berada di rumah sakit.


Dokter itu diam sejenak, lalu menatap ke arah Erwin. “Kamu sudah tidak bisa keluar dari rumah sakit, karena kita harus memantau perkembanganmu terus menerus.” Jawab Dokter itu dengan tegas.


Mau umur pasiennya sudah di prediksi tidak lama lagi, tetapi sebagai dokter dia juga tetap harus memberikan perawatan yang terbaik.


“Kalau begitu, bisakah saya di rujuk ke Jakarta dok? Atau saya akan berobat ke Singapore saja? Yang jelas saya butuh menemui seseorang sebentar dok.” Pintanya, membuat dokter itu kembali terdiam.


“Baiklah, saya akan merujuk Anda ke Jakarta, tapi janji sama saya! Meskipun usia kamu tidak lama lagi, terus berjuang mendapatkan pengobatan, kita tidak tahu keajaiban Tuhan akan bagaimana.” Sahut Dokter itu, merasa kasihan dengan Rico.


Lagi pula, di Jakarta alat - alat lebih lengkap, mungkin saja pasiennya ini bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik di bandingkan di sini.


***


Setelah sang dokter keluar, Erwin mendekat lagi pada Rico. “Siapa yang ingin kamu temui?” Tanya Erwin padanya.


Rico tersenyum dengan tipis, lalu dia menatap Erwin dengan lekat. “Bukankah sudah waktunya Om bertemu dengan Indri?” Tanyanya balik, dengan wajahnya yang menampilkan sebuah kebahagian.


“Indri sekarang hanya sendiri Om, jadi kita tidak boleh meninggalkannya.” Tambahnya lagi.


Lagi - lagi, Erwin bisa melihat ketulusan yang terpancar dari wajah pria itu.


Dia tidak tahu, mengapa pria setulus dia bisa mendapatkan takdir yang begitu menyedihkan seperti ini.

__ADS_1


“Jika kamu mempertemukan saya dan Indri kembali, lalu apa yang akan kamu lakukkan selanjutnya? Apakah kamu benar - benar akan melanjutkan pengobatanmu?” Tanya Erwin lagi.


Namun kali ini dia mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain. “Aku akan membiarkan semuanya berjala seperti apa yang seharusnya terjadi Om.” Jawabnya terdengar sangat ambigu.


Erwin hanya diam mendengarnya, tidak mau mengajukan pertanyaan lagi. Dia bahkan lebih memilih untuk melangkahkan kakinya keluar untuk mengurus administrasi dan juga mengurus surat rujukan Rico ke Jakarta.


****


Seperti apa yang di inginkan oleh Rico, sore ini akhirnya dia di berangkatkan ke Jakarta, Namun, Rico mengatakan jika dia akan ke Semarang lebih dulu, awalnya Dokter memarahinya, Namun Erwin berusaha memberikan pengertian pada dokter itu.


Dia tahu bahwa dokter itu tidak berniat memarahi Rico karena mau jalan - jalan dulu dan tidak langsung ke Rumah sakit. Namun, Erwin bisa mengerti jika dokter itu juga mengkhawatirkan kondisi Rico yang sedang kritis saat ini.


Di saat sang dokter berjuang mengupayahkan kesembuhanya, pria itu malah dengan santainya mengabaikan hidupnya, mengabaikan rasa sakitnya, sangat - sangat tidak menghargai hidupnya sendiri.


Sesampainya di pesawat, Erwin duduk di samping Rico, melihat pria itu sedang menatap ke arah luar Jendela.


“Rico, Om sudah menuruti keinginan kanu untuk bertemu dengan Indri dan memaafkan Indri,”


Padahal dia jelas sudah tahu jika kemarin anaknya sudah di sakiti bahkan sudah di kasari.


Namun, yang Erwin pahami, semua manusia pasti pernah melakukkan kesalahan yang dia sesali.


Tidak ada Manusia yang bersih tanpa kesalahan, hanya tinggal dari dirinya sendiri ingin berubah atau tidak.


Tetapi, dia melihat Rico, sepertinya dari awal dia memang tidak berniat menyakiti siapa - siapa. Hanya saja, dari awal didikannya sudah salah, sehingga sampai dewasapun dia tetap melakukkan kesalahan.


Rico menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban. “Indri akan bahagia, dengan tidak ada aku bersamanya Om, dia sudah memiliki jodoh yang lain.” Jawab Rico dengan tenang.


Semenjak melihat Indri dalam kecelakaan, serta bagaimana Indri tersenyum ketika bersama dengan Vino, kakak tirinya, dari situlah Rico merasa jika Indri di ciptakan bukan untuknya.


***

__ADS_1


1 jam 40 menit mereka mengudara, dan saat ini Rico dan Erwin sudah berada di dalam mobil.


“Apakah kita akan langsung bertemu dengan Indri?” Tanya Erwin, ketika dia melihat wajah Rico semakin pucat.


“Iya Om, dia pasti sangat senang,” jawab Rico dengan begitu santai.


Erwin terlihat menghela nafasnya. “Rico, apa tidak sebaiknya kamu istirahat terlebih dahulu, wajahmu semakin pucat!” Tegur Erwin, bersamaan dengan hidungnya yang kembali mengeluarkan darah.


Rico segera mengambil Tissue untuk membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.


“Rico! Lebih baik kita ke hotel saja dulu! Kita akan menemui Indri besok pagi!” Tegas Erwin, tidak mau melihat Rico hanya mati sia - sia karena masalah ini.


Indri tidak akan kenapa - kenapa jika ganya menunggu sehari, lagian Indri juga tidak tahu jika akan bertemu dengan Papahnya, jadi lebih baik mereka ke Hotel dulu beristirahat, karena kesehatan Rico saat ini menjadi lebih penting.


“Tapi Om, saya -“ belum sempat Rico protes, Erwin sudah lebih dulu mengambil alih kunci mobil Rico, dan meminta Rico pindah dari kursi di balik kemudi.


“Saya yang bawa mobil, jadi saya yang menentukan kemana saya akan pergi!” Tungkasnya, membuat Rico tidak bisa membantah apapun lagi.


Lagian kepalanya saat ini sudah mulai berputar, mungkin jika dia berdiri akan terjatuh.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2